Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

5 Dosa Saat Masak Nasi yang Sering Kita Lakukan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
18 Juli 2022
A A
5 Dosa Saat Masak Nasi yang Sering Kita Lakukan Terminal Mojok

5 Dosa Saat Masak Nasi yang Sering Kita Lakukan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Waktu masak nasi aja kita melakukan dosa, lho!

Belum makan namanya kalau nggak pakai nasi. Mungkin kita sering mendengar ungkapan demikian dalam kehidupan sehari-hari. Nasi, memang jadi salah satu makanan pokok di Indonesia. Meski menurut buku pelajaran SD dulu makanan pokok Indonesia nggak cuma berasal dari beras, nyatanya nasi putih jadi primadona.

Mau gimana lagi, makan nasi memang enak dan bikin nagih. Apalagi kalau uap panasnya masih mengepul manja, terus dioles sambel ulek, dan dikunyah bersama lalapan segar. Beuh, lauk apa pun bakal mashok sampai tandas. Saking getolnya makan nasi, banyak pula orang Indonesia yang ngide mengombinasikan nasi dengan sumber karbohidrat lain seperti mi dan kentang. Padahal kalau ditilik dari segi gizi dan nutrisi, kombinasi tersebut nggak dianjurkan.

Namun, sekarang kita nggak akan membicarakan gizi seimbang yang sudah dipahami banyak orang. Kita akan membahas kesalahan yang tanpa sengaja dilakukan banyak orang saat masak nasi. Lantaran terlampau sering dilakukan dan terlihat sepele, kita jadi nggak sadar telah melakukannya. Padahal menghindari dosa pokok saat masak nasi bakal membuat bulir nasi yang dihasilkan jauh lebih nikmat.

Sebelum membahas dosa saat masak nasi lebih lanjut, asumsi masak nasi di sini adalah dengan memanfaatkan alat berupa rice cooker yang tampaknya sudah jadi kebutuhan primer rumah tangga, ya, bukan memasak nasi dengan kompor dan dandang.

#1 Mencuci beras asal-asalan

Dosa pertama yang sering kita lakukan tanpa sadar adalah mencuci beras asal-asalan sebelum dimasak. Biasanya, orang asal saja membersihkan butir beras yang hendak dimasak. Yang penting basah gitu. Hayo, ngaku, siapa yang kayak gini?

Padahal teknik mencuci beras ini ada pakemnya serta disesuaikan dengan jenis dan tujuan menanak nasi, lho. Secara umum, indikator beras yang bersih adalah dengan memperhatikan warna airnya. Kalau airnya sudah nggak keruh atau nggak berwarna putih susu lagi, lazimnya beras dinyatakan bersih dan layak masak. Rata-rata beras dibilas sebanyak 3 kali. Lebih dari itu dikhawatirkan nutrisi yang terkandung dalam beras turut larut terbuang bersama air.

Tapi, tahu nggak kalau metode membilas beras itu nggak bisa dipukul rata? Alasan utama mencuci beras sebelum dimasak selain karena alasan kebersihan adalah supaya beras nggak lengket. Pasalnya, butiran beras mentah yang belum dicuci masih dilapisi sari tepung yang bikin beras saling melekat saat proses menanak. Namun, metode tersebut nggak sepenuhnya berlaku saat kita mencuci beras untuk membuat jenis masakan tertentu seperti risotto dan nasi untuk sushi. Selain karena hasil masakan akhirnya berbeda, jenis beras yang dipakai juga nggak sama dengan beras yang biasa kita konsumsi dalam rumah tangga.

Baca Juga:

Mengapa Nasi Berkat Tahlilan Terasa Nikmat padahal Lauknya Sederhana?

Sumo, Beras Pulen yang Tetap Dicari meski Harganya Bikin Gigit Jari

Risotto misalnya, harus menggunakan beras khusus dari Italia yang bernama Arborio. Saat mencuci beras tersebut, justru kita nggak boleh terlalu bersih. Hal ini disarankan bukan tanpa alasan. Pati beras diperlukan agar risotto yang disajikan terasa lebih lembut. Begitupun saat hendak membuat sushi yang menggunakan beras long grain. Melansir dari buku The Japanese Kitchen yang disusun oleh pakar kuliner Jepang bernama Hiroko Shimbo, beras untuk sushi sebaiknya dibilas sebanyak empat kali, nggak boleh direndam, serta wajib ditiriskan selama satu jam agar rasanya lebih lezat saat diaduk dengan saus cuka.

#2 Takaran air kurang tepat

Volume air yang digunakan untuk masak nasi dalam rice cooker pun sering kali menjadi dosa yang tanpa sadar dilakukan banyak orang. Terlalu sedikit air bakal membuat nasi jadi keras dan kurang matang. Sebaliknya, air yang banyak bakal membuat nasi bertekstur seperti bubur. Lumrahnya, kita memakai metode ruas jari untuk menakar seberapa banyak air yang dibutuhkan. Namun, nggak sedikit pula yang salah dalam menerapkan metode ruas jari ini, lho!

Ukuran ruas jari nggak diukur dari dasar wadah inner pot rice cooker, melainkan dari permukaan beras yang hendak dimasak dan sudah diratakan atasnya. Oleh sebab itu, saat merendam beras dengan air masak, biarkan semua beras tenggelam di sepenuhnya dalam air. Kemudian, letakkan ujung jari di permukaan terluar beras dan lihat tinggi airnya. Jika melebihi satu ruas jari, buang sisanya. Demikian juga jika ternyata kurang.

