5 Artikel Terpopuler Terminal Mojok 2025: Catatan Keluhan Orang Biasa tentang Hal-hal Biasa, tapi Ditulis dengan Luar Biasa

5 Artikel Terpopuler di Terminal Mojok 2025: Catatan Keluhan Orang Biasa tentang Hal-hal Biasa, tapi Ditulis dengan Luar Biasa

5 Artikel Terpopuler di Terminal Mojok 2025: Catatan Keluhan Orang Biasa tentang Hal-hal Biasa, tapi Ditulis dengan Luar Biasa

Bisa dibilang, 2025 adalah tahun yang “baru” buat Terminal Mojok. Saya sebagai editor melihat banyak perspektif baru dari para penulis, serta berhadapan dengan banyak hal baru juga. Tentu ini menyenangkan, karena begitulah Terminal yang saya kenal selama 6 tahun saya berkarier di Mojok, selalu ada hal-hal baru.

Tapi hal-hal baru tersebut tak bisa menghilangkan satu corak khusus yang melekat pada Mojok, yaitu suara rakyat. Hal tersebut bisa dilihat dan amat tercermin pada 5 artikel dengan pembaca terbanyak di Terminal Mojok selama 2025. Semua artikel tersebut menyuarakan hal yang sama: suara rakyat yang terlihat biasa, tapi dirasakan begitu banyak manusia.

Inilah 5 artikel dengan pembaca terbanyak di Terminal Mojok, dan kalian juga harus ikut membacanya.

Artikel terpopuler Terminal Mojok pertama, 4 Bakpia Jogja yang Bikin Kecewa, Wisatawan yang Mau Beli Mending Pikir Dua Kali

Rasa-rasanya memang sulit melepaskan Terminal dari Jogja. Dan artikel Terminal dengan pembaca terbanyak di 2025 jadi contoh sahih bahwa memang sepertinya Terminal harus masuk dalam bait puisi terkenal yang kerap dijadikan quote di media sosial: “Jogja terbuat dari pulang, rindu, angkringan, dan Terminal Mojok”.

Artikel ini menceritakan tentang bakpia Jogja, yang jadi salah satu oleh-oleh andalan, ternyata tidak selalu memberi pengalaman menyenangkan. Dan dalam artikel ini, kita bisa mendapat pencerahan seperti apa bakpia Jogja yang sebaiknya dihindari.

Penasaran? Harus. Untuk selengkapnya, cek tautan berikut.

Artikel terpopuler kedua, Nasib Alumni Unesa: Sering Disangka dari Kampus Ternama padahal Kami Cuma Pura-pura Bangga

Mas Abdur Rohman ini, saya kira, memang baiknya segera diangkat oleh Unesa Surabaya sebagai advisor, atau setidaknya, didengarkan kritikannya tentang Unesa. Sebab, banyak banget tulisan dia di Terminal Mojok yang berisi kritikan pada Unesa, dan value kritikannya bagus.

Tapi untuk artikel ini, dia tidak sedang mengkritik seperti biasanya. Abdur bercerita tentang beban moral yang diterima mahasiswa Unesa, seperti disangka kampus ternama, realitas, juga kepalsuan yang harus mereka ciptakan.

Untuk memahami apa yang Abdur bicarakan, sila cek tautan berikut.

Artikel Terminal Mojok terpopuler ketiga, 3 Penderitaan Punya Rumah Dekat Sawah yang Nggak Disadari Kebanyakan Orang Kota

Singkat saja: tulisan Reni Soengkunie ini wajib dibaca oleh orang kota yang banyak omong tentang “betapa enaknya hidup di desa”.

Reni mengobrak-abrik imajinasi orang kota dengan begitu lugas, tidak ditutup-tutupi, bahwa hidup di desa dan dekat sawah itu justru mimpi buruk yang kerap tidak disadari. Orang kota mungkin terpukau karena mereka kelewat jenuh melihat menara beton dan pencakar langit yang bikin mereka merasa kecil. Tapi hidup di dekat sawah, bisa jadi, bikin mereka rindu beton yang mereka benci.

Silakan baca artikel Reni tentang hidup di dekat sawah dalam tautan berikut.

Artikel terpopuler keempat, Pengalaman Setahun Lebih di Kos LV: Tempatnya Kumuh, dan Selalu Denger Suara Desahan di Malam Hari

Tak banyak orang yang bisa melakukan apa yang M. Rafikhansa Dzaky Saputra lakukan: tulisan pertamanya dibaca ratusan ribu kali, dan masuk dalam daftar tulisan terbanyak dalam setahun. Apalagi dengan tema yang lumayan dibenci oleh banyak pemilik kos di grup FB kos di Jogja: kos LV.

Dzaky menuliskan pengalamannya tinggal di kos LV dengan begitu jujur. Yang bikin menarik adalah, Dzaky justru merasa bahwa kebebasan yang ditawarkan oleh kos LV jadi hal yang menyebalkan baginya.

Penasaran apa yang dirasakan Dzaky? Cek tautan berikut.

Artikel Terminal Mojok terakhir, 5 Dosa MR DIY yang Nggak Bisa Diampuni, Bikin Pelanggan Kapok Datang Lagi

MR DIY, toko yang kerap bikin kalap ini jadi penutup daftar artikel terpopuler Terminal Mojok tahun ini. Toko yang dikira menyantumkan singkatan Daerah Istimewa Yogyakarta ini ternyata punya beberapa hal yang luput dari pandangan kita. Dan saya rasa, artikel ini wajib kalian baca.

Jika kalian penasaran terhadap tulisan ini, sila cek tautan berikut.

Itulah 5 artikel dengan pembaca terbanyak di Terminal Mojok. Mungkin kalian anggap artikel itu kelewat biasa saja idenya. Tapi percayalah, justru yang biasa-biasa ini yang kerap menarik hati.

Dan bukankah itu tagline Mojok, yaitu Suara Orang Biasa? Kalau bukan suara tentang hal-hal biasa yang dialami orang biasa, lalu, apa lagi coba?

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Esai Terpopuler Mojok 2025: Sebuah Rekaman Zaman dan Keresahan Lintas Generasi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version