Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

4 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Nglaju

Muhammad Iqbal Habiburrohim oleh Muhammad Iqbal Habiburrohim
19 Desember 2021
A A
4 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Nglaju terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Mendapatkan kesempatan untuk bisa kuliah di kampus yang berlokasi di area tempat tinggal kita merupakan sebuah privilese yang luar biasa. Bagaimana tidak? Mahasiswa yang rumahnya dekat kampus bisa menghemat banyak pengeluaran seperti transportasi dan uang makan karena lokasi rumah yang dekat. Selain itu, nggak perlu kesulitan apabila ada urusan mendesak dan mengharuskan kita untuk pulang ke rumah secepat mungkin.

Coba bandingkan dengan mahasiswa perantauan yang harus jauh dari orang tua dan hidup mandiri di tempat yang asing bagi mereka. Selain itu, para mahasiswa ini juga harus memiliki manajemen keuangan yang baik agar bisa tetap hidup, terlebih untuk yang masih mengandalkan uang dari orang tua. Meskipun hal tersebut sebenarnya juga menjadi keuntungan bagi mereka sih lantaran bisa belajar hidup mandiri sejak dini.

ADVERTISEMENT

Namun, bagaimana jika terdapat tipe mahasiswa yang berada di antara kedua tipe tersebut? Kalau mau dibilang mahasiswa akamsi, mereka memiliki rumah yang cukup jauh. Tapi, kalau dibilang mahasiswa perantauan pun rumahnya nggak jauh-jauh amat. Ya benar, mahasiswa yang masuk ke tipe ini ialah mahasiswa nglaju. Mahasiswa yang masuk ke dalam kategori ini biasanya perlu menembus beberapa kabupaten terlebih dahulu untuk bisa sampai ke kampus.

Sebagai salah satu anggota dari mahasiswa nglaju, saya bakal memberikan testimoni dan membagikannya kepada kalian. Berikut ini beberapa hal nggak enaknya jadi mahasiswa nglaju.

#1 Menghabiskan banyak waktu di perjalanan

Dengan jarak rumah yang cukup jauh, mahasiswa nglaju sudah sangat kenyang dengan keadaan jalanan yang harus dilewati setiap hari. Kondisi macet, berdebu, hingga panas terik dan hujan badai rela diterjang hanya untuk bisa datang ke kampus tepat waktu. Kami memang harus mempersiapkan waktu yang lebih panjang dibandingkan mereka yang memiliki rumah atau kos di sekitaran kampus.

Apabila mahasiswa akamsi dan mahasiswa perantauan yang ngekos hanya perlu waktu paling lama 10 menit untuk datang ke kampus, mahasiswa nglaju harus memperkirakan waktu yang sesuai agar nggak terlambat. Jika sedang apes terjebak macet, perlu waktu lebih lama untuk sampai ke kampus. Kondisi tersebut otomatis juga membuat kami harus bangun dan bersiap-siap lebih awal dibandingkan mereka yang dekat dengan kampus. Untuk itu, kami juga perlu mengasah skill penerawangan kondisi jalan berdasarkan waktu keberangkatan.

#2 Boros bensin

Kebanyakan mahasiswa saat ini sedang menyukai tren self reward seperti membeli makanan mahal atau melakukan liburan yang tentunya menghabiskan biaya yang nggak sedikit. Namun, tren semacam itu sepertinya nggak berlaku untuk kami lantaran uang yang digunakan untuk self reward tadi akan lebih bermanfaat jika digunakan untuk membeli bensin yang cukup boros.

Alokasi dana yang dimiliki oleh mahasiswa lain mungkin bisa digunakan untuk jajan atau nongkrong di berbagai tempat. Namun bagi kami, alokasi dana semacam itu perlu dipikirkan sematang mungkin. Apabila perhitungan yang dilakukan kurang tepat, siap-siap saja mendorong motor yang mogok karena kehabisan bensin.