Cara lain yang boleh juga diaplikasikan adalah dengan memanfaatkan gelas ukur yang biasa dipakai untuk menciduk beras dari penampungnya. Ukuran yang tepat untuk menanak nasi adalah 1:2 di mana satu gelas penuh beras membutuhkan dua gelas air supaya menjadi pulen.

Mau pakai cara yang lebih pusing? Ada. Merujuk pada sebuah penelitian, kita bisa menggunakan perbandingan antara beras dan air dengan rasio 1400 ml, 1600 ml, serta 1800 ml untuk setiap kilogram beras. Itupun masih tergantung pada varietasnya. Sebaiknya, sih, jika hanya menanak nasi putih pada umumnya, pakai dua jalan ninja sebelumnya saja yang lebih mudah dimengerti oleh kaum awam ketimbang keburu kelaparan.

#3 Membuka tutup rice cooker

Pernah nggak saat gabut menunggu nasi matang, kalian iseng buka tutup rice cooker? Keisengan nirfaedah ini adalah dosa besar tak terampunkan saat masak nasi, lho. Nggak cuma waktu masak nasi dengan rice cooker, ketika masak nasi memakai kompor pun, keusilan mengusik proses memasak seperti ini harus dihindari.

Alasannya sederhana. Ketika tutup dibuka saat nasi masih dalam proses pemasakan, suhu panas yang berada di dalam wadah memasak akan turun secara drastis. Akibat perjalanan memasak yang nggak sempurna itu, selain nasi jadi lebih lama matangnya, bisa meningkatkan peluang nasi agak keras saat disantap.

#4 Lupa mengaduk nasi sesaat setelah matang

Siapa yang suka malas mengaduk nasi yang sudah matang di dalam rice cooker? Yok, mulai saat ini hilangkan kebiasaan tersebtu, Gaes. Walau kelihatan nggak ada gunanya, ternyata mengaduk nasi yang sudah matang di rice cooker ada penjelasan ilmiahnya, lho.

Begini, sewaktu menanak nasi, kita melibatkan unsur air di dalamnya yang kemudian dalam prosesnya berubah menjadi uap panas. Faktanya, di antara bulir nasi yang sudah matang itu, masih ada sisa air yang terperangkap.

Melansir dari Detik Health, air yang terjebak tersebut akan lama untuk mengalami proses difusi alias penguapan. Lamanya waktu yang diperlukan untuk air ini bebas dan berubah wujud, membuka peluang besar nasi untuk menjadi lebih cepat basi. Oleh sebab itu, jika dilakukan pengadukan, maka luas permukaan sebagai jalan keluarnya air akan semakin terbuka lebar. Dengan demikian, nasi bisa lebih awet dan nggak mudah basi.

#5 Memperlakukan semua jenis beras secara seragam

Sebagaimana manusia yang unik dan beragam, jenis beras yang berbeda juga menuntut perlakuan yang nggak sama satu dengan yang lainnya. Misalnya, beras merah membutuhkan waktu masak lebih lama daripada beras putih. Oleh karena itu beras merah butuh air sedikit lebih banyak ketimbang beras putih supaya matang sempurna. Atau contoh lainnya beras beraroma wangi seperti basmati memerlukan sedikit waktu rendaman dengan tujuan menyingkat waktu memasak dan wanginya nggak rusak.

Itulah beberapa dosa kecil yang mungkin sering kita lakukan saat masak nasi tanpa kita sadari. Fyi, sejatinya nggak ada masalah memanaskan nasi di dalam rice cooker lebih dari 6 atau 12 jam. Hal ini nggak akan mengubah nasi menjadi racun seperti hoaks yang beredar beberapa tahun lalu. Namun, atas nama pengiritan listrik dan karena rice cooker saya kualitasnya biasa saja, mematikan rice cooker saat nasi telah matang mampu mencegah nasi jadi lebih cepat kering dan bisa dikonsumsi sampai butir terakhir. Hehehe.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Belajar Tidak Ketergantungan Nasi dari Masyarakat Indonesia Timur.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2022 oleh

Tags: Berasdosamasak nasiNasi
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

makan bakso pakai nasi terminal mojok

Tidak Ada yang Salah dari Kebiasaan Makan Bakso Pakai Nasi, Kita Hanya Melengkapi Kebutuhan Gizi

23 Maret 2021
Di Desa Jejeg Bumijawa Tegal, Penjual Nasi Nggak Akan Pernah Bisa Kaya orang miskin nasi gubernur NTT

Orang Miskin Katanya Banyak Makan Nasi? Salah, Orang Miskin Justru Susah Makan Nasi

3 September 2023
4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
5 Dosa Saat Memakai Foundation yang Sebaiknya Dihentikan Terminal Mojok

5 Dosa Saat Memakai Foundation yang Sebaiknya Dihentikan

12 April 2022
bahasa di wakatobi pelestarian lingkungan sepak bola bajo club wakatobi poasa-asa pohamba-hamba mojok

4 Pertanyaan Konyol tentang Wakatobi yang Sering Bikin Saya Geleng-geleng

26 Agustus 2021
6 Dosa Saat Keramas atau Mencuci Rambut yang Biasa Dilakukan Terminal Mojok

6 Dosa Saat Keramas yang Biasa Kita Lakukan

7 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat Mojok.co

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

2 Februari 2026
3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan Mojok.co

Gerbong KRL Khusus Perempuan Malah Nggak Aman untuk Perempuan

6 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.