Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Serial

5 Alasan My Liberation Notes Tak Boleh Dilewatkan

Rizal Nurhadiansyah oleh Rizal Nurhadiansyah
13 April 2022
A A
5 Alasan My Liberation Notes Tak Boleh Dilewatkan Terminal Mojok

5 Alasan My Liberation Notes Tak Boleh Dilewatkan (Instagram Netflix Indonesia)

Share on FacebookShare on Twitter

Netflix baru saja menayangkan drama Korea terbaru yang juga disiarkan JTBC berjudul My Liberation Notes. Drama ini sudah sangat menjanjikan bahkan sebelum dirilis. Kreator dan jajaran pemerannya tidak sembarangan. Dan, ya, seperti tipikal drama JTBC lainnya, My Liberation Notes terkesan kalem dan hangat, bahkan sudah tampak dari posternya. Saya pribadi sangat menggemari drama-drama serupa yang tayang di JTBC mulai dari Be Melodramatic hingga Lost. Drama semacam ini terasa dekat dengan penontonnya. 

My Liberation Notes sendiri mengangkat kisah tiga bersaudara yang sudah berada di usia dewasa dan seorang pria misterius yang bekerja untuk keluarga mereka. Hanya dalam sepuluh menit pertama menonton episode pertama drama ini, saya sudah masuk ke dalam kisah mereka, seolah saya adalah mereka. Dengan kata lain, drama ini seperti sudah mengenal diri saya lebih baik daripada diri sendiri. Kalau kamu masih ragu, saya kasih tahu alasan kenapa My Liberation Notes tak boleh dilewatkan begitu saja.

#1 Ditulis oleh penulis drama My Mister

Ketika melihat poster dan teaser–nya, saya bertanya-tanya, suasananya mirip drama apa, ya? Kemudian saya langsung teringat drama realistic fiction favorit saya, My Mister. Setelah mengecek informasi My Liberation Notes, saya menemukan nama Park Hae Young di bagian penulis naskah. Ya, blio adalah orang yang bikin saya dan kamu menangis sepanjang 16 episode saat menonton My Mister. 

Kemahiran Park Hae Young meramu naskahnya sudah terlihat dari menit-menit awal. Kita dikenalkan pada karakter utama satu per satu, lewat adegan dan dialog yang efektif. Tidak butuh waktu lama, kita sudah bisa tahu watak masing-masing karakter dan apa kegelisahan mereka. Park Hae Young tidak basa-basi, tetapi juga tidak terburu-buru. Pas. Saya yakin kamu tidak akan kelelahan menonton drama ini walaupun tema yang diangkatnya cukup berat, sebab naskah yang ditulis Park Hae Young juga dieksekusi dengan baik oleh Kim Suk Yoon sang sutradara.

Naskah drama My Liberation Notes ditulis Park Hae Young yang juga menulis naskah drama My Mister (Unsplash.com)

#2 Menggambarkan realitas kehidupan orang dewasa

Bercerita soal keluarga Yeom yang tinggal di Desa Sanpo yang jauh dari kota Seoul, My Liberation Notes membahas masalah yang dihadapi anak desa ketika berada di tengah kota besar seperti Seoul. Yeom Chang Hee (Lee Min Ki) si anak tengah yang muak tinggal di desa, Yeom Mi Jung (Kim Ji Won) si bungsu yang pendiam dan kesepian berusaha mengisi kekosongan hidupnya, dan Yeom Ki Jung (Lee El) si sulung yang punya masalah tempramen berusaha menemukan cinta. Lalu ada orang asing yang menamai dirinya Gu (Seon Seok Ku) yang misterius dan hidupnya bergantung pada alkohol. Mereka memiliki masalah masing-masing yang kadang bisa diungkapkan, kadang mengendap di pikiran enggan keluar. 

Adegan demi adegan memperlihatkan gerak batin dan pikiran mereka yang kompleks. Didukung oleh akting brilian dari jajaran pemeran, semuanya menjadi seperti nyata dan dekat. Masing-masing dari mereka seolah bertanya pada kita, “Inikah kehidupan orang dewasa? Mengapa melelahkan sekali?” setiap kali mereka meneguk soju.

Ilustrasi minum soju di Korea Selatan (Shutterstock.com)

Ada sebuah bagian yang subtil menampilkan berita televisi yang sedang menampilkan data survei usia dewasa di beberapa kota. Hasil survei masing-masing kota berbeda-beda. Bagi warga Seoul, usia muda berakhir di usia 19-29 tahun. Setelah itu, mereka benar-benar akan menjalani hidup dewasa. Namun, jika kita melihat para karakter di drama ini, kita tahu bahwa dewasa bukan soal angka, melainkan seberapa banyak beban yang sudah dipikul dan seberapa sering kita mempertimbangkan sebuah keputusan. Drama ini cocok untuk kamu yang sedang mangalami fase ini.

Kalau menurut drama ini, kita tidak perlu takut dewasa seperti Idgitaf yang takut kecewa. Masa itu akan datang dan ketakutan bukan cara menghadapinya.

Baca Juga:

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

#3 Sinematografi dan musik tema yang menghangatkan

Bicara drama Korea, tidak sah kalau belum membicarakan dua aspek penting ini: sinematografi dan musik tema. Dua hal ini berkontribusi besar dalam mentransfer cerita beserta emosi sebuah drama kepada penonton. Percuma cerita bagus, tapi shot yang diambil kurang mewakili naskah atau adegan sedih diiringi musik riang.

