Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Saya Rindukan dari Kota Bandar Lampung

Muhammad Fariz Kurniawan oleh Muhammad Fariz Kurniawan
4 Agustus 2021
A A
4 Hal yang Saya Rindukan dari Kota Bandar Lampung terminal mojok.co

4 Hal yang Saya Rindukan dari Kota Bandar Lampung terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ah, sudah dua tahun lamanya saya tak mengunjungi Kota Bandar Lampung. Bukan tanpa alasan saya belum mengunjungi ibu kota dari Provinsi Lampung itu lagi. Kesibukan serta pandemi Covid-19 yang belum usai ini menjadi penyebab kaki saya tak kunjung menyebrang dari Jakarta ke sana.

Lama tak mengunjungi Bandar Lampung tentu menumbuhkan semacam benih-benih kerinduan di dalam dada. Pasalnya, saya memiliki banyak tetangga dan teman di masa sekolah yang tinggal di Kota Tapis Berseri tersebut. Ingin rasanya melihat bagaimana mereka yang sekarang.

Tentu bukan hanya keberadaan para relasi saja yang membuat saya rindu akan Kota Bandar Lampung. Setidaknya ada empat hal yang membuat saya ingin menginjakkan kaki kembali di kota tersebut.

#1 Makan ikan simba

Selama tinggal di Jakarta, saya begitu merindukan keberadaan salah satu jenis ikan laut. Saya belum lagi menemukan apalagi menyantap ikan tersebut di daerah metropolitan yang tercinta ini. Adapun ikan yang saya maksud tersebut adalah ikan simba.

Simba sendiri menjadi ikan terlezat yang pernah saya santap hingga detik ini. Dagingnya begitu padat dan juicy. Sementara tulangnya tergolong besar dan keras. Sayangnya, harga per kilogram dari ikan simba tergolong mahal. Dengan demikian, saya tidak bisa menyantapnya setiap saat. Hehehe.

Sewaktu mama saya masih hidup dan tinggal di Bandar Lampung, beliau beberapa kali memasak ikan simba untuk saya. Biasanya, sih, digoreng balado. Ketika ia tersaji di atas meja makan, saya tidak bisa menolaknya. Terlebih di saat perut saya sedang keroncongan.

#2 Belanja di Chandra

Chandra adalah pusat perbelanjaan yang bisa dibilang ikonik di Lampung. Khususnya di daerah Bandar Lampung. Saya sendiri belum pernah menemukan cabang dari pusat perbelanjaan ini di di daerah saya bermukim sekarang.

Setidaknya, ada dua versi dari pusat perbelanjaan Chandra yang saya kenal hingga saat ini. Pertama adalah Chandra Super Store (dalam hal ini saya menyebutnya sebagai Chandra pusat) yang terletak di daerah Tanjung Karang. Kedua adalah Chandra Mart yang merupakan versi mini dari Chandra Super Store.

Baca Juga:

Saya Kaget Beli Pecel Lele di Bandar Lampung: Sambalnya Mentah, Lelenya Dua Ekor

Dear Pemerintah Bandar Lampung, Banyak Hal yang Lebih Urgent Dibanding Membangun Kereta Gantung

Saya sendiri tidak tahu pasti bagaimana kabar atau situasi dari pusat perbelanjaan Chandra sekarang. Namun, saya kemudian mendapatkan segelintir kabar tentangnya dari Papa. Menurut beliau, baik Chandra Super Store maupun Chandra Mart masih dipadati oleh pengunjung meskipun gelombang pandemi Covid-19 menghantam.

#3 Jalan-jalan di PKOR Way Halim

PKOR Way Halim merupakan salah satu tempat yang terbilang hits di Bandar Lampung. Tempat ini memuat berbagai sarana untuk berolahraga. Salah satunya dan yang paling terkenal adalah Stadion Sumpah Pemuda yang menjadi markas dari Badak Lampung FC.

