Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

4 Tipe Orang Mabuk di Kampung Saya

Taufik oleh Taufik
26 Desember 2021
A A
4 Tipe Orang Mabuk di Kampung Saya terminal mojok.co

4 Tipe Orang Mabuk di Kampung Saya (Unplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai masyarakat yang lekat dengan tradisi minum-minum, di kampung saya, ada banyak orang yang bisa dicap sebagai peminum. Mereka ini menjadikan minuman keras tidak sekadar pelarian, tapi sebagai bentuk eksistensi diri. Saya biasanya mengistilahkan para peminum ini sebagai manusia yang telah melampaui batas manusianya.

Pasalnya, mereka sudah ada di posisi yang tinggi. Jika sudah bersentuhan dengan minuman, mereka ini biasanya melakukan hal-hal yang tidak bisa nalar oleh mereka yang bukan peminum.

Mengamati perilaku orang mabuk di kampung saya, ada beberapa hal yang bisa saya ceritakan sebagai gambaran. Saya sangat yakin, hal yang sama mungkin juga terjadi di tempat-tempat dengan tradisi minum alkohol yang kuat.

#1 Si rese kalau lagi mabuk

Saya kira kelompok ini tidak hanya ada di kampung saya. Di semua tempat punya pemabuk dengan kategori ini. Mereka biasanya didominasi oleh remaja tanggung yang sedang panas-panasnya. Saya yakin, bang Haji Rhoma membuat lagu “Darah Muda” ditujukan untuk kelompok pemabuk ini.

Kelompok rese ini, memiliki beberapa template yang dilakukan saat sudah mabuk dan siap rese. Paling banyak, mereka bikin rese di acara joget yang biasanya dilakukan malam sebelum hajatan. Mereka sengaja saling senggol lalu saling teriak, dan sepersekian detik terjadilah huru-hara yang mereka inginkan.

Selain saling senggol, ada cara lain, mencari musuh yang sudah diincar sejak lama. Bisa musuh yang memang saling incar satu sama lain, bisa juga yang sekadar tidak suka sama yang diincarnya. Yang paling nggatheli, rese dengan lawan yang terlibat konflik asmara.

Ada juga orang mabuk yang resenya nggak kira-kira. Saat masih aktif sebagai peminum, abang saya yang masuk kategori pemabuk tipe ini pernah menggoyang-goyang nisan kuburan sambil teriak-teriak, “Banguunnn Bapak, Banguuuunnnnn!!!” Padahal waktu itu, bapak saya belum juga meninggal. Anak biadab!

#2 Si bijak kalau lagi mabuk

Saat mudik 2010, malam pertama puasa Ramadan waktu itu, seperti biasa saya berkunjung ke keluarga dekat. Sekadar untuk salam-sapa agar keluarga dan tetangga tahu bahwa saya mudik tahun ini.

Baca Juga:

Konten tidak tersedia

Lantaran banyaknya keluarga, saya melewati rutinitas setiap mudik saya ini sampai waktu selesai tarawih. Bertemulah saya dengan seorang kawan sekolah saya dulu yang sudah menikah dan saat itu istrinya sedang hamil.

Dari bau mulutnya, saya sudah bisa menebak bahwa si teman ini habis minum-minum. Sepertinya, ia sedang di kondisi puncak mabuknya. Jalannya memang tidak sempoyongan, tapi dari gaya bahasanya yang seperti anak kecil baru belajar ngomong, kita sudah bisa memakluminya.

Mulailah “si bijak kalau lagi mabuk ini” bercerita ngalor ngidul. Hampir semua yang diceritakannya adalah hal bijak dan hikmah kehidupan yang sudah dijalaninya selama ini.

Di antaranya, perihal tidak lanjut sekolah saat usianya masih belasan dulu. Termasuk keputusannya menikah yang penuh drama dan kontroversi. Teman saya yang sungguh bijaksana ini seperti memiliki segudang cerita hikmah dan kebijaksanaan yang disimpannya.

Anehnya, sepanjang pembicaraan yang sampai masuk waktu sahur itu, saya hanya manggut-manggut atau mengiyakan. Bajingan sekali, aku mabuk oleh pembicaraan orang mabuk.

#3 Si psiko

Perbedaan kelompok pemabuk ini dengan kelompok rese adalah apa yang mereka tampilkan setelah huru-hara muncul. Jika si rese biasanya akan selesai urusan ketika dilerai orang banyak, tidak dengan kelompok ini. Masalahnya, mereka bawa senjata tajam. Ya, minimal keris, lah. Ada yang bawa parang panjang ataupun samurai. Ada yang mau melerai?

Hal yang tidak bisa dianggap sepele ketika mereka menemukan lawan yang menerima tantangan. Saling tebas tidak bisa dihentikan. Biasanya sampai pada kondisi ketika salah satu atau salah duanya sudah terkapar. Darah menyembur ke mana-mana. Dan orang-orang, terutama cewek-cewek sudah pada histeris menyaksikan adu parang dan adu jimat itu.

Untungnya, sejauh yang saya tahu, selama para psiko ini menginvasi dalam kondisi mabuk yang sampai menyebabkan perkelahian menggunakan sajam, belum pernah ada yang sampai meninggal. Maksimal luka parah dan sekarat.

#4 Si bodo amat

Saya benci dengan alkohol, dan ini berimbas membenci siapa saja yang melakukan agenda minum-minum. Nah, khusus untuk kelompok bodo amat ini, saya masih bisa sedikit rispek.

Dalam kondisi mabuk, orang-orang ini biasanya bodo amat dengan kejadian apa pun di sekitar mereka. Kalau itu bukan urusan mereka, mereka tidak mau ngurusi. Bahkan andaikata itu ada kaitannya dengan mereka, mereka kadang menolak terlibat demi menghindari kejadian lebih rumit dan panjang.

Kelompok ini, di kampung saya didominasi oleh orang-orang tua yang sudah melampaui jam minum lebih dari 10.000 gelas. Mereka hanya minum untuk sekadar merasakan sensasi mabuk. Mereka lalu akan pulang ke rumah dan tidur.

Atau jika di rumah dirasa tidak akan diterima baik oleh istri dan anak-anaknya, mereka akan mencari tempat yang nyaman untuk istirahat. Di tempat tersebut, mereka akan menghilangkan efek mabuk dari alkohol yang mereka konsumsi. Lantas, mereka pulang ke rumah masing-masing dengan tenang. Sungguh, damai sekali, bukan?

Penulis: Taufik
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2021 oleh

Tags: orang mabuk
Taufik

Taufik

Ide adalah ledakan!

ArtikelTerkait

Konten tidak tersedia
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Polban, "Adik Kandung" ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

18 Januari 2026
Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda PCX 160 Dibuat Ceper, Modifikasi Motor yang Saya Harap Lenyap dari Jalanan

19 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

Kasta Nescafe Kaleng di Indomaret dari yang Berkelas sampai yang Mending Nggak Usah Ada

19 Januari 2026
Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan  Mojok.co

Pengendara Jogja Jarang Klakson Bukan Berarti Mereka Beradab di Jalan dan Layak Jadi Teladan 

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.