Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
11 April 2026
A A
4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

4 Dosa Pedagang Sate Maranggi yang Bikin Pembeli Kapok (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Inilah 4 dosa pedagang sate maranggi, yang bikin pembeli kapok untuk datang lagi. Saya tulis supaya kamu bisa bedain mana yang enak beneran.

Tuhan memberkati orang Indonesia dengan makanan-makanan yang enak dan variasinya nggak habis-habis. Kita punya soto dengan beragam isi dan cara penyajiannya serta nasi goreng yang bahkan mengundang rasa penasaran orang-orang dari luar negeri untuk mencicipinya. 

Selain itu, di Indonesia juga ada sate dengan berbagai ragam. Selain sate Madura, sate Padang, atau sate lilit, kita juga punya sate maranggi yang ikut menyemarakkan khazanah kuliner sedap khas Indonesia. 

Sate maranggi yang berasal dari Purwakarta ini punya cita rasa perpaduan manis dan gurih dengan tekstur daging yang empuk. Sate ini juga dikenal dengan bumbunya yang meresap sampai ke dalam dan selalu ada potongan gajih di setiap tusuknya.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa kuliner ini awalnya menggunakan daging domba. Tapi, pada perkembangannya, ada pula inovasi penggunaan daging sapi atau kambing. Ada pula pembaruan-pembaruan dari setiap kecamatan di Purwakarta. Namun, apapun dagingnya, sate maranggi tetap bikin siapa saja yang mencicipinya jatuh hati.

Namun, sama seperti makanan lain, nggak semua sate maranggi itu enak. Semua tergantung pada penjualnya. Ada pula penjual yang berdosa karena membuat pembelinya kapok melalui hal-hal berikut ini.

BACA JUGA: 3 Alasan yang Membuat Saya Tetap Makan Sate Kelinci, meski Dicap Psikopat

#1 Nggak bisa mengolah daging dengan benar, jadinya alot dan keras

Dagingnya itu harus empuk. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Irvan Setiawan dengan judul “Sate Maranggi: Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta”, pembuatan sate ini memang nggak boleh asal-asalan. Ada tahap-tahap yang harus dilalui.

Baca Juga:

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

Sate maranggi bisa punya tekstur yang empuk karena ada proses pengempukan daging. Kita melakukannya dengan cara membungkus seluruh irisan daging dengan daun pepaya dan mendiamkannya selama kurang lebih tiga jam.

Kalau penjual nggak tahu cara yang benar untuk mengempukkan daging atau nggak melewati tahap ini dengan baik, sudah pasti dagingnya akan alot dan keras. Dalam kamus sate maranggi, nggak ada tuh daging yang kalau kita menggigit dan mengunyah, malah kayak makan karet. 

#2 Bumbu sate maranggi kurang meresap sehingga rasanya hambar

Setelah proses pengempukan daging, tambahkan bumbu berupa gula merah dan garam yang sudah dilumatkan. Setelah itu, masuklah ke dalam proses menusukkan irisan daging ke tusukan satu per satu.

Gula merah ini merupakan bagian yang nggak boleh terlewat. Kalau nggak pakai gula merah dan proses pemberian bumbunya nggak sempurna, alhasil bumbu nggak akan meresap sampai ke dalam. Dan sudah pasti, rasa satenya pasti hambar sehingga bikin pembeli jera.

#3 Sambal tomatnya sudah nggak segar

Ciri khas lain dari kuliner ini adalah keberadaan sambal tomat. Konon, sambal tomat ini juga termasuk bentuk inovasi karena dulu hanya ada di Warung Hj. Yetty di Cibungur. Sekarang, sudah ada di banyak tempat.

Dosa penjual sate maranggi adalah menyajikan sambal tomat yang sudah nggak segar. Daya tahan tomat itu sebentar sehingga idealnya sambal tomat disiapkan jika ada pesanan. Tomat merah akan dipotong kasar bersama gerusan cabe rawit, garam, dan gula putih. 

Tapi, penjual yang antara ingin menghemat waktu atau malas malah menyiapkan sambal tomatnya sebelum ada pesanan. Alhasil ketika sampai di meja pembeli, tomatnya sudah pada layu.

BACA JUGA: 4 Akal-akalan Penjual Sate Ayam demi Meraup Cuan Besar, tapi Merugikan Pembeli

#4 Gajih sate maranggi yang masih terasa amis

Pada setiap tusuk sate maranggi, biasanya ada 1-2 gajih yang ikut disertakan. Gajih ini membuat cita rasa sate lebih gurih. Mengingat gajih ini adalah lemak, maka proses pengolahannya harus lebih hati-hati agar nggak bikin rasa amisnya tetap tinggal.

Tapi, penjual yang belum ahli atau lalai akan membuat gajih tetap terasa amis. Alhasil, untuk mengakali rasa amis ini, pembeli yang mencicipi harus menutupinya dengan acar atau sambal. Padahal sejatinya, sate maranggi yang enak itu nggak pakai tambahan saja sudah lezat. 

Sate Maranggi memang terkenal enak. Tapi sayangnya, nggak semua warung sate maranggi bisa menyajikan hidangan yang layak.

Untuk menemukan penjual yang enak itu memang tricky. Begitu salah satu dari keempat hal yang sudah disebutkan di atas itu kamu jumpai, sudah pasti penjualnya berdosa kepadamu karena pasti bikin kamu kapok.

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kampung Sate Maranggi, Wisata Kuliner Unik di Kabupaten Purwakarta

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 April 2026 oleh

Tags: cara bikin daging sate maranggi empukkuliner sate maranggiPurwakartarekomendasi sate maranggisate maranggisate maranggi hj yettysate maranggi purwakarta
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Sisi Gelap Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing (Unsplash)

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

19 Januari 2026
Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya

Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya

19 Juli 2024
Purwokerto, Purwakarta, Purworejo- Dilema karena Sebuah Nama (Unsplash.com)

Purwokerto, Purwakarta, Purworejo: Dilema karena Sebuah Nama

8 Agustus 2022
3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Kuliner Khas Sunda yang Nggak Cocok di Lidah Wisatawan

3 Desember 2024
Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

Purwakarta dan Purwokerto, Namanya Mirip, Nasibnya bak Bumi dan Langit, padahal Harusnya Bisa Setara!

6 Juni 2025
Minum Teh Tawar dan Makan Leunca: Culture Shock Orang Jawa Timur yang Datang ke Purwakarta

Minum Teh Tawar dan Makan Leunca: Culture Shock Orang Jawa Timur yang Datang ke Purwakarta

6 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

Jangan Bilang Kudus Kota Sempurna kalau Tiap Lampu Merah Masih Dikuasai Badut dan Manusia Silver

8 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.