Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Dosa Pedagang Es Kelapa Muda di Jalanan Kota Bandung yang Membuat Pembeli Jadi Kecewa

Handri Setiadi oleh Handri Setiadi
16 September 2024
A A
4 Dosa Pedagang Es Kelapa Muda di Jalanan Kota Bandung (Unsplash)

4 Dosa Pedagang Es Kelapa Muda di Jalanan Kota Bandung (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Es kelapa muda masih menjadi primadona. Ia adalah salah satu kuliner minuman favorit di Bandung. Buktinya, banyak pedagang es kelapa muda yang tersebar di beberapa tempat di pinggir jalan. 

Nah, Para pedagang es kelapa muda ini rupanya cukup lihai dalam berstrategi. Mereka pandai sekali menentukan lokasi jualan. Bayangkan saja, ketika matahari sedang di atas kepala, melihat pedagang minuman ini di pinggir jalan, rasanya sungguh bikin lega. Makanya, mereka jadi primadona.

Sayang, ada saja pedang es kelapa muda di Bandung yang bikin kesal. Bahkan, di derajat tertentu, bikin kapok pembeli. Berikut 4 dosa pedagang yang bikin pembeli malas untuk repeat order.

#1 Pedagang es kelapa muda menjebak pembeli dengan harga yang tidak sesuai

Para pedagang es kelapa yang berjualan di pinggir jalan di Bandung ini biasa menempelkan harga di gerobaknya. Tentu cara tersebut mempermudah pembeli supaya tidak perlu bertanya soal harga. Cukup memesan dan mengeluarkan uang sesuai harga.

Namun, yang mengesalkan adalah ketika harga asli tidak sesuai dengan harga yang tertera. Suatu waktu, pernah saya sebagai pembeli merasa tertipu ketika membeli es kelapa muda di pinggir jalan ini. 

Harga es kelapa yang diminta tidak sesuai dengan harga yang tertera. Saya sudah menyiapkan uang pas, tapi salah satu pedagang di Bandung ini minta lebih. Katanya itu harga lama dan belum sempat menggantinya. Saya heran, sekaligus merasa terjebak. Mau tidak mau saya membayar, meski dengan perasaan kesal.

#2 Ada saja pedagang di Bandung yang memakai kelapa yang jelek

Selain permainan harga, ada saja pedang es kelapa muda di Bandung yang tega banget. Mereka memakai kelapa yang sudah jelek. Sudah jelas, air kelapa mereka tidak seenak ketika masih segar. Kalau mempertimbangkan kesehatan, saya rasa ini tidak layak minum.

Sudah pasti, berkat dosa satu ini, saya malas jajan di tempat yang sama. Bahkan banyak pembeli yang kapok beli di tempat yang sama.

Baca Juga:

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

Bandung Setelah Lebaran Adalah Surga Wisatawan, tapi Mimpi Buruk bagi Warlok

#3 Pedagang tidak memperhatikan sisi higienis jualannya

Saya cukup sering menemukan pedagang es kelapa muda di Bandung yang tidak higienis. Misalnya, mereka tidak mengenakan sarung tangan plastik. Mungkin terdengar sepele, tetapi sarung tangan plastik penting juga untuk menjaga kebersihan. 

Bagi sebagian orang, aksi ini terlihat jorok. Apalagi kelapa di pinggir jalan pasti kena debu. Tidak terkecuali tangan si penjual. Tak jarang tangan si penjual memegang benda-benda yang kotor. Misalnya, gagang parang atau pisau besar untuk mengupas kelapa. Setelah itu, mereka mengambil es batu begitu saja. 

Tolonglah, sarung tangan plastik itu tidak mahal kok. Memakainya juga tidak ribet.

#4 Rasa es kelapa muda yang aneh

Ada seorang penjual yang sudah menjadi langganan orang tua saya di Bandung. Namun, sekali waktu, rasa es kelapa yang saya beli tidak seenak biasanya. Orang tua saya juga merasa begitu. Rasanya pahit dan terasa seperti minyak wangi.

Saya tidak tahu si pedagang memasukkan apa sehingga menghasilkan rasa yang begitu aneh. Namun yang pasti, sejak itu, saya agak bimbang kalau mau jajan di sana. Maksud saya, kalau sudah enak, kenapa harus mengubah rasa. Fenomena kayak gini paling gampang bikin langganan kapok.

Begitulah 4 dosan pedagang es kelapa muda yang saya temui di Bandung. Kelakuannya membuat pembeli dan langganan jadi kapok. Jadi, lebih berhati-hati lagi jika mau beli es kelapa di pinggir jalan ya!

Penulis: Handri Setiadi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Tipu Daya Penjual Es Kelapa Muda yang Harus Diwaspadai oleh Pembeli Jika Tidak Ingin Menyesal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 September 2024 oleh

Tags: Bandunges kelapaes kelapa mudakuliner bandungminuman favorit
Handri Setiadi

Handri Setiadi

Kadang guru, kadang suka baca buku, anggap saja teman baikmu.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

4 Hal yang Bikin Taman Film Bandung Jadi Nggak Nyaman untuk Dikunjungi

26 Mei 2024
Mie Yamin Bandung vs Jogja, kuliner mana yang lebih enak_ (Unsplash)

Mie Yamin Bandung Superior Dibanding Jogja: Ribut Kuliner yang Efektif Memecah Bangsa

16 November 2022
5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri Mojok.co

5 Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Bandung dari Kacamata Orang Lokal, Nggak Kalah dari Kampus Negeri

31 Juli 2025
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Bandung Dulu Dikenal Indah, tapi Kini Justru Jadi Bahan Olokan di Media Sosial

26 November 2025
Gedebage

Sejarah Gedebage, Daerah Pengangkutan Barang sejak Zaman Kolonial

2 Desember 2021
Macet SCBD Kabupaten Bandung Tidak Manusiawi Melebihi Kota (Unsplash)

SCBD Bandung Nggak Ada yang Manusiawi, Mau Kota atau Kabupaten Semua Nggak Manusiawi. Jangan Mau Tinggal di Sini!

1 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

Toyota Kijang Kapsul: Mobil Legendaris yang Cuma Menang di Spare Part Murah, Sisanya Ampas Total dan Super Boros

4 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

Tas ASUS Adalah Tas Terbaik dan Paling Awet yang Pernah Saya Pakai

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.