Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
16 Agustus 2025
A A
4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih

4 Perbedaan Kuliah Jenjang D4 dan S1 yang Perlu Dipahami biar Nggak Salah Pilih (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Meski sama-sama kuliah 4 tahun dan lulusannya disebut “sarjana”, ternyata D4 dan S1 berbeda~

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi nggak sama seperti memilih rasa Pop Ice di kantin. Keduanya memang sama-sama punya banyak sekali pilihan. Tapi bedanya, pilihan di perguruan tinggi akan menentukan masa depan secara signifikan, entah itu dari kampus, jurusan kuliah, hingga jenjang yang dipilih.

Bagi lulusan SMA sederajat, salah satu masa yang paling penting adalah sewaktu memilih jalan mana yang akan ditempuh setelah lulus. Kalau kuliah, apakah mau lanjut untuk mencari ilmu dan gelar di jenjang diploma atau sarjana.

Nah, selama ini banyak sekali orang yang sebenarnya belum tahu perbedaan keduanya, khususnya D4 dan S1. Keduanya memang serupa karena bisa diambil setelah lulus SMA sederajat, lulusannya sama-sama disebut sarjana, dan sama-sama kuliah dengan jangka waktu empat tahun. Walaupun begitu, sebenarnya D4 dan S1 itu berbeda. Berikut ini perbedaannya.

#1 Fokus pembelajaran dan pendidikannya berbeda

“Tempat main” mahasiswa D4 dan S1 itu berbeda karena keduanya punya fokus pembelajaran dan pendidikan yang nggak sama. Mahasiswa S1 lebih banyak tuntutan akademik berupa teori dan riset. Mereka lebih banyak baca jurnal dan bikin output berupa paper akademik. Berbeda dengan D4 yang lebih banyak praktik dan memoles keterampilan. Oleh karena itu D4 dan saudara-saudaranya yang lain masuknya ke klaster vokasi yang lebih mengutamakan praktik.

Mengingat D4 lebih banyak praktik, otomatis cakupan pembelajaran teoritis yang mereka pelajari lebih sedikit dibandingkan mahasiswa-mahasiswa S1. Kalau mahasiswa S1 belajar teori sebanyak 60 persen dan praktik 40 persen, berbeda dengan mahasiswa D4 yang porsi praktiknya 60 persen dan teorinya hanya 40 persen.

#2 Output dan syarat lulus D4 dan S1 berbeda

Nanti saat sudah menempuh kurang lebih delapan semester belajar di bangku perkuliahan, mahasiswa S1 dan D4 akan dipusingkan oleh hal yang berbeda. Mahasiswa S1 akan berhadapan dengan skripsi sebagai syarat kelulusan. Sebagian besar jurusan di S1 pun nggak mewajibkan mahasiswanya untuk magang sebelum lulus.

Kita bakal melihat fenomena yang berbeda di kalangan mahasiswa D4. Mereka akan disibukkan dengan magang sekaligus tugas akhir. Biasanya mahasiswa D4 wajib magang untuk menyalurkan skill yang mereka pelajari selama kuliah sekaligus juga membangun pengalaman kerja.

Baca Juga:

Alasan Saya Lebih Nyaman Diajar Dosen Muda daripada Dosen Tua

Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang

#3 Tujuan lulusannya pun berbeda

Sistem pembelajaran yang menempa mahasiswa D4 dan S1 yang berbeda ini pun akan menciptakan kualitas lulusan yang berbeda. Mahasiswa S1 yang selama perkuliahan banyak diajari teori dan penulisan akademik nantinya akan lebih siap untuk menjadi akademisi dan peneliti. Mahasiswa S1 pun cenderung lebih berprospek untuk lanjut kuliah ke jenjang berikutnya berkat bekal yang mereka dapatkan selama kuliah.

Sementara itu, mahasiswa D4 jauh lebih siap untuk masuk ke dunia kerja. Dengan jurusan yang sudah spesifik ditambah dengan praktik kerja lapangan yang sangat sering mereka lakukan, mereka akan lebih “laku” di dunia kerja. Keterampilan teknis jauh lebih kaya dibandingkan lulusan S1.