My Liberation Notes berhasil menyajikan gambar yang menyegarkan mata, terutama lanskap Desa Sanpo. Di samping itu, ada musik yang mengiringi adegan demi adegan dengan tepat dan efektif. Kita jadi bisa ikut merasakan nuansa dramanya. Saya sendiri tidak sabar menanti album official soundtrack–nya dirilis.

#4 Dibintangi Kim Ji Won

Siapa tak kenal Kim Ji Won? Dia aktris muda berbakat yang sudah bermain di banyak drama populer, sebut saja Fight For My Way, The Heirs, Descendants of The Sun, hingga Arthdal Chronicles. Filmografinya nyaris tanpa cacat. Semua itu berkat performa aktingnya yang luar biasa.

Dalam My Liberation Notes, Kim Ji Won mengambil tantangan untuk memerankan karakter yang pendiam dan penuh kekosongan. Butuh kemampuan akting yang mumpuni untuk karakter seperti ini. Dan Kim Ji Won berhasil memerankannya dengan baik, bahkan diamnya saja bisa kita rasakan. Matanya seolah berbicara ketika mulutnya tak mampu bersuara. Tidak hanya Kim Ji Won, aktor lainnya pun memainkan peran mereka dengan baik. Ada Lee Min Ki, Lee El, Seon Seok Ku dan pemeran pendukung lainnya.

#5 Cerita yang dekat dengan penonton

Meskipun terkesan berat, My Liberation Notes sebetulnya sangat dekat dengan penonton, terutama penggambaran keluarga Yeom dan lingkungan kerja di Seoul. Karakter sulung, tengah, dan bungsu yang berbeda membuat dinamika hubungan yang menarik di dalam keluarga Yeom. Adegan makan bersama keluarga yang diulang-ulang juga menambah kehangatan walaupun sesekali diselingi oleh perdebatan antara Chang Hee dan Ki Jung.

Gambaran bekerja di Seoul (Shutterstock.com)

Selain itu, drama ini juga memiliki karakter-karakter pendukung yang sering kali melontarkan candaan. Kamu bisa tertawa, menangis, hingga merasa iba ketika menonton drama ini, sama seperti saat kamu menjalani kehidupan sehari-hari. Untuk kamu yang kerja kantoran, pasti juga akan merasa relate dengan susah senangnya karakter-karakter di My Liberation Notes. Pokoknya, sayang kalau kamu lewatkan karena ada banyak perspektif yang mungkin tidak pernah kita sadari.

Itu dia lima alasan mengapa kamu tidak boleh melewatkan My Liberation Notes. Kamu bisa menontonnya bersama teman kos atau keluarga saat menjelang buka atau sahur. Saran saya, jangan nunggu tamat. Ikuti selagi masih on going.Tunggu apa lagi? Langsung saja meluncur ke Netflix!

Penulis: Rizal Nurhadiansyah
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Twenty Five Twenty One: Perpisahan Adalah Jalan Terbaik untuk Yi Jin dan Hee Do.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 12 April 2022 oleh

Tags: drama koreaMy Liberation Notes
Rizal Nurhadiansyah

Rizal Nurhadiansyah

Pemerhati sinema yang menganggap hidup adalah film dengan naskah yang belum selesai. Aktif menulis cerpen dan puisi. Menggunakan media sosial untuk studi banding karakter manusia.

ArtikelTerkait

Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan Terminal Mojok

Extraordinary Attorney Woo, Drama Korea yang Tak Hanya Menghibur tapi Juga Menyentil Sisi Kemanusiaan

12 Juli 2022
10 Drama Korea Horor Terbaik yang Pernah Ada Terminal Mojok

10 Drama Korea Horor Terbaik yang Pernah Ada

20 Mei 2022
Pengalaman Mereplikasi Adegan yang Cokot-able dalam Drama Korea terminal mojok

Pengalaman Mereplikasi Adegan yang Cokot-able dalam Drama Korea

17 Juli 2021
Selain Money Heist Korea, Ini 5 Film dan K-Drama yang Dibintangi Jeon Jong Seo Terminal Mojok

Selain Money Heist Korea, Ini 5 Film dan K-Drama yang Dibintangi Jeon Jong Seo

2 Juli 2022
5 Alasan Langgengnya Persahabatan Geng Yulje 99z ‘Hospital Playlist’ terminal mojok

5 Rahasia Langgengnya Persahabatan Geng 99 Hospital Playlist yang Bisa Kamu Tiru Bersama Sahabatmu

4 September 2021

Membedah Alasan ‘Hospital Playlist’ Jadi Drakor Favorit Sejuta Umat

19 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Tapi Tumbal Orang Tua (Pexels)

Generasi Sandwich Bukan Pahlawan, Kami Adalah Tumbal Romantisasi “Bakti Anak” yang Terpaksa Menjadi Dana Pensiun Berjalan Bagi Orang Tua yang Gagal Menabung

27 Januari 2026
3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan Mojok.co

3 Makanan Sunda yang Namanya Aneh dan Bikin Nggak Nafsu Makan

29 Januari 2026
5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar Mojok.co

6 Waktu dan Cara yang Tepat Membunyikan Klakson di Jogja, Sebuah Panduan untuk Pengendara Luar

26 Januari 2026
Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

Karimun Wagon R: Mobil Kecil yang Menyelamatkan Pemiliknya dari Gosip Kampung

25 Januari 2026
Sisi Gelap Budaya Rewang di Hajatan Desa yang Nggak Banyak Orang Tahu Mojok.co

Saya Tidak Antisosial, Saya Cuma Takut Ikut Rewang dan Pulang Dicap Nggak Bisa Apa-apa

29 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.