4 Hal yang Bikin Kerja di Jakarta Itu Perlu Disyukuri

4 Hal yang Bikin Kerja di Jakarta Itu Perlu Disyukuri Terminal Mojok.co

4 Hal yang Bikin Kerja di Jakarta Itu Perlu Disyukuri (Shutterstock.com)

Sebagai orang yang pernah bekerja di Jakarta, saya ini tipe pekerja yang sering sambat bareng teman-teman sebaya saya yang bekerja di sana. Sambat tentang udaranya yang panas, macetnya yang gila-gilaan, banjir, sampai biaya hidup yang begitu tinggi. Pokoknya gitu-gitu terus.

Namun semenjak pandemi, kalau dipikir-pikir kerja di Jakarta itu enak juga ternyata. Saya malah jadi kangen. Berikut ini 4 hal yang bikin kerja di Jakarta itu harusnya saya syukuri.

Bundaran HI yang tidak pernah sepi (Shutterstock.com)

#1 Sering ketemu publik figur

Tempat wisata di Jakarta memang sedikit, ujung-ujungnya cuma pergi ke mal atau olahraga di GBK. Meskipun begitu, ada hal menarik ketika saya pergi ke mal atau olahraga di GBK: saya sering nggak sengaja ketemu publik figur ketika berada di tempat tersebut.

Secara random, saya pernah ketemu dengan artis seperti Dian Sastrowardoyo, Jeremy Thomas, atau Cinta Laura saat mengunjungi Grand Indonesia, Pondok Indah Mall, atau mal lainnya di Jakarta. Saya juga pernah nggak sengaja ketemu dengan Melanie Putria saat olahraga di GBK. Saya pengin ajak mereka foto atau minta tanda tangan, tapi rasanya sungkan. Akhirnya, ya sudah lewat aja.

Nggak cuma itu, saya sering banget berpapasan dengan iring-iringan Menteri Kabinet Indonesia Maju bahkan iring-iringan Presiden Joko Widodo yang selalu kelihatan lagi terburu-buru banget. Senang rasanya bisa melihat mereka semua rela terburu-buru demi rakyat jelata seperti saya.

#2 Masih bisa menikmati event kelas dunia

Bisa menikmati berbagai event kelas dunia yang digelar di Jakarta adalah salah satu hal yang bisa saya nikmati ketika bekerja di Jakarta. Ketika sedang di Jakarta untuk bekerja beberapa tahun yang lalu, saya sempat menyaksikan perhelatan Asian Games 2018 secara langsung di berbagai venue yang disediakan panitia. Saya bisa secara langsung merasakan bagaimana euforia masyarakat Indonesia ketika jadi tuan rumah.

Nonton konser dengan artis internasional? Mudah! (Unsplash.com)

Nggak cuma Asian Games 2018, ada juga International Book Fair dan event musik macam Java Jazz Festival. Di Kota Bandung, event kelas dunia yang digelar pastinya nggak sebanyak di Jakarta. Makanya, bisa menikmati event kelas dunia saat bekerja di Jakarta adalah salah satu hal yang selalu saya syukuri.

#3 Bisa pulang ke Bandung kapan aja

Sebagai orang Bandung, saya bisa pulang ke Bandung kapan saja saya mau. Kalau mau pulang, saya tinggal naik kereta dari Stasiun Gambir ke Stasiun Bandung dengan waktu tempuh kurang lebih hanya tiga jam. Waktu itu, harga tiket kelas ekonomi bisa saya tebus dengan harga Rp100 ribu saja. Kalaupun kehabisan tiket kereta, saya tinggal naik bus, travel, atau nebeng teman. Nggak sampai Rp200 ribu, saya sudah bisa pulang ke Bandung dengan waktu tempuh dua sampai empat jam, tergantung kepadatan lalu lintas di Tol Cipularang.

Hal serupa tidak bisa saya lakukan saat bekerja di tempat lain. Sewaktu saya bekerja di Kalimantan misalnya, pasti mustahil bagi saya untuk bisa pulang kapan saja, kan? Tiket pesawatnya mahal banget. Selain itu, nggak setiap hari ada rute penerbangan langsung ke Kota Bandung. Biasanya, saya harus terbang ke Jakarta dulu, baru lanjut perjalanan darat ke Bandung. Bisa habis duit, waktu, dan tenaga. Kecuali, kalau saya punya jet pribadi. Pasti bakal was-wes dengan mudah.

#4 Mau apa aja tersedia

Sebagai ibu kota Republik Indonesia, Jakarta adalah kota yang bisa menyediakan apa saja bagi seluruh penghuninya. Mau nonton bioskop? Tinggal pilih lokasi bioskop terdekat dari tempat tinggalmu. Mau belanja? Tinggal pergi ke pasar tradisonal terdekat atau mal terdekat dari tempat tinggalmu. Mau berobat? Tinggal pergi ke puskesmas, antre pakai BPJS atau ke Rumah Sakit Internasional terdekat dari tempat tinggalmu. Mau hiburan? Tinggal pergi ke Ragunan atau dugem di Kemang.

Trans Jakarta, salah satu transportasi andalan warga Jakarta (Shutterstock.com)

Mau naik motor, mobil, bus, KRL, monorail, bahkan bersepeda, semuanya tinggal kamu pilih. Asalkan… ada uangnya. Tidak seperti daerah lainnya di luar Jakarta yang apa-apa susah. Daerah lain, akses dan fasilitasnya nggak selengkap di sini. Iya, kan?

Itulah empat hal yang saya syukuri saat bekerja di Jakarta. Meskipun ibu kota Jakarta dikenal keras dan sangat kejam, nyatanya keberadaan hal-hal di atas patut saya syukuri. Lagian, sebentar lagi Jakarta bukan lagi jadi ibu kota. Semoga dengan itu, kekejamannya hilang, tapi kenyamanannya masih ada.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.
Exit mobile version