Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

5 Drama Korea yang Bikin Berhenti Nonton bahkan Saat Episode Awal

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
21 April 2022
A A
5 Drama Korea yang Bikin Berhenti Nonton bahkan Saat Episode Awal Terminal Mojok.co

5 Drama Korea yang Bikin Berhenti Nonton bahkan Saat Episode Awal (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebelum memutuskan untuk menonton suatu drama Korea, kadang saya terlebih dulu ngecek base menfess di Twitter. Tujuannya adalah untuk melihat apakah drama yang mau saya tonton worth to watch, entah dari segi cerita, pemeran, hingga popularitas.

Ketika nge-stalk base, sering banget saya menemukan ada orang mengirim menfess berisi keluhan bahwa ia sudah merasa bosan nonton drama tertentu di episode pertama dan kedua. Ia menanyakan juga apakah lebih baik lanjut menonton atau berhenti. Tanggapannya tentu beragam. Beberapa respons menganjurkan sender menfess untuk lanjut nonton karena letak keseruan ada di episode-episode selanjutnya. Sementara yang lain mengiyakan kalau mereka juga bosan pas nonton drama yang sama.

Episode awal, kok, bikin ngantuk? (Shutterstock.com)

Menurut saya, episode awal suatu drakor itu penting banget. Ibarat latar belakang dalam skripsi, episode awal ini haruslah impactful dan kuat karena memengaruhi penonton untuk lanjut nonton atau nggak. Penentuan drakor layak ditonton atau nggak ada di sini. Kalau sejak episode pertama saja udah nggak seru, tentu pemirsa bakal berekspektasi bahwa menonton episode selanjutnya cuma buang-buang waktu.

Saya yang suka nonton drama Korea pun nggak serta merta menyaksikan semua drama. Ada banyak drama yang bikin saya males untuk melanjutkan karena alasan-alasan tertentu. Misalnya saja lima drama berikut yang pernah sukses bikin saya berhenti nonton bahkan di episode awal.

#1 Shine or Go Crazy

Potret Raja Taejo (Shutterstock.com)

Drama sageuk ini dulu saya tonton karena kadung penasaran sama keluarga Raja Taejo dari Goryeo setelah menyaksikan Scarlet Heart Ryeo. Tapi rupanya drama ini malah bikin saya berhenti di episode pertama. Buat penonton internasional yang pengetahuan soal sejarah Koreanya masih terbatas seperti saya dulu, drama ini bener-bener nggak cocok. Di episode pertama, semua pangeran dan keluarga kerajaan langsung ditampilkan sekaligus. Pusing. Ditambah lagi nggak dijelaskan pangeran ini siapa dan perannya apa, tapi tiba-tiba saja sudah saling serang lewat kata-kata. Niat mau nambah pengetahuan soal kerajaan Goryeo, tapi udah puyeng duluan dalam mengidentifikasi sampai menghafalkan keluarga kerajaan.

#2 Great Seducer

Sinopsis drama yang juga berjudul Tempted ini sebenarnya menarik. Apalagi drama ini merupakan hasil adaptasi dari novel Prancis yang berjudul Les Liaisons Dangereuses karya Pierre Choderlos de Laclos yang terbit pada 1782. Tapi maaf banget, chemistry pemeran utamanya nol banget. Saya menduga bahwa tim produksi salah menentukan main lead atau memang main lead-nya nggak banyak ketemu sebelum syuting. Padahal chemistry para pemeran utamanya krusial banget di sini. Sinopsisnya saja bilang kalau Kwon Si Hyeon (Woo Do Hwan) dan Eun Tae Hee (Joy) sama-sama jatuh cinta padahal niat awal Si Hyeon cuma mau mematahkan hati Tae Hee.

#3 Jackpot

Saya nggak tahan sama dialognya yang cheesy dan dangkal. Penulis skripnya kerasa banget seperti dikejar deadline dan hasilnya seadanya. Dramanya juga terasa pengin menghadirkan vibes misterius tapi malah lupa untuk memberikan petunjuk untuk dipecahkan atau bahkan jawaban atas misteri itu pada penonton. Padahal drama ini cukup menarik karena diangkat dari kisah nyata Raja Sukjong dan Raja Yeongjo dari Dinasti Joseon. Bahkan dulu sempat heboh karena pemeran Baek Dae Gil, Jang Geun Suk, melakoni adegan makan ular. Tentu ini bikin penasaran. Tapi setelah ditonton, hmmm, cukup dua episode aja, deh.

