Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

4 Tips agar Tidak Kena Tipu Lelang Online

Mochamad Akmal Prantiaji Wikanatha oleh Mochamad Akmal Prantiaji Wikanatha
15 Agustus 2021
A A
lelang online gacha mojok

lelang online gacha mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Sadar atau nggak, internet, dan hape sudah menjelma jadi kebutuhan primer homo sapiens yang hidup di abad 21. Bayangin aja, berdasar data yang penulis dapetin dari Kompas, bahwa per 2021, pengguna Internet di Indonesia sudah mencapai 202, 6 juta jiwa. Bisa dikata sudah sampai di angka dua per tiga dari jumlah penduduk total Indonesia yang berkisar di angka 270 jutaan jiwa. Dengan sudah jadi maraknya internet dan gawai di negara kita, tentu kita harus aware terhadap segala kemungkinan buruk, yang salah satunya adalah kemunculan pihak-pihak yang ingin mendulang keuntungan dengan memanfaatkan internet sebagai media pelancar aksi. Ya, sebut saja penipu siber yang maunya untung doang.

Kalau ngomongin soal penipuan yang menggunakan media komunikasi sebagai alasnya, tentu kita sudah nggak asing dengan modus “mama minta pulsa” ataupun modus menang undian berujung transfer uang buat nebus hadiahnya. Semua modus penipuan yang udah penulis sebutin, bisa dipastiin merupakan modus kuno yang bahkan om-om user hape Nokia “tet-tot-tet-tot” juga sudah tahu alur jebakannya seperti apa.

ADVERTISEMENT

Nah, berangkat dari sudah tidak efektifnya metode penipuan online yang orientasinya emang mau cari untung dan nggak mau rugi, kali ini penulis bakal mengulas salah satu modus operandi yang lagi hype berkedok lelang online yang mulai banyak bertebaran di berbagai media sosial.

Gacha di dunia maya

Yap, ikutan lelang online di media sosial itu sebelas dua belas sama ikutan gacha di gim-gim online. Gimana nggak, ikutan lelangan online bagaikan bermain dua buah mata pedang. Di satu sisi bisa hoki doki, di satu sisi bisa buntung mengkatung. Kalau lagi dapat lelangan yang amanah bisa untung banget, tapi kalau lagi dapat yang bodong ya boncos. Kalau bisa diringkas, ikutan lelang online tuh menuntut adanya tingkat kepasrahan yang to the moon.

Alasan lain mengapa penulis anggap ikutan lelang online itu gacha yang ngeri-ngeri sedap, karena juga diperlukan tingkat analisis yang tinggi agar terhindar dari kata “zonk”. Karena sistemnya “bid–pay–send” jadi rerata akun lelang online mengharuskan Anda untuk transfer duluan nominal bid yang dimenangkan agar diproses barangnya. Tindakan seperti inilah yang jadi bibit penipuan online. Hal ini semudah membayangkan jika mereka udah megang uang transferan kita, mereka bisa berbuat apa pun. Entah mau kabur ataupun memang mau kirim barangnya secara baik-baik. Yap! sekali lagi perlu unsur kehokian yang tinggi.

Sebagai manusia yang berilmu pengetahuan dengan pemberkatan berupa pemberian akal logika yang luas, kita harus bisa menyiasatinya dengan mengeksploitasi akal yang kita miliki untuk memperhatikan beberapa hal yang penulis uraikan sebagai berikut: 

Waspadai sesuatu yang terkesan too good to be true

Yap, kita harus menggunakan logika kita terhadap sesuatu yang Nampak “too good to be true”. Sebenernya hal ini juga berlaku untuk semua transaksi online sih, karena penulis pernah belajar prinsip ekonomi sewaktu SMA yang setidaknya berbunyi:

“Berusaha dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk hasil tertentu”

Baca Juga:

Masa Aktif Kuota Data Internet 28 Hari Sungguh Mengganggu Keuangan Kaum Mendang-Mending

Kartu Indosat Pascabayar Sebenarnya Tidak Spesial, tapi Saya Loyal Menggunakannya Selama 7 tahun 

“Berusaha dengan pengorbanan tertentu untuk hasil yang sebesar-besarnya”

Namanya orang buka usaha, ya tujuannya pasti mau untung dong. Kalau maunya rugi harusnya mereka nggak buka lelangan, tapi buka Yayasan Panti Jompo ataupun Yayasan Panti Amal yang emang tujuannya non-profit. Kalau bikin akun lelang, ya pasti maunya untung!

Nah berangkat dari paradigma prinsip ekonomi di atas, maka kita harus bener tuh mainin logika kita dengan cermat. Jangan mudah terpancing dengan kemenangan bid atas harga yang nggak ngotak. Contoh kamu menang hape seharga 500 ribu, padahal di pasar harga sekennya aja masih 3-4 jutaan. Ya tentu rugi dong penjualnya!

Observasi feeds dan segala detail informasi kecil pada akun lelang

Caranya gampang, tinggal cek jumlah like, follower, dan komentar. Kalau kalian cermat, pasti akan bisa membedakan mana akun asli, mana akun bodong. Beberapa akun lelangan terkenal memiliki jumlah follower, likers, dan commenters bid yang banyak.

Membandingkan rasio antara jumlah followers dengan likers juga dapat dijadikan sebagai acuan yang baik. Apabila menemukan akun lelang yang jumlah followersnya nggak sebanding dengan like, ada indikasi besar bahwa akun tersebut bodong karena membeli followers.