#4 Gelar lulusan D4 dan S1 pun berbeda

Walaupun mahasiswa D4 dan S1 sama-sama kuliah empat tahun, gelar yang mereka dapatkan saat wisuda berbeda, lho. Kalian mungkin notice saat melihat story ucapan untuk seseorang yang baru saja selesai sidang atau wisuda.

Mahasiswa D4 akan lulus dengan gelar sarjana terapan. Biasanya ada sisipan “Tr” di gelar mereka, contohnya S.Tr.Kes atau sarjana terapan kesehatan. Mereka ini alumni program studi D4 kebidanan, kesehatan masyarakat, radiologi, atau fisioterapi. Ada pula gelar Sarjana Terapan Akutansi (S.Tr.Ak.) dan ada juga Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial (S.Tr.Sos.).

Sementara itu, mahasiswa S1 akan lulus dengan gelar sarjana ditambah dengan bidang ilmu yang dipelajari selama kuliah. Misalnya sarjana teknik (S.T.), sarjana hukum (S.H.), sarjana farmasi (S.Farm), hingga sarjana pendidikan (S.Pd.).

Itulah beberapa perbedaan antara pendidikan jenjang D4 dan S1. Keduanya setara, nggak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Tapi sebelum memilih di antara keduanya, pastikan dulu kamu berencana jadi apa setelah lulus nanti. Jangan sampai salah pilih, yaa.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Wisuda S2 Kalah Heboh Dibanding Wisuda S1, padahal Lulusnya Lebih Susah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2025 oleh

Tags: D4gelar sarjanaKuliahMahasiswaS1sarjanasarjana terapan
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Apa Salahnya Lulusan Sarjana Jadi Debt Collector? Pekerjaan Ini Legal dan Punya Etika kok Mojok.co

Apa Salahnya Lulusan Sarjana Jadi Debt Collector? Pekerjaan Ini Legal dan Menghasilkan kok

2 Januari 2024
Sejarah Sunyi Karangmalang Sleman, Dusun yang Terlihat Semenjana, padahal Pencetak Sarjana Terbanyak di Indonesia gelar sarjana

Punya Ijazah Sarjana dan Segudang Pengalaman Nggak Jadi Jaminan Dapat Kerja, Saya Tetap Miskin dan Krisis Keuangan

8 Mei 2025
Dosa Purwokerto kepada Dunia Literasi (Unsplash) grendeng

Grendeng, Pusat Kemacetan di Purwokerto, Konsekuensi dari Peningkatan Jumlah Mahasiswa Tanpa Antisipasi

23 November 2023
Budaya Memanggil Gelar itu Sudah Final, Prof. Ariel Heryanto! terminal mojok.co

Catatan Anak Desa yang Pulang ke Rumah Selepas Sarjana

29 November 2019
asrama mahasiswa

Sosok Penghuni Asrama Mahasiswa yang Sebenarnya

11 Oktober 2019
Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

Kantin Kejujuran, Tempat Paling Nikmat bagi Orang Brengsek Beraksi dan Bikin Rugi

14 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

Pasar Gedang Lumajang, Pusat Ekonomi Warga Lokal yang Menguji Kesabaran Pengguna Jalan

6 Januari 2026
Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar Mojok.co

Jangan Bergaul dengan 5 Tipe Orang Ini agar Skripsi Cepat Kelar

5 Januari 2026
Mobil Innova Reborn, Mobil yang Bisa Dianggap sebagai Investasi Terbaik sekaligus Mesin Penghasil Uang innova reborn diesel

Saya Akhirnya Tahu Kenapa Innova Reborn Diesel Dipuja Banyak Orang, Beneran Sebagus Itu!

7 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

Bukannya Upgrade Diri, Malah Nyalahin dan Bilang LinkedIn Aplikasi Toksik, Aneh!

5 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • “Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah”: KDRT Tidak Selalu Datang dari Kekerasan, tapi Juga Lewat Ketidakpedulian 
  • Lalu-lalang Bus Pariwisata Jadi “Beban” bagi Sumbu Filosofi Jogja, Harus Benar-benar Ditata
  • Sensasi Pakai MY LAWSON: Aplikasi Membership Lawson yang Beri Ragam Keuntungan Ekslusif buat Pelanggan
  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.