Semarang sering kali hanya diingat sebagai kota pelabuhan yang hawanya hobi mengajak perang. Padahal, di balik citra kota industri yang rawan banjir, terselip sudut-sudut yang mampu membasuh lelahnya jiwa dan raga. Serunya lagi, sejumlah tempat healing underrated ini nggak bakal memaksa dompet menangis meraung-raung lantaran dipaksa kehilangan isinya.
Menemukan tempat untuk sekadar menarik napas panjang di Kota Atlas sebenarnya bukan perkara sulit. Asalkan, mau sedikit blusukan. Kalau berhasil sampai sana, ada kebanggan tersendiri yang membuncah saat bisa menghadiahi ketenangan batin bagi diri sendiri. Nggak perlu jauh-jauh ke Bandungan, apalagi mendaki sampai Kopeng.
#1 Hutan Wisata Tinjomoyo, paru-paru kota di tengah panasnya Semarang
Tinjomoyo adalah jawaban telak bagi siapa pun yang butuh asupan oksigen murni tanpa harus jauh-jauh kabur ke luar kota. Dulunya, lahan luas ini merupakan kebun binatang. Namun setelah dipugar, kini bertransformasi menjadi lokasi pelarian paling pas dari keruwetan Kota Lumpia.
Daya tarik paling anyarnya adalah jembatan kaca yang siap menguji nyali siapa pun yang berani berdiri di ketinggian. Buat menjajal sensasi gemetar di atas kaca, pengunjung cukup merelakan uang Rp15.000. Tapi kalau cuma niat jalan-jalan cantik di bawah naungan pohon, tiket masuknya sebatas Rp 6.000 saja.
#2 Duo maut debur ombak dan pesawat melintas bisa ditonton di Pantai Tirang
Dulunya, tempat ini adalah pulau kecil bernama Pulau Tirang yang rimbun dengan tanaman bakau. Namun, abrasi hebat mengubahnya menjadi garis pantai yang kini jadi jujukan wisata murah meriah. Buat masuk ke sini Pantai Tirang Semarang hanya dipungut Rp5.000 dari hari biasa. Dan, naik dua kali lipatnya menjadi Rp10.000 saat akhir pekan.
Meski akses jalannya agak menantang karena harus menyusuri kawasan tambak, segala kerepotan itu akan terbayar lunas. Sebab, melihat matahari terbenam ditemani pemandangan pesawat yang melintas rendah tepat di atas kepala dengan latar belakang debur ombak adalah tontonan yang nggak ternilai harganya.
#3 Panggung cakrawala di Bukit Senja Tembalang, cocok buat kaum mendang-mending
Sesuai namanya, bukit ini adalah tribun alami bagi para pemuja senja amatir dengan kantong pas-pasan. Banyak yang mengenalnya sebagai Bukit Senja Undip atau Diponegoro. Alasannya jelas, lokasinya memang bertetangga dekat dengan kampus ternama di Semarang tersebut.
Dengan tiket masuk yang hanya selembar Rp 2.000, tempat ini menawarkan kemewahan berupa hamparan kota dari ketinggian dan belaian angin sore yang menenangkan. Berada di sini seolah meyakinkan siapa saja yang mampir bahwa seberat apa pun masalah hidup hari ini, hari esok akan selalu datang membawa kesempatan baru.
#4 Wisata nostalgia Kampung Wisata Taman Lele di tengah modernisasi Semarang
Meski namanya terdengar sangat lokal, Taman Lele tetap berdiri kokoh sebagai destinasi legendaris yang pas buat disambangi bersama keluarga di tengah pengembangan Kota Semarang. Nggak hanya menawarkan wisata alam dan taman hiburan, fasilitasnya pun tergolong lengkap. Mulai dari penginapan hingga jogging track.
Dengan harga tiket masuk yang berkisar antara Rp8.000 hingga Rp13.000, pengunjung sudah bisa kembali terhubung dengan alam. Misalnya, ingin menambah keseruan dengan berenang atau naik becak air, cukup siapkan tambahan Rp 10.000 saja untuk masing-masing wahana.
Keempat tempat di atas membuktikan bahwa waras itu nggak harus mahal. Pun, tenang juga nggak melulu harus diuber ke tempat yang jauh. Semarang memang panas dan berisik. Tapi, kota ini selalu punya cara untuk memeluk warganya melalui sudut-sudut bersahaja dan merakyat yang sering kali terlewatkan.
Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA 4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
