Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Hal yang Bikin UIN Jauh Lebih Unggul dari UI

Nasrulloh Alif Suherman oleh Nasrulloh Alif Suherman
2 April 2020
A A
Mahasiswa Bandung yang Kuliah di ITB, UNPAD, UNPAR, UPI, dan UNISBA Punya Ciri Masing-masing terminal mojok.co

Orang Sukabumi Sebut UINMahasiswa Bandung yang Kuliah di ITB, UNPAD, UNPAR, UPI, dan UNISBA Punya Ciri Masing-masing terminal mojok.co Jakarta Itu Cabang dan UIN Bandung Pusatnya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Semisal ada yang mengadakan survei kepada seluruh anak sekolah menengah di seluruh Indonesia, khususnya Jabodetabek, yang pertanyaannya apakah mereka ingin masuk Universitas Indonesia, saya haqqul yaqqin sebagian besar dari mereka akan menjawab “iya”. Melihat reputasi UI, saya pikir sedikit kemungkinan ada yang menolak untuk masuk universitas paling terkemuka di negeri ini. Apakah saya termasuk? Tentu, jika saya adalah seorang yang duduk di bangku sekolah menengah.

Sampai sekarang saya sudah semester tua pun masih ada sedikit keinginan masuk Universitas Indonesia. Sedikit flashback, dulu saat lulus dari pesantren saya langsung gercep mengikuti semua ujian masuk universitas negeri. Dari semua kampus, saya hanya memilih Universitas Indonesia. Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, dan sampai Simak-UI. Iya, yang terakhir adalah jalur mandiri untuk masuk Universitas Indonesia. Itulah saya yang dulu sangat ambisius untuk masuk universitas tempat Soe Hok Gie belajar tersebut.

Tapi takdir berkata lain, rejeki saya pun juga ikutan mengamini. Tidak ada yang lulus dari sekian pilihan masuk jurusan di UI. Akhirnya, saya berlabuh ke sebuah universitas yang juga di pinggiran Jakarta, yang lokasinya pun agak mirip dengan UI, terletak di luar Jakarta tapi masuk administrasi Jakarta. Iya, kampus ini masih UI juga. Tapi nambah huruf dibelakangnya, nambah huruf ‘N’ alias UIN (Universitas Islam Negeri). 

Setidaknya saya masuk di jurusan yang mirip dengan jurusan yang saya pilih di UI, jurusan itu sejarah. Sama dengan nama universitasnya. Jika di UI jurusan sejarah namanya ilmu sejarah, di UIN namanya adalah sejarah peradaban islam. Tambah kalimat islam dibelakangnya. 

Selama saya berkuliah di UIN, terkadang masih ada pikiran kenapa ya tidak keterima? Padahal jurusan yang dipilih juga jurusan yang jarang peminatnya. Tapi, sudahlah mau dikata apa lagi. Sekarang pun sudah semester tua dan mau lulus (aamiin) masa mikir mau masuk kampus UI lagi? Ya boleh saja, tapi masuk S2 jangan mikirin sarjana lagi wkwk. 

Tapi setelah kuliah di UIN, saya ngerasa kalau UIN itu nggak buruk-buruk amat kok. Malah ada beberapa hal yang bikin UIN lebih unggul dari UI. Loh serius! Kalau nggak percaya, ini bukti UIN lebih unggul dari UI:

Pertama: UIN itu tersemat ‘negeri’ dibelakangnya 

Ini adalah keunggulan dari UIN yang paling utama, dan sering kami unggulkan dari UI. Keunggulan ini sudah lumrah, dan sudah menjadi pengetahuan umum bagi kami mahasiswa UIN. UI itu swasta! Lihat saja, tidak ada tersemat ‘negeri’ di belakangnya! Kalau UNJ, masih ada ‘negeri’ di tengahnya. Kalau UI? Tidak ada kan! Makanya, masuk ke UI negeri alias UIN. 