Di samping itu, PKOR Way Halim (lebih tepatnya bagian alun-alunnya) sering digunakan untuk kegiatan pameran dan pasar malam. Biasanya, sih, kegiatan tersebut digelar pada bulan Agustus. Ketika sedang berada di Bandar Lampung, saya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi pagelaran tersebut.

PKOR Way Halim adalah tempat yang begitu spesial bagi saya. Selain terbilang dekat dari rumah, tempat ini menjadi latar dari berbagai peristiwa hidup yang pernah saya alami. Mulai dari bermain bola dan sepeda, dikejar anjing, hingga bolos sekolah.

#4 Makan Bakso Sony

Lagi dan lagi saya kembali menyebut Bakso Sony di dalam tulisan. Cita rasa dagingnya yang gurih dan sedikit manis benar-benar tak bisa musnah dari benak saya. Pada akhirnya, ia menjadi alasan mengapa saya ingin menapaki kembali Kota Bandar Lampung.

Selain menjual bakso, Restoran Bakso Sony juga menjual makanan lainnya seperti pempek. Rasanya bisa dibilang enak. Oleh karena itu, saudara-saudara (terutama Bunda saya) sering meminta untuk dibawakan pempek Sony ketika papa saya berkunjung ke Jakarta.

Sayangnya, ada kabar buruk yang menimpa Restoran Bakso Sony pada bulan Juli lalu. Restoran bakso legendaris tersebut menutup gerainya yang ada di Kota Bandar Lampung. Saya pribadi sangat menyayangkan hal tersebut. Akan tetapi, mau dikatakan apalagi kalau kata Mbak Raisa.

Ah, semoga saja pandemi Covid-19 bisa segera cepat angkat kaki dari negara yang tercinta ini. Saya ingin mengunjungi Bandar Lampung untuk mencari bahan sekaligus inpirasi tulisan yang terbarukan. Kalau beruntung, semoga saya bisa berjumpa kembali dengan cinta yang telah lama hilang itu. Uhuk uhuk.

Sumber Gambar: YouTube Nirmala Media

BACA JUGA Hal Unik yang Saya Temukan Saat Bermukim di Kota Bandar Lampung dan tulisan Muhammad Fariz Kurniawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 21 September 2021 oleh

Tags: bakso sonybandar lampungmakan ikan simbaNusantara Terminal
Muhammad Fariz Kurniawan

Muhammad Fariz Kurniawan

Penulis sejak 2020, senang menulis hal-hal receh yang muncul dari pengamatan, obrolan ringan, dan keseharian.

ArtikelTerkait

balon udara tanpa awak ponorogo mojok

Balon Udara Ponorogo: Apakah Tradisi Perlu Dipertahankan Jika Penuh Bahaya?

31 Mei 2021
Beberapa Hal yang Harus Diketahui Sebelum Kuliah, Menangis, dan Tertawa di Palangka Raya terminal mojok

Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Kuliah, Menangis, dan Tertawa di Palangka Raya

10 Agustus 2021
bondowoso kota sejuta julukan mojok

Bondowoso, Kota Sejuta Julukan

12 Agustus 2021
Budaya Pekewuh yang Hanya Mitos di Masyarakat Kita terminal mojok

Budaya Pekewuh yang Hanya Mitos di Masyarakat Kita

6 Agustus 2021
Wartawan Adalah Profesi yang Sering Disalahpami Orang Desa Saya terminal mojok

Wartawan Adalah Profesi yang Sering Disalahpahami Orang Desa Saya

4 Juni 2021
Surat Rahwana kepada Sinta terminal mojok.co

Surat Rahwana kepada Sinta

20 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7 Mojok.co

4 Spot Jogja yang Jadi Populer karena Sosok Pak Duta Sheila On 7

10 Januari 2026
5 Hal yang Tidak Orang Katakan Soal Beasiswa LPDP Mojok.co

5 Hal yang Orang-orang Jarang Katakan Soal Beasiswa LPDP

10 Januari 2026
Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Sambil Kerja Adalah Petarung Sesungguhnya, Layak Diapresiasi

16 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.