Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

4 Dosa Bimbel terhadap Dunia Pendidikan: Kesejahteraan Guru Diabaikan, Esensi Belajar Dilupakan

Titah Gusti Prasasti oleh Titah Gusti Prasasti
7 Oktober 2025
A A
Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya guru bimbel

Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi guru di negeri ini memang tidak pernah mudah. Upah yang rata dengan tanah sering kali membuat guru terpaksa untuk mengambil kerja sampingan agar bisa tetap menyambung hidup. Kebanyakan, guru memilih untuk mengajar di lembaga bimbel sepulang seharian mengajar di sekolah.

Ya, menjadi guru bimbel adalah alternatif tepat untuk mencari penghasilan tambahan. Selain masih relevan dengan profesi utama mereka, lowongan guru bimbel juga tidak sulit untuk ditemukan. Tingginya minat guru untuk bekerja di bimbel selaras dengan tren pertumbuhan lembaga itu sendiri.

Sekarang, lembaga bimbel banyak bermunculan bak jamur di musim hujan. Begitu pula dengan kebutuhan guru bimbel sebagai pengajar yang meningkat pesat. Hal ini sejalan dengan banyaknya orang tua yang memilih bimbel sebagai sarana peningkatan performa akademik siswa. Sebab, bimbel memungkinkan jam belajar yang fleksibel dan pembelajaran yang didesain lebih personal. 

Sayangnya, di tengah pertumbuhan bimbel yang pesat ini, tidak semuanya dikelola dengan profesional. Setidaknya, ada empat dosa lembaga bimbel yang jarang diketahui oleh publik. Tentu saja, guru bimbel dan siswa adalah pihak yang paling merasakan dampaknya.

Manajemen internal bimbel yang amburadul

Peminat yang melonjak membuat banyak orang justru melihat ini sebagai peluang bisnis. Tidak sedikit yang mulai berani membuka lembaga dengan persiapan yang kurang matang. Fokusnya cuma bagaimana murid tambah banyak dan cuan, tapi manajemen lembaga dikesampingkan.

Sebagai guru bimbel, saya salah satu korbannya. Manajemen yang berantakan berpengaruh pada jadwal yang kerap berubah mendadak. Satu waktu, saya pernah tiba-tiba diberi jadwal mengajar kurang dari 1 jam sebelum mulai. Karena dadakan, tentu saya tolak dengan sopan. Dikira mengajar tuh cuma asal datang dan nggak perlu persiapan? Apalagi saat dikabari, saya juga sedang mengajar siswa lainnya. Jatuhnya, malah mengganggu dan bikin nggak fokus. 

Selain itu, pernah juga pihak lembaga salah menjadwalkan pertemuan. Harusnya anak les di hari itu, tapi guru nggak dikabarin. Alhasil, di pertemuan selanjutnya, gurunya yang kena semprot orang tua. Padahal, kami nggak tahu apa-apa. Saat disampaikan ke pihak bimbel, mereka malah memilih diam dan terkesan nggak mau disalahkan. Nyebelin, pokoknya!

Gaji di sekolah sudah rata dengan tanah, honor bimbel juga rendah

Dosa lembaga yang kedua adalah memberi honor rendah untuk para guru pengajar. Ditambah, banyak pihak bimbel yang tidak mau transparan soal tarif dan potongan yang harus dialokasikan ke bimbel.

Baca Juga:

Menjamurnya Bimbel Bukan karena Pendidikan Kita Ampas, tapi karena Mengajar di Bimbel Memang Lebih Mudah

Menjamurnya Bimbel Adalah Bukti Kualitas Pendidikan di Indonesia Memang Ampas

Banyak lho, lembaga yang pasang tarif tinggi, tapi gaji gurunya nggak manusiawi. Terlebih, kadang guru bimbel harus mau mengajar ke rumah siswa, tapi alokasi uang transport buat beli bensin 1 liter aja nggak cukup. Kalau begini, guru ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Gaji di sekolah sudah rata dengan tanah, honor ngeles juga rendah. Bukannya dapat penghasilan tambahan, tapi malah dapat masalah tambahan. Parah, memang.

Tuntutan tinggi, minim apresiasi

Saya heran, apa profesi guru memang cocok untuk dibebani tanggung jawab sebanyak ini, ya? Saya nggak mau bahas soal beban guru di sekolah, karena kita semua sudah tahu ngenesnya seperti apa. Ironisnya, di bimbel pun guru masih diperas habis-habisan tenaga dan pikirannya.

Seperti yang saya jelaskan di awal, guru bimbel biasanya mulai bekerja selepas mengajar di sekolah, sekitar sore hingga malam hari. Dalam rentang waktu itu, mereka bisa saja mengajar lebih dari satu kelompok siswa. Belum lagi kalau mereka juga harus pindah dari rumah ke rumah untuk ngajar privat. Bayangkan betapa lelahnya.

Selain itu, lembaga sering menuntut guru bimbel untuk “ready” kapan pun. Kalau ada jadwal yang mendadak berubah atau guru lain berhalangan mengajar, mereka harus siap jadi “pengganti dadakan.” Kalau menolak, siap-siap saja kena omel lembaga.

Yang bikin tambah miris, dengan tuntutan sebanyak itu, guru bimbel kadang masih dibebani tugas promosi dan mencari siswa. Sudah begitu, apresiasi pun jarang diberikan. Boro-boro apresiasi dalam bentuk materi, pujian atau ucapan terima kasih aja nggak ada. Kataku sih: gila, tak masuk logika!

Pokoknya cuan, esensi belajar nomor sekian

Satu dosa lain yang menurut saya benar-benar fatal adalah: beberapa bimbel sering jualan kunci jawaban ujian. Ya, kalian nggak salah baca. Memang ada oknum yang sebegitu nakalnya demi siswa dapat nilai ujian yang memuaskan. 

Praktik tersebut juga serupa dengan orang tua yang minta guru bimbel untuk mengerjakan semua latihan soal siswa di LKS. Katanya sih, biar anaknya tinggal menyalin jawaban ketika di sekolah dan dapat nilai bagus. 

Bener sih dapat nilai bagus, tapi esensi belajarnya di mana? Padahal belajar itu bukan cuma fokus di hasil, melainkan prosesnya. Seperti bagaimana siswa belajar menalar, menyusun argumen, menghubungkan materi pembelajaran dengan konteks dunia nyata, bahkan mengembangkan sikap disiplin, empatik, dan jujur. Semua ini nggak akan berkembang kalau bimbel terus-terusan fokus sama hasil akhir dan menjadikan cuan sebagai prioritas utama.

Pada titik tertentu, dosa-dosa bimbel tersebut juga merupakan cerminan bagaimana sistem pendidikan kita bekerja: guru dituntut banyak, tapi diberi sesedikit mungkin. Sementara itu, siswa dijejali dengan kemudahan yang perlahan-lahan mengaburkan esensi belajar. Yang penting hasil bagus, soal proses yang sering kali nggak jujur dipikir belakangan.

Pertanyaannya, harus sampai kapan guru bimbel menanggung imbas keserakahan lembaganya? Karena pada akhirnya, bukan cuma guru yang dirugikan, tapi juga siswa yang tumbuh dalam sistem belajar yang serba instan dan tidak ada maknanya.