Kedua: UIN lebih deket ke mana-mana

Kalau ini juga tidak bisa diabaikan. Ketika kita tahu UI itu luasnya naudzubillah sudah seperti taman nasional saja. Selain itu, akses yang jauh ke mana-mana membuat kita susah jika ada urusan administrasi. Kalau tidak punya motor atau kendaraan pribadi? Saya kira goodbye saja, karena akan kerja keras dua kali lipat. Sukurin. Kalau UIN bagaimana? Jangan salah, kampus kami ini akses kemana-mana pun mudah! Ingin ke perpustakaan? Guling-guling saja, sampai. Ingin ke rektorat? Sleding saja, sampai. Pokoknya serba dekat karena sempit UIN tidak mau membuat susah mahasiswa. 

Baca Juga:

Niat ikut organisasi mahasiswa di UIN cuma mau cari teman, malah jadi terpaksa ikut pengkaderan yang rumit

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

Ketiga: Tersebar di beberapa titik 

Anda kalau masuk UI terkadang berpikir, apakah akan pulang-pergi atau ngekos bukan? Jangan khawatir, kalau di UIN itu sudah terselesaikan! Kini UIN sudah tersebar di beberapa titik. Ada yang di Pisangan! Jika anda orang Cirendeu seterusnya sampai Pamulang, pilihlah kampus 3 yang berisi Fakultas Adab dan Humaniora. Anda orang Depok? Pilih saja kampus 4, terletak di Sawangan, kalian tidak usah capek-capek memikirkan bensin. Sudah dekat! Kini UIN sudah seperti bimbel. 

Keempat: Kampus yang Islami

Kalau kemarin-kemarin ada yang viral soal fresh graduate UI yang minta gaji sampai 8 juta, alumni UIN insya Allah tidak akan begitu. Kami diajarkan untuk berakhlak, diajari mata kuliah yang Islami seperti praktikum ibadah dan qira’at dan para pengajar yang kebanyakan lulusan pesantren. Jadi nggak berani kami begitu, lebih tepatnya kami sungkan karena tidak etis dan sopan. Karena sering diajarkan untuk bersyukur sejak dini, lift mati hamdulillah. Lampu di kamar mandi remang-remang hamdulillah. Tikus yang tidak berakhlak yang sering muncul siang hari dekat student center, kami juga cuman bisa sabar dan bersyukur.

BACA JUGA Konten University Check yang Dianggap Ajang Pamer dan Bikin Mangkel Netizen atau tulisan Nasrulloh Alif Suherman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 2 April 2020 oleh

Tags: mahasiswa uinUIUINuniversitas
Nasrulloh Alif Suherman

Nasrulloh Alif Suherman

Alumni S1 Sejarah Peradaban Islam UIN Jakarta. Penulis partikelir di selang waktu. Sangat menyukai sejarah, dan anime. Kadang-kadang membuat konten di TikTok @waktuselang.

ArtikelTerkait

Mahasiswa UIN Nggak Wajib Nyantri, tapi kalau Nggak Nyantri ya Kebangetan lulusan UIN

Lulusan UIN Sulit Cari Kerja Itu Mitos, Kenyataan Membuktikan Sebaliknya!

5 Juni 2026
Gang Kober Depok, Wilayah Strategis Dekat UI tapi Menyiksa Pejalan Kaki

Gang Kober Depok, Wilayah Strategis Dekat UI tapi Menyiksa Pejalan Kaki

17 Oktober 2023
Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita Mojok.co

Kuliah di UIN Dipandang Sebelah Mata, Ditambah Ambil Jurusan Nggak Populer Jadi  Makin Menderita

16 April 2026
6 Kesalahan Fresh Graduate yang Kerap Dilakukan karena Tidak Diajarkan Waktu Kuliah

6 Kesalahan Fresh Graduate yang Kerap Dilakukan karena Tidak Diajarkan Waktu Kuliah

29 Desember 2023
Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

Jembatan Aborsi, Contoh Nyata Beratnya Perjuangan Kuliah di UI

1 Mei 2023
Lulusan UIN Syarif Hidayatullah (Unsplash)

Nama Resmi UIN Memang Terlalu Sulit untuk Dihapal

10 Desember 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

Penebang pohon keliling, profesi yang kerap dianggap sepele, dibayar murah, padahal taruhannya nyawa

2 Agustus 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.