Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Merugikan Banyak Pihak

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
21 November 2025
A A
4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Kerap Merugikan Banyak Pihak Mojok.co

4 Dosa Pemilik Jasa Laundry yang Kerap Merugikan Banyak Pihak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di lingkungan tempat saya tinggal, jasa laundry menjadi salah satu usaha yang menunjukkan pertumbuhan pesat. Hampir di setiap ruas jalan terdapat layanan laundry dengan berbagai jenis penawaran. Layanan cuci kilat ada, model self-service pun juga tersedia. 

Maklum, permintaannya memang tinggi. Terlebih jika dibandingkan dengan usaha kuliner yang kerap terpengaruh naik turunnya harga bahan dan kebijakan konyol dari pemerintah, usaha laundry terlihat lebih “adem ayem”. Tidak banyak faktor luar yang tiba-tiba berubah atau mengusiknya. Lagi pula, kecil kemungkinan ada institusi besar, apalagi sekelas negara, yang tiba-tiba ikut turun tangan mengelola bisnis cuci pakaian. Nampaknya mustahil sih ya.

Akan tetapi, di balik usaha  jasa laundry yang superpower, ada beberapa hal yang sebenarnya perlu segera diperhatikan para pemilik laundry. Kebiasaan-kebiasaan kecil yang tampak remeh, tetapi dapat menjadi “dosa” yang dampaknya merugikan bukan hanya pelanggan, melainkan juga pihak lain. Lalu, apa saja kesalahan yang sering dilakukan tersebut? Berikut penjelasannya.

#1 Jasa laundry hanya modal wangi, tapi hasil cucian tetap kotor

Dosa pertama yang sering luput dari perhatian pemilik jasa laundry adalah mengandalkan parfum untuk menutupi pakaian yang belum benar-benar bersih. Padahal logikanya sederhana, tujuan utama mencuci pakaian adalah menghilangkan kotoran, noda, dan bau tak sedap, bukan sekadar membuatnya harum.

Kenyataannya, praktik ini masih kerap terjadi karena proses pencucian yang kurang terkontrol. Misal, mesin cuci terlalu penuh, deterjen tidak tercampur sempurna, atau kualitas air yang dipakai kurang ideal. Akhirnya, noda tetap menempel, serat kain cepat kusam, dan baju terlihat bersih di luar, tapi kotor di dalam. Parfum hanya digunakan sebagai solusi cepat, tapi efeknya hanya sementara. Bagi pelanggan yang berharap pakaian benar-benar bersih, hal ini jelas mengecewakan, sekaligus menurunkan reputasi laundry itu sendiri.

#2 Menggunakan tabung gas bersubsidi untuk mengeringkan pakaian

Dosa kedua ini cukup mengejutkan saat saya pertama kali melihat tumpukan gas subsidi di ruko laundry. Awalnya saya berpikir, mungkin pemiliknya distributor resmi, sehingga pemakaian untuk usaha bisa dimaklumi. Namun, kenyataannya, gas bersubsidi yang seharusnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah justru digunakan untuk mengeringkan pakaian pelanggan.

Penggunaan gas pada dryer memang populer dalam usaha jasa laundry karena cepat, efisien, dan mampu menangani cucian dengan volume besar. Namun, praktik ini jelas melanggar aturan. Asal tahu saja, Surat Edaran Dirjen Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022 melarang restoran, hotel, laundry, industri batik, usaha las, pertanian skala besar, dan peternakan menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

Selain melanggar hukum, kebiasaan ini sangat merugikan masyarakat yang berhak menerima subsidi. Kebiasaan ini bisa menimbulkan kelangkaan pada mereka yang membutuhkan. Bahkan, bukan tidak mungkin masyarakat yang berhak malah membelinya dengan harga yang lebih tinggi. Jadi meski pelanggan laundry tidak dirugikan langsung, praktik ini tetap menimbulkan kerugian sosial dan menunjukkan kurangnya tanggung jawab pemilik usaha.

Baca Juga:

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

Merantau ke Malang Menyadarkan Saya Betapa Payah Hidup di Bojonegoro

#3 Jasa laundry tidak memikirkan dampak lingkungan dari pembuangan air limbah cucian

Pemilik jasa laundry punya kebiasaan buruk yakni membuang air bekas cucian langsung ke selokan atau sungai tanpa proses penyaringan. Padahal limbah air bekas cucian mengandung deterjen dan bahan kimia lainnya yang bisa mencemari lingkungan, mengganggu ekosistem, dan pada akhirnya merugikan warga sekitar.

