Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

4 Dosa Tersembunyi Barista Starbucks yang Perlu Kalian Ketahui

Tiara Uci oleh Tiara Uci
8 Februari 2023
A A
4 Dosa Tersembunyi Barista Starbucks yang Perlu Kalian Ketahui

4 Dosa Tersembunyi Barista Starbucks yang Perlu Kalian Ketahui (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Barista Starbucks juga manusia biasa, tak luput dari dosa~

Saya adalah pelanggan reguler gerai Starbucks, khususnya di Surabaya. Meskipun sering dinyinyirin orang sebagai pencinta kopi yang nggak nasionalis lantaran lebih suka ngopi di Starbucks yang Amerika sentris, saya nggak peduli.

Gimana ya, jujur saja, saya agak trauma dengan pelayanan nggak ramah yang pernah saya alami di kedai kopi lokal kekinian. Saya pernah dijutekin baristanya hanya karena memesan Americano yang harganya paling murah. Saya juga pernah dilihatin dari atas sampai bawah lantaran datang ke kedai kopi dengan sandal jepit. Aneh, lho, masa ke coffee shop saja harus dandan gaul dan kekinian baru dilayani dengan ramah, sih? Ra mashok!

Sementara di gerai Starbucks yang dibilang kapitalis itu, saya justru nggak pernah merasa direndahkan meskipun datang ke gerainya hanya mengenakan piyama dan sandal jepit Swallow. Yang penting sih saya bayar pakai uang. Bagi saya, dari segi keramahan, barista Starbucks adalah yang paling oke.

Sayangnya, Mas dan Mbak barista Starbucks tetaplah manusia biasa. Meskipun mereka ramah, bukan berarti terhindar dari perbuatan dosa. Ada beberapa dosa yang sering mereka lakukan kepada pelanggannya, dan jarang pelanggan sadari.

#1 Nawarin additional sirup dan mengganti jenis susu

Nggak semua orang tahu kalau penambahan sirup atau shot espresso di Starbucks itu berbayar. Jadi begini, misalnya kita memesan Vanilla Latte ukuran grande dengan harga Rp54 ribu, maka kita akan mendapat minuman yang berisi 2 shot espresso, sirup vanila, dan susu. Itu adalah takaran standar Starbucks untuk minuman Vanilla Latte grande.

Namun, umumnya barista Starbucks akan bertanya, mau lebih terasa kopinya? Jika pelanggan menjawab iya, akan ditambahkan satu shot espresso lagi dan kita harus membayar biaya tambahan untuk itu.

Hal tersebut juga berlaku untuk penggantian jenis susu. Standarisasi minuman Starbucks yang ada susunya adalah menggunakan fresh milk. Jika barista Starbucks mengatakan, “Susunya mau diganti yang low fat biar lebih sehat?” Artinya, akan ada biaya tambahan dari susu biasa ke susu low fat sebesar Rp16 ribuan. Jadi, minuman kalian yang harusnya hanya Rp54 ribu, bisa menjadi Rp70 ribu.

Baca Juga:

Nekat Kuliah S3 di Taiwan Berujung Syok, tapi Saya Merasa Makin Kaya sebagai Manusia

Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi

Tentu saja barista Starbucks nggak akan mengatakan ke pelanggan kalau mengganti susu atau menambahkan sirup berarti harus membayar uang tambahan. Mereka menawari pelanggan seolah-olah penambahan atau penggantian jenis susu tersebut sudah satu paket harganya dengan minuman yang dibeli. Sungguh berdosa sekali para barista ini.

#2 Nggak kasih info promo

Manusia mana sih yang nggak suka promo? Atau, pelanggan Starbucks mana yang nggak suka jika kopi kesayangannya dibanderol dengan harga yang lebih murah dari biasanya? Kayaknya semua orang pasti suka dengan promo tak terkecuali customer Starbucks.

Masalahnya, nggak semua barista Starbucks memiliki inisiatif untuk memberikan informasi terkait promo-promo Starbucks kepada pelanggannya. Padahal jika barista memberikan informasi tentang promonya, kemungkinan besar pelanggan akan memilih menu yang sedang promo, lho.

Memang sih, jika kita sudah menjadi member Starbucks dan mendownload aplikasi Starbucks di HP, kita bisa melihat informasi semua promo yang ada di Starbucks. Kadang, Starbucks juga memberikan info promo melalui aplikasi Line ataupun Instagram. Tapi, kan nggak semua orang aktif membuka IG atau Line. Lagi pula, masa iya setiap mau ngopi ke gerai Starbucks kudu cek aplikasi atau Instagram dulu untuk melihat ada promo apa saja di hari itu? Kan ribet dan nyusahin.