Baca Juga:

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

#3 Perlu mikir-mikir kalau mau berkegiatan di kampus

Dengan waktu dan biaya yang dikeluarkan dalam sekali PP ke kampus, kami perlu mikir-mikir terlebih dahulu apabila ingin berkegiatan di kampus. Jika kegiatan yang dikerjakan cukup penting dan menghabiskan waktu yang lama, kami mungkin bisa mengikutinya. Meskipun perlu menyusuri jalanan dan uang jajan makin berkurang, kami nggak akan merasa menyesal.

Akan tetapi, jika kegiatan yang ada nggak menghabiskan banyak waktu, kami perlu berpikir terlebih dahulu, apakah effort yang dikeluarkan untuk pergi ke kampus sebanding dengan waktu, tenaga, dan biaya yang dikeluarkan. Yakali sudah mengorbankan banyak hal untuk pergi ke kampus, tetapi kegiatan yang terlaksana hanya berlangsung selama setengah jam dan nggak terlalu penting. Mungkin mahasiswa yang berada di dekat kampus akan tetap santai, tapi kami yang nglaju rugi lah.

#4 Datang paling akhir, pulang paling awal

Seorang mahasiswa memang identik dengan bersosialisasi dan nongkrong. Ditambah lagi kegiatan tersebut jadi lebih seru karena dilakukan bersama teman terdekat. Waktu yang dihabiskan selama berjam-jam jadi nggak terasa karena semua kegiatan yang berlangsung bersifat menyenangkan.

Namun lagi-lagi mahasiswa nglaju harus rela menelan pil pahit untuk hal semacam ini. Dikarenakan posisi rumah yang cukup jauh dari lokasi tongkrongan anak kampus, tak jarang kami jadi orang terakhir yang datang saat semuanya sedang berkumpul. Tak hanya itu, kami pun harus jadi orang yang biasanya pulang paling awal karena nggak ingin berurusan dengan berbahayanya jalanan malam. Maksud hati ingin bersosialisasi dan bersenda gurau dengan kawan, eh malah berakhir tak mengenakkan.

Itulah 4 hal nggak enaknya jadi mahasiswa nglaju. Mungkin awalnya akan sulit menjalani hal-hal semacam itu, namun lama-kelamaan kami jadi terbiasa dan bahkan menikmatinya. Seperti kata pepatah, witing tresna jalaran saka kulina.

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Desember 2021 oleh

Tags: Mahasiswanglaju
Muhammad Iqbal Habiburrohim

Muhammad Iqbal Habiburrohim

Seorang lokal Yogyakarta yang menjalani hidup dengan rute yang dinamis. Berpindah dari satu koordinat ke koordinat lain demi tuntutan profesi, sembari merawat kewarasan dengan menumpahkan segala keluh kesah ke dalam barisan kata.

ArtikelTerkait

Anak TK dan SD Lebih Perlu PTM ketimbang Mahasiswa yang Udah Divaksin terminal mojok.co

Anak TK dan SD Lebih Perlu PTM ketimbang Mahasiswa yang Udah Divaksin

29 September 2021
polisi bahasa

Dipanggil Polisi Bahasa Saja Tidak Pantas, Apalagi Kamus Berjalan

15 Juni 2019
3 Hal Sepele yang Bisa Mempercepat Proses Sempro Mahasiswa Mojok

3 Hal Sepele yang Bisa Mempercepat Proses Sempro Mahasiswa

13 Januari 2024
Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua Mojok.co

Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Syarat Lulus Kuliah Itu Merepotkan, apalagi untuk Mahasiswa Angkatan Tua

10 Juni 2024
hidup tanpa circle pertemanan itu asyik dan simpel mojok.co

5 Alasan Nggak Punya Circle Itu Nggak Buruk-buruk Banget

27 Agustus 2020
Tipe-tipe Dosen Ketika Mahasiswanya Protes Nilai Akademik terminal mojok.co

Maha Benar Dosen dengan Segala Ketelatannya

19 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma Mojok.co

Harapan Jaya dan Pelita Indah, duo maut bus Tulungagung yang bikin banyak penumpang trauma

10 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.