4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut Terminal

4 Rekomendasi Motor untuk Menghadapi Banjir Lamongan yang Tak Kunjung Surut (unsplash.com)

Rekomendasi motor untuk menyiasati banjir Lamongan. 

Saya sudah lelah dengan banjir di Lamongan yang datang dan pergi selama 4 bulan terakhir. Berbulan-bulan situasinya begitu saja, tidak ada perbaikan atau tindakan yang serius dari pemerintah. Bahkan ada beberapa wilayah yang parah sekali genangannya. Air tidak hanya masuk ke sawah atau permukiman, tapi juga menutup jalan utama. 

Bayangkan saja, jalur yang seharusnya menjadi urat nadi mobilitas malah berubah seperti sungai dadakan. Kendaraan lewat pelan-pelan, mereka menebak-nebak kedalaman air dan lubang yang tak kasat mata. Beberapa kendaraan lain memilih menuntun kendaraannya bahkan memutar arah. Bisa-bisanya jalur seramai itu tetap banjir berbulan-bulan.

Saking lelahnya warga akan banjir Lamongan, isu ini sempat ramai di media sosial X. Banyak warga mengunggah foto dan video genangan yang tidak kunjung surut. Saya sempat berharap percakapan itu bisa lebih besar lagi, supaya perhatian terhadap masalah ini juga semakin luas.

Di tengah obrolan itu, ada satu komentar yang justru menarik perhatian saya. Ia menanyakan, “Kalau kondisi kayak gini, motornya harus pakai apa?” Pertanyaan rekomendasi motor itu terdengar lugu, tapi sebenarnya realistis. Ketika banjir sudah menjadi rutinitas, warga akhirnya dipaksa menyesuaikan diri. Salah satunya soal kendaraan.

Maka, sebagai warga lokal, saya mencoba memberi rekomendasi motor yang paling masuk akal dipakai warga Lamongan yang sering melewati jalan banjir.

#1 Honda ADV 160, rekomendasi motor matic paling aman untuk banjir ringan

Untuk kategori motor harian, pilihan paling masuk akal menurut saya adalah Honda ADV 160. Motor ini sering dianggap sebagai salah satu skuter matik yang paling siap menghadapi kondisi jalan yang tidak ideal. Desainnya memang dibuat semi-adventure, sehingga cukup tangguh ketika harus melewati jalan rusak atau genangan air.

Ada beberapa alasan kenapa motor ini cocok untuk konteks Lamongan. Pertama, ground clearance-nya sekitar 165 mm (cukup tinggi untuk ukuran motor matik). Artinya, jarak antara mesin dan permukaan jalan lebih aman ketika harus melintasi air. 

Selain itu, suspensinya panjang dan empuk, sehingga lebih stabil ketika melewati jalan berlubang yang sering tersembunyi di balik genangan. Dan, ukuran bannya lebih besar dibandingkan matik biasa. Ini membantu menjaga keseimbangan saat motor harus berjalan pelan di air.

#2 Kawasaki KLX 150 bisa jadi rekomendasi kalau banjir Lamongan sudah keterlaluan

Motor yang ini bisa jadi pilihan kalau kondisi banjir agak tinggi. Motor trail macam  Kawasaki KLX 150 justru terdengar masuk akal karena punya ground clearance yang jauh lebih tinggi dibanding motor pada umumnya. Secara kemampuan, motor ini memang tercipta untuk medan yang berat. Sehingga cocok saja digunakan ketika harus melewati jalan berlumpur atau genangan yang berlubang.

Selain itu, motor trail tidak memiliki banyak komponen rendah yang rentan terkena air. Posisi knalpot dan mesin juga relatif aman ketika harus menghadapi kondisi jalan yang buruk.

Dengan kata lain, kalau Lamongan terus begini, mungkin motor trail pelan-pelan akan terasa seperti kendaraan paling realistis.

#3 Banjir Lamongan persoalan sepele untuk Harley-Davidson 

Saya pernah membaca artikel yang mengatakan selama Perang Dunia II, militer Amerika pernah mengoperasikan sepeda motor legendaris seperti Harley-Davidson WLA 1942. Iya, Motor ini dirancang untuk kondisi ekstrem. Dan saya kira untuk jalan yang sudah terendam banjir berbulan-bulan maka perlu kendaraan yang dibuat untuk menghadapi kondisi terburuk.

Iya, untuk harga memang mahal. Bahkan sangat mahal. Namun, sepadan kok dengan yang didapat. Jika agak kesusahan mencari model tersebut, saya kira jenis motor dengan genre serupa juga cocok saja untuk pertempuran dengan jalan yang ugal-ugalan itu.

#4 Motor boat mungkin akan dibutuhkan ketika kelak Lamongan berubah jadi selat

Motor boat merupakan rekomendasi motor terakhir ketika kondisi jalan menyerupai selat. Iya, jika kalian mencari berita, ada wilayah di Lamongan yang sampai harus membuat jembatan darurat dari bahan seadanya supaya kendaraan bisa lewat. Sialnya, jembatan itu ikut terendam lagi ketika air naik.

Di beberapa tempat, warga bahkan sempat menjalankan aktivitas ibadah dengan perahu. Iya, jumatan di atas perahu. Edaan memang. Itu mengapa, kalau kita berbicara opsi kendaraan yang benar-benar realistis, mungkin opsi keempat ini justru paling pas. Sebab, motor yang dibutuhkan bukan lagi hanya bisa jalan di aspal, melainkan di jalan yang sudah dilalui perahu sehari-hari.

Saya sih berharap rekomendasi ini jangan sampai diikuti oleh pembaca sekalian, khususnya warga Lamongan. Sebab, sebagai warga Lamongan kita berhak mendapatkan tempat tinggal yang layak, tidak kebanjiran maupun hal buruk lain. Capek juga tiap hari warganharus bersiasat bertahan hidup sendirian. Rekomendasi macam ini seharusnya tidak pernah ada.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Penyesalan “Membuang” Yamaha F1ZR Marlboro yang Kini Harganya Naik Lebih dari 10 Kali Lipat.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version