#4 When The Weather is Fine

Untuk penyuka drama bertempo cepat, dijamin kamu akan langsung jenuh ketika nonton drama yang dibintangi oleh Seo Kang Jun dan Park Min Young ini. Alurnya lambat dan mellow banget. Dengar-dengar, konfliknya pun baru muncul di episode lima ke atas. Waduh, masa ya saya harus tahan-tahanin nonton empat episode yang berpeluang bikin saya tidur ditonton laptop?

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

#5 Secret Life of My Secretary

Kehidupan sekretaris (Shutterstock.com)

Sejujurnya, drama Korea soal kisah cinta direktur dengan sekretarisnya sudah bejibun. Mengingat sudah banyak cerita serupa, tentu drama baru yang mengangkat kisah soal sekretaris ini harus lebih menarik dari pendahulu-pendahulunya. Di episode awal, nggak ada kesan yang impactful soal drama ini. Ditambah lagi setahun sebelumnya, sudah ada What’s Wrong With Secretary Kim yang menurut saya lebih sukses membuat penontonnya bertahan hingga akhir. Secret Life of My Secretary ini belum bisa melampaui atau sekadar menyamai What’s Wrong With Secretary Kim soal kesan awal dan premis cerita.

Itulah lima drama Korea yang bikin saya berhenti nonton di episode awal. Saya nggak bilang dramanya jelek. Hanya saja menurut pendapat pribadi, drama-drama tadi bikin bosan, pusing, atau nggak berkesan sama sekali. Daripada membuang waktu dan kuota, mending saya batal nonton saja. Toh, masih banyak drama yang lebih menarik dan menjanjikan di luar sana.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Audian Laili

BACA JUGA Rekomendasi Drama Korea Khusus 18+ yang Tak Boleh Ditonton Sembarangan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 April 2022 oleh

Tags: Bosandrama koreaEpisode Awal
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Aegyo Skill Persuasi ala Idol K-Pop yang Bisa Kamu Coba ke Teman, Keluarga, dan Pacar terminal mojok

Aegyo: Skill Persuasi ala Idol K-Pop yang Bisa Kamu Coba ke Teman, Keluarga, dan Pacar

2 Agustus 2021
10 Drama Korea yang Judul Inggris dan Koreanya Beda Jauh Terminal Mojok

10 Drama Korea yang Judul Inggris dan Koreanya Beda Jauh

27 Maret 2022
3 Hal yang Membuat The Sound of Magic Terasa Magis Terminal Mojok

3 Hal yang Membuat The Sound of Magic Terasa Magis

8 Mei 2022
Jadi Latar Twenty Five Twenty One, Seperti Apa Korea Saat Krisis 1997 Terminal Mojok

Jadi Latar Twenty Five Twenty One, Seperti Apa Korea Saat Krisis 1997?

20 Februari 2022
4 Unsur Drama Paling Malesin yang Jadi Formula Mainstream Drakor terminal mojok.co

4 Unsur Drama Paling Malesin yang Jadi Formula Mainstream Drakor

9 Januari 2021
5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik Kang Tae Oh selain Extraordinary Attorney Woo Terminal Mojok

5 Rekomendasi Drama Korea Terbaik Kang Tae Oh selain Extraordinary Attorney Woo

22 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah Para Pendatang

Soto Bandung: Kuliner Khas Bandung yang Rasanya Normal dan Pasti Cocok di Lidah para Pendatang

15 Maret 2026
Kebumen Aneh, Maksa Merantau tapi Bikin Pengin Pulang (Wikimedia Commons)

Kebumen Itu Memang Aneh: Suka Memaksa Anak Muda untuk Segera Merantau, sekaligus Mengajak Kami untuk Segera Pulang

21 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.