Jangan mudah percaya testimoni

Jaman sekarang testimoni bisa banget diedit. Sudah banyak aplikasi yang bisa dipake seperti WhatsFake, dan beberapa aplikasi lainnya yang bisa gampang banget diunduh di toko aplikasi smartphone. Kalau udah ngomongin soal struk dan bukti bayar, bukan merupakan suatu hal yang sukar untuk memanipulasinya menggunakan Photoshop, Corel, dan bahkan Paint. Hal ini berlaku juga untuk resi yang tidak menutup kemungkinan untuk diedit menggunakan resi dari barang online milik orang lain.

Pikir dua kali tentang paid promote (PP)

Paid promote yang menjadi tulang punggung kesuksesan setiap event kepanitiaan juga sering dimanfaatkan untuk menipu. Bayangin aja, para budak danus yang di masa WFH gini nggak bisa jualan risol keliling, mau nggak mau harus banting setir menjadi babu posting yang kadang mengganggu estetika feeds. Biaya pasang iklan yang tergolong cukup murah dan dipermudah dengan ketidakwajiban mengirim korespondensi, menjadi lapak yang oke bagi penipu buat memulai persiapan aksi.

Saya sendiri berpendapat, bahwa regulasi terkait dengan penyediaan PP bagi setiap divisi fundraising sudah seharusnya diperketat secara kolektif. Dalam menyediakan jasa paid promote, panitia harus membuat regulasi berupa perjanjian demi melindungi hak-hak konsumen. Nggak jarang loh, banyak kasus penipuan yang asal muasalnya dari adanya PP yang asal ngejar setoran buat dapet pemasukan supaya bisa ngejalanin proker. Cuma karena pengin dapat duit cepet, viewer PP yang jadi tumbal. Intinya, jangan cuma ngejar setoran. Keharusan untuk menyertakan Contact Person yang lengkap dirasa perlu untuk dijadikan mitigasi risiko. Sesimpel wajib menyertakan fotokopi KTP dengan perjanjian tidak untuk disalahgunakan, saya rasa bisa dijadikan sebagai solusi untuk meredam maraknya kasus penipuan berkedok lelang online.

Jangan ambil barang dalam jumlah yang banyak

Ya, poin ini menjadi poin yang tidak kalah penting. Hal ini berkaitan dengan potential loss yang akan semakin besar apabila kamu kalah gacha lelang online. Ambil aja satu atau dua barang, supaya kalau ketipu nggak boncos-boncos amat.

Sepucuk saran

Bermain lelang online memang penuh akan bumbu-bumbu cuan yang tentu sangat menggiurkan. Namun, kita perlu ekstra hati-hati dalam bertransaksi tanpa jaring pengaman seperti adanya rekening Bersama. Tidak ada keuntungan besar tanpa adanya risiko yang timbul. Jadi, kalau sudah mutusin untuk nge-bid jangan sampai nyesel ya kalau ketipu, karena pajak ditanggung pemenang!

BACA JUGA Pengalaman Saya Jadi Korban Penipuan Berkedok Pembeli di OLX

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: gachaInternetlelang onlinePanduan Terminal
Mochamad Akmal Prantiaji Wikanatha

Mochamad Akmal Prantiaji Wikanatha

Hai, namaku Akmal. Lahir 19 tahun yang lalu di kota Pahlawan. Dari kecil suka banget menuliskan keresahan yang kurasa perlu untuk dijadikan perhatian. Ngomongin soal background, saat ini masih berkuliah di kampus kerakyatan Yogyakarta, tepatnya di Fakultas Hukum. Bagi temen-temen yang mau terhubung atau colak-colek, bisa kepoin di Instagramku @akmalprantiaji. Akhir kata, salam kenal semua!

ArtikelTerkait

Telkomnet Instan, Layanan Internet ‘Lemot’ yang Populer pada 2000-an

22 April 2021
blogger blogging blog mencari uang penghasilan adsense ylix mojok.co

5 Alasan Mengapa Kamu Sebaiknya Tidak Menjadi Blogger untuk Cari Uang

30 Juni 2020
Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview terminal mojok

Opsi Pertanyaan yang Bisa Diajukan kepada HRD oleh Pelamar Kerja setelah Mengikuti Proses Interview

25 Juli 2021
10 Pekerjaan Menjanjikan di Internet yang Bisa Kamu Coba Sekarang

10 Pekerjaan Menjanjikan di Internet yang Bisa Kamu Coba Sekarang

25 Agustus 2024
Kiat Sukses Menentukan Jurusan Kuliah Sejak Kelas 10 biar Nggak Ada Lagi Kata 'Salah Jurusan' terminal mojok

Kiat Sukses Menentukan Jurusan Kuliah Sejak Kelas 10 biar Nggak Ada Lagi Kata ‘Salah Jurusan’

21 Agustus 2021
jualan seller penjual olshop mojok

3 Fakta Jualan Online Itu Tak Semudah dan Seindah yang Dibayangkan

15 Agustus 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Sisi gelap tren gaya hidup minimalis: kami nggak belanja bukan karena aesthetic, tapi memang nggak ada duit

Sisi gelap tren gaya hidup minimalis: kami nggak belanja bukan karena aesthetic, tapi memang nggak ada duit

11 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.