Masalahnya murni pada aspek pengelolaan usaha. Fokus pemilik hanya pada kecepatan dan volume cucian hingga membuat aspek lingkungan sering diabaikan. Padahal langkah sederhana bisa mudah diantisipasi dengan penggunaan deterjen ramah lingkungan atau sistem penyaringan sebelum limbah dibuang. Solusinya belum terlalu ideal memang, tapi ini bisa membantu mengurangi dampak lingkungan sekaligus menunjukkan bahwa pemilik laundry bertanggung jawab dan profesional.

#4 Minimnya SOP saat mencuci pakaian dengan jenis yang berbeda

Dosa keempat sering kali muncul dari kesan menyepelekan pelayanan ke pelanggan. Banyak pemilik laundry tidak menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk mengelola pakaian berdasarkan jenis kain, warna, atau tingkat kekotorannya. Akibatnya, baju pelanggan bisa mudah luntur, menyusut, atau bahkan rusak.

Bayangkan pelanggan yang membawa jaket kesayangan mereka, lalu pulang dengan jaket yang sobek atau warna luntur. Tidak hanya pelanggan kecewa, tapi reputasi laundry langsung masuk jurang. Yang lebih parah, kebiasaan ini bisa menimbulkan kerugian finansial untuk kedua pihak—pelanggan harus membeli baju lagi dan pemilik laundry bisa terkena tuntutan atau kehilangan pelanggan tetap. Perlu diingat kembali bahwa keberadaan SOP bukan sekadar formalitas, tapi bentuk tanggung jawab dalam usaha di bidang jasa.

Itulah empat kesalahan yang bisa jadi “dosa” untuk pemilik laundry, yang tak hanya membuat pelanggan menghela napas, tetapi juga berpotensi merepotkan orang lain. Semoga tulisan ini menjadi pengingat bagi para pemilik usaha: menjalankan jasa laundry bukan sekadar soal mengejar laba, tapi juga tentang membangun kepercayaan pelanggan dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Sepakat ya.

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA 4 Barang dan Jasa yang Seharusnya Dijual MR DIY, Bisa Bikin Pelanggan Makin Loyal dan Pesaing Ketar-Ketir.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 November 2025 oleh

Tags: bajucucijasa laundrykosLaundryMahasiswaself service
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Jika Tokoh Superhero Marvel Berkolaborasi untuk Bikin Usaha Laundry

Jika Tokoh Superhero Marvel Berkolaborasi untuk Bikin Usaha Laundry

3 Juni 2020
3 Fakultas Paling Wibu di UGM

3 Fakultas Paling Wibu di UGM

12 Juli 2023
Skripsi Molor Bukan Sepenuhnya Salah Mahasiswa, Dosen Juga Terlibat kesalahan dosen terminal mojok.co

Derasnya Polemik Jual Beli Skripsi yang Awet Terus, Payung Hukum ke Mana?

28 Oktober 2019
6 Kebohongan Dunia Perkuliahan, Sebaiknya Jangan Dipercaya Mojok.co

6 Kebohongan Dunia Perkuliahan, Sebaiknya Jangan Dipercaya

7 Januari 2024
Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

Kasta Mahasiswa di Bangkalan Madura, Ada yang Si Paling Ormek hingga yang Cuma Jadi Remahan Rempeyek

11 September 2025
Menebak Karakter Mahasiswa dari Warna Jas Almamater terminal mojok

Menebak Karakter Mahasiswa dari Warna Jas Almamater

19 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

Bontang Naik Level: Dulu Cari Hiburan Susah, Sekarang Bingung karena Kebanyakan Tempat

1 April 2026
7 Indikator Purwokerto Salatiga Daerah Terbaik di Jawa Tengah (Unsplash)

Purwokerto Nyaman, tapi Salatiga yang lebih Menjanjikan Jika Kamu Ingin Menetap di Hari Tua

1 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Saya Setuju Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup
  • Kelas Menengah ke Bawah Harus Mawas Diri, Pemasukan Pas-pasan Gaya Hidup Jangan Pakai Standar dan Tren Media Sosial
  • WFH 1 Hari dalam Seminggu Cuma Bikin Pekerja Boncos dan Nggak Produktif, Lalu Di Mana Efisiensi Pemakaian Energinya?
  • Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi
  • Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna
  • Nugas di Kafe Dianggap Buang-buat Duit, padahal Bikin Mahasiswa Jogja Lebih Tenang dan Produktif

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.