#3 Menawarkan promo kombinasi makanan yang bikin pelanggan boncos

Seharusnya yang namanya promo itu kan menguntungkan pelanggan, ya. Tapi, di Starbucks ada satu promo yang justru membuat kita mengeluarkan uang lebih banyak tanpa kita sadari. Jadi, ketika kita datang ke gerai Starbucks pada pagi hari untuk memesan minuman—entah Americano ataupun Latte—barista Starbucks akan menawarkan untuk membeli minuman yang dikombinasikan. Kalau bahasanya Starbucks sih di-pairing bersama makanan dengan iming-iming harga lebih murah.

Padahal sebenarnya pelanggan nggak akan mendapat harga yang murah-murah amat, paling hanya selisih Rp5 ribu. Tapi, hal tersebut kan justru menguntungkan Starbucks. Coba bayangkan, awalnya kita datang hanya ingin membeli Americano ukuran tall Rp37 ribu, eh, malah keluar uang Rp58 ribu lantaran kita berubah pikiran dan memilih menu kombinasi yang ditawarkan baristanya. Starbucks-nya sih untung, kitanya yang boncos. Trik marketing perusahaan kapitalis ya begini, Gaes, halus dan mulus.

Nggak cuma itu, barista Starbucks juga nggak akan memberikan informasi pada pelanggan jika promo buy one get one di Starbucks itu nantinya yang harus kita bayar adalah minuman dengan harga tertinggi. Jadi, kalau kalian dapat promo buy one get one Starbucks, alangkah baiknya jika membeli minum yang harganya selisih sedikit biar nggak rugi.

#4 Nggak peka

Beberapa waktu lalu sempat ramai di Twitter tentang pengunjung Starbucks yang bingung memilih menu dan lama di depan meja kasir sehingga membuat antrean mengular panjang. Kasus seperti itu sebenarnya nggak akan terjadi kalau baristanya peka.

Harusnya sih kalau sudah tahu ada antrean panjang, barista Starbucks inisiatif membuka satu meja kasir lagi atau langsung mendatangi satu per satu customer yang berdiri mengantre dan mencatat orderan mereka agar ketika di depan meja kasir langsung memproses pembayaran. Tapi ya, sekali lagi, barista Starbucks juga manusia, kadang memang ada yang nggak peka dan kurang sat set wat wet.

Itulah tadi serangkaian dosa barista Starbucks yang semoga saja dimaafkan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan pelanggan Starbucks lainnya. Kamu pernah ketemu barista yang melakukan dosa nomor berapa?

Penulis: Tiara Uci
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 7 Orang yang Sebaiknya Nggak Ngopi di Starbucks.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Februari 2023 oleh

Tags: baristaCoffee Shopdosapilihan redaksiStarbucks
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Super Air Jet, Maskapai Baru yang Pas untuk Kaum Milenial di Indonesia Terminal Mojok

6 Hal yang Saya Rasakan Saat Naik Super Air Jet untuk Pertama Kali

21 Juni 2022
Prosesi wisuda di perguruan tinggi wisuda TK Pixabay ormawa kebaya

Kebijakan Wisuda Tanpa Kebaya Jelas Bukan Terobosan, Malah Bikin Masalah yang Tak Perlu

10 September 2023
Jangan Ajak Orang Ngawi Merantau karena di Ngawi Banyak Lowongan Pekerjaan

Jangan Ajak Orang Ngawi Merantau karena di Ngawi Banyak Lowongan Pekerjaan

6 September 2025
Mau Dibuat Semirip Apa pun, Daerah Lain Nggak Bakal Bisa Meniru Malioboro Jogja

Mau Dibuat Semirip Apa pun, Daerah Lain Nggak Bakal Bisa Meniru Malioboro Jogja

16 April 2024
Perbandingan Biaya Transaksi di Tokopedia dan Shopee. Pilih Mana? (Unplash.com)

Perbandingan Biaya Transaksi di Tokopedia dan Shopee. Pilih Mana?

27 Oktober 2022
Jalan Gatak UMY Bantul: Jalan Unik yang Namanya Kerap Diperdebatkan

Jalan Gatak UMY Bantul: Jalan Unik yang Namanya Kerap Diperdebatkan

4 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.