Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
10 Februari 2021
A A
4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong terminal mojok.co

4 Hal Horor yang Kita Alami Saat Disuruh Emak Belanja ke Warung Kelontong terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai anak yang berbakti, sudah sewajarnya kita menuruti perintah orang tua. Termasuk ketika dimintai tolong untuk beli sesuatu di warung kelontong. Jangan sampai kita malah pura-pura nggak denger dan terus asyik mantengin HP. Ya, kecuali kalian-kalian mau kisah hidupnya dijadikan judul sinetron di TV, Azab Anak yang Tidak Menurut, Telinganya Terpisah Kiri dan Kanan.

Eh, tapi, bukannya telinga itu memang terpisah kiri dan kanannya, ya? Oke, lupakan.

Nah, sebagai anak bontot, dulu saya sering sekali jadi sasaran. Bentar-bentar disuruh ke warung kelontong buat beli sesuatu. Nasib. Sebenarnya nggak masalah, sih. Cuma yang bikin kesel adalah perintah-perintahnya kadang nyeleneh dan bikin horor. Seperti berikut ini.

#1 Disuruh balikin barang

Ketika disuruh emak belanja ke warung kelontong, ada saja barang yang lupa untuk dibeli. Padahal, sudah setengah mampus dihafalkan. Tapi apa daya, kadang ingatan itu jatuh di tengah jalan. Jadi pas sampai di warung, malah lupa mau beli apa. Akhirnya beli seingatnya saja. Ndilalah, salah. Disuruh balikin ke warung, deh, sama emak. Duh, males banget, asli.

Kadang juga kejadiannya begini. Disuruh beli Royco ayam, tapi berhubung Royco ayamnya habis, sama penjual dikasih Royco sapi. Kata si penjual, itu sama aja. Nah, sebagai bocah ya nurut aja, dong. Eh, begitu sampai rumah, nggak diterima sama emak. Emak tetep kekeuh pengen Royco yang rasa ayam. Si Royco sapi itu disuruh balikin dan uangnya diminta lagi.

Hoaaa… kalian juga pernah ngalamin yang kayak gini, nggak? Pengin salto banget kan rasanya? Mau balik lagi, malu. Tapi mau nolak, ntar emak malah tambah keluar taringnya. Duh. Horor banget emang.

#2 Disuruh ngutang

Kalian yang terlahir sebagai sultan pasti nggak pernah tau rasanya disuruh orang tua ngutang di warung. Bilang bayarnya ntar, nunggu gajian. Gitu katanya. Mereka, sih, enak tinggal nyuruh. Lha kita yang kena suruh? Malu, dong. Itu sebabnya kalau disuruh pergi ngutang ke warung, rasanya pengin muter ke Palestina dulu, biar lama.

#3 Bawa duit ngepas

Hal horor lain yang terjadi di masa kecil pas disuruh emak belanja ke warung kelontong adalah bawa duit ngepas. Belanjanya seabrek, tapi dibawain duit nggak seberapa. Duh. Padahal kan berharapnya ada duit kembalian biar bisa beli permen barang sebiji. Nah ini, boro-boro ada kembalian, duitnya aja kurang! Apesnya, ketika balik ke rumah dengan belanjaan yang kurang lengkap, malah diomelin. Katanya, harusnya beli aja, bayarnya nanti.

Baca Juga:

12 Kerugian yang Kita Rasakan Seandainya Warung Madura Tak Pernah Ada

5 Dosa Warung Madura yang Bikin Pembeli Mengelus Dada

#4 Disuruh nuker duit

Jauh-jauh ke warung tetangga tapi nggak beli apa-apa alias cuma mau nuker duit juga nggak kalah horor dari yang lainnya. Gimana, ya? Malu aja, gitu. Apalagi kadang muka si penjualnya juga asem-asem gimana, gitu, pas tahu kita cuma mau nuker duit. Mau bagaimana lagi? Perintah adalah perintah. Tetap harus dilakoni meskipun malu.

Namun, seiring berlalunya waktu, saya jadi bisa memahami bahwa justru dari pengalaman-pengalaman horor itulah mental teruji. Bayangkan jika saya tidak pernah dibenturkan dengan situasi horor seperti itu. Bisa-bisa saya menjelma jadi orang pemalu, yang bahkan untuk menatap matahari pun nggak mampu.

Jadi, buat kalian-kalian yang sekarang ini masih jadi “anak” suruhan emak, sabar. Ini adalah proses pembelajaran. Lakukan dengan ikhlas, nanti juga ketemu hikmahnya. Kalau nggak ketemu, berarti hikmahnya masih ngumpet. Toh, berikutnya bakal gantian kalian yang nyuruh-nyuruh anak kalian ke warung, kok. Eh.

BACA JUGA Belanja Online di Marketplace Lebih Asyik daripada di Warung Tetangga karena Bikin Bahagia dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2021 oleh

Tags: belanja ke warungmasa kecilwarung kelontong
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

anak bungsu

Nasib Menjadi Anak Bungsu: Dari Disayang Sampai Dengan Menjadi Pesuruh

26 Juni 2019
Kesaktian dan Keunikan Warung Madura di Tengah Gemerlapnya Ibu Kota

Warung Madura di Daerah Lain Buka 24 Jam, tapi Kenapa di Madura Malah Nggak Buka 24 Jam?

18 Februari 2023
4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
7 Jajanan Jadul yang Mulai Langka di Warung Kelontong Terminal Mojok

7 Jajanan Jadul yang Mulai Langka di Warung Kelontong

22 September 2022
3 Resep Warung Kelontong Anti Bangkrut (Satelitbm via Wikimedia Commons)

3 Resep Warung Kelontong Anti Bangkrut, Anti Utang, tapi Tetap Dermawan

4 Juni 2024
monopoli

Belajar Sekaligus Mengatur Keuangan dengan Permainan Monopoli

24 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Tidak Butuh Mall Kedua, Setidaknya untuk Sekarang

7 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Nekat ke Jakarta Hanya Modal Ambisi sebagai Musisi, Gagal dan Jadi “Gembel” hingga Bohongi Orang Tua di Kampung
  • Omong Kosong Slow Living di Malang: Pindah Kerja Berniat Cari Ketenangan Malah Dibikin Stres, Nggak Ada Bedanya dengan Jakarta
  • Kuliah Jurusan Sepi Peminat Unsoed Purwokerto, Jadi Jalan Wujudkan Mimpi Ortu karena Tak Sekadar Kuliah
  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.