Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Hal yang Membuat Orang Salatiga seperti Saya Kaget ketika Hidup di Solo

M. Rafikhansa Dzaky Saputra oleh M. Rafikhansa Dzaky Saputra
12 Desember 2025
A A
4 Hal yang Membuat Orang Salatiga seperti Saya Kaget Ketika Hidup di Solo Mojok.co

4 Hal yang Membuat Orang Salatiga seperti Saya Kaget Ketika Hidup di Solo (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dulu waktu masih SMA, saya hobi banget main ke Solo. Maklum, jaraknya cuma satu jam perjalanan dari Salatiga. Tempat nongkrongnya beragam, event-nya ramai, dan pilihan hiburannya pun jauh lebih lengkap daripada kota saya yang adem itu. Nggak heran kalau dulu saya sempat mikir “Kayaknya enak deh hidup di Solo”

Dan, benar aja, keinginan itu kesampaian. Saya kuliah di Solo, lalu merasa impian saya tercapai. Dalam bayangan saya, hidup di Solo bakal penuh aktivitas keren kayak nonton event budaya, nongkrong di kafe aesthetic, foto ala selebgram, pokoknya hidup Instagramable banget deh. Eh, setelah benar-benar tinggal di sini, saya baru tau, ternyata ada hal-hal yang nggak keliatan ketika saya hanya mampir sebagai pengunjung. Dan jujur aja, ini bikin saya kaget. Apa aja ya hal itu?

Es teh adalah keharusan di Solo

Pertama, soal es teh. Es teh ada kok di Salatiga, tapi nggak sampai level “ada di mana-mana” juga sih. Di Solo, situasinya berbeda. Es teh udah kayak kebutuhan dasar yang harus selalu tersedia. Hampir kemana kaki melangkah, pasti ada pedagang es teh. Jalan beberapa langkah, menjumpai satu penjual. Belok sedikit, eh ada lagi.

Saya rasa orang-orang solo minum es teh tuh nggak semata-mata karena haus deh. Tapi, emang udah jadi kebiasaan yang nancep di hidup mereka. Teman saya yang asli Solo aja, kalau datang ke kos hampir selalu bawa es teh atau minimal bertanya “es teh nggak?”. Kunjungannya seolah-olah nggak lengkap kalau nggak ditemani dua gelas es teh plastik yang mengembun itu.

Baru di Solo saya hampir minum es teh setiap hari, sesuatu yang nggak pernah saya lakukan di Salatiga. Di kota asal, air putih atau wedangan jadi pilihan terbaik untuk menemani hari yang penuh kesibukan. Sekarang? Air putih tetap saya minum, wedangan hilang dari rutinitas, dan es teh bisa masuk ke tubuh saya dua sampai tiga kali sehari. Jadi, apakah ini tanda bahwa saya sudah benar-benar jadi anak solo?

Panasnya Solo benar-benar di luar nalar warga Salatiga 

Aduh ini adalah hal yang bikin saya mengeluh tiap hari. Sebagai orang Salatiga, saya terbiasa hidup dalam hawa dingin. Wajar aja, kota ini ada di dataran tinggi lereng Merbabu. Malam hari sering kali masih butuh jaket karena suhu turun cukup rendah. Mandi pun cukup dua kali sehari, karena kita nggak akan berkeringat kalau nggak berkegiatan. Tidur juga selalu nyaman tanpa perlu bantuan kipas angin.

Memasuki Solo? Astaghfirullah hal adzim. Panasnya seperti dendam masa lalu. Baru di sini saya tidur pakai kipas angin nonstop dan tidak memakai selimut. Bahkan, saya mendadak punya hobi baru: mandi. Pagi, siang, sore, bahkan kadang tengah malam, rasanya pengen mandi terus. Gerahnya nggak main-main! Keringat bercucuran bahkan saat saya nggak ngapa-ngapain.

Bagi saya, Solo jam 9 pagi panasnya setara salatiga jam 11 siang. Dan, itu nggak berlebihan, emang gitu kenyataanya. Siang hari, jalan 15 meter buat cari makan aja sudah cukup membuat punggung basah keringat. Sunscreen 50 spf pun tak lupa jadi barang bawaan wajib kemana-mana.

Baca Juga:

8 Kuliner Legendaris di Solo yang Sering Disebut dan Beneran Enak 

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

Jalan satu arah yang menguji insting

Nah berikutnya masalah Jalan. Jalanan di Salatiga itu sederhana. Mau ke utara ya tinggal ke utara, mau balik ya tinggal putar balik. Jalan satu arah jumlahnya bisa dihitung jari dan jarang bikin bingung. Navigasi terasa masuk akal, bahkan untuk orang rantau sekalipun. Saya pun tumbuh dengan pola jalan lurus, jelas, dan tanpa aturan buka tutup.

Eh sampai di Solo saya langsung merasa masuk labirin. Contoh paling mudah ya Jalan Slamet Riyadi. Saya tinggal di sekitar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), jadi berangkat ke pusat kota sangat gampang. Tinggal lurus mengikuti jalan utama. Tapi kalau pulang? Itu lain cerita. Saya harus mutar-mutar menghindari jalan satu arah, masuk gang, keluar gang, dan menghafal jam buka tutup jalan. Rasanya sedang memerankan Ninja Hatori tapi versi Solo.

Nggak hanya itu, saya pun beberapa kali kena omel orang di jalan. Kenapa? Ya karena ternyata saya melewati jalan satu arah. Bukan karena nekat, tapi murni nggak tau. Banyak ruas yang bagi saya keliatanya dua arah, eh tapi ternyata enggak. Belum lagi kalau ada buka tutup jalan di jam tertentu. Orang Solo mungkin sudah hafal ritmenya, tapi bagi saya, setiap perjalanan di Solo adalah ujian mengasah insting.

Membahas perguruan silat adalah topik sensitif

Ya, ini adalah culture shock pertama saya di Solo. Di Salatiga, membahas perguruan silat itu biasa aja. Saya sering kok bahas silat sama teman-teman. Bahkan, dengan mereka yang juga aktif di perguruan. Santai-santai aja tuh. Nggak ada yang tersinggung dan nggak pernah ada masalah berarti. Malah mereka senang kalau di tanya-tanya.

Ternyata kondisi di Solo berbeda. Pernah ada momen, dalam obrolan santai, saya menyebut nama salah satu perguruan silat. Nada saya biasa aja kok, nggak ada maksud menyinggung atau provokasi. Tapi, teman asli Solo langsung menegur “Sst, ojo banter-banter ngomonge”. Obrolannya langsung canggung. Seolah saya baru aja ngucapin nama yang pantang disebut di siang bolong.

Saya pun bertanya-tanya, kenapa hal ini seperti sesuatu yang dihindari? Di Salatiga, ini hal biasa aja kok. Ternyata, kata mereka, konflik perguruan di Solo masih cukup kental, makanya pembahasannya jadi sensitif. Bahkan, stigma terhadap anak silat juga nggak terlalu baik. Nggak jarang juga, kata teman saya ya ini, kalau kamu ketahuan ikut silat, biasanya bakal jadi bahan ledekan di belakang wkwk.

Jadi, udah tau kan apa yang membuat orang Salatiga seperti saya kaget hidup di Solo? Saat ini sudah masuk tahun ketiga saya tinggal di Solo. Hal-hal yang membuat kaget sudah bisa saya terima, kecuali satu hal, panasnya Solo. Itu satu-satunya hal yang sampai sekarang dan sampai kapanpun akan membuat saya mengeluh tiap hari. Solo panas pol cah, sumpah.

Penulis: M. Rafikhansa Dzaky Saputra
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Salatiga, Tempat Slow Living Terbaik di Jawa Tengah.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Desember 2025 oleh

Tags: Es Tehorang soloperguruan silatSalatigasolosurakarta
M. Rafikhansa Dzaky Saputra

M. Rafikhansa Dzaky Saputra

Nama saya M. Rafikhansa Dzaky Saputra lahir di Salatiga, 12 Maret 2003. Saya adalah seorang conten creator. Berbekal latar belakang tersebut, saya memiliki keahlian dalam pengelolaan konten, dokumentasi visual, desain dan lain-lain. Juga seroang Alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta yang pernah berkeliaran di LPM Pabelan dan akrab dengan nasihat bahwa "sukses itu harus jadi PNS"

ArtikelTerkait

3 Kuliner Khas Solo yang Wajib Dicoba

3 Kuliner Khas Solo yang Wajib Dicoba

8 Februari 2022
Berkah Terselubung Bagi Warga Kota Solo dari Penutupan Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B (Unsplash.com)

Berkah Terselubung Bagi Warga Kota Solo dari Penutupan Jembatan Mojo dan Jembatan Jurug B

30 September 2022
Ambisi PT KAI Perluas Lempuyangan Bikin Pelaju KRL Jogja Solo Menderita (Unsplash)

Terbitnya SP3 dari PT KAI buat Warga Lempuyangan dan Bayangan Mengerikan Biaya Transport Pelaju KRL Jogja Solo sampai Setengah UMP Jogja

18 Juni 2025
4 Hal yang Tidak Akan Kita Temui di Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo

4 Hal yang Tidak Akan Kita Temui di Sepanjang Jalan Slamet Riyadi Solo

1 Oktober 2023
Angkringan Solo, Kota Sukoharjo, Surakarta. (Unsplash.com)

Kota Sukoharjo Terbuat dari Kehangatan Temu di Sebalik Tenda Angkringan Solo

27 Juni 2022
Membayangkan Tokoh 'Emily in Paris' Bertandang ke Pleret, Bantul terminal mojok.co

Rekomendasi Tempat Wisata di Solo untuk Warga Jogja yang Tidak Jauh dari Stasiun

15 Januari 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026
Sleman Tanpa UGM dan UNY Cuma Jadi Kabupaten Sunyi dan Mati

Sleman jadi besar dan hebat justru karena tidak punya “pusat kota”, kemajuan tersebar merata di segala penjurunya

26 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi Mojok.co

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

27 Juli 2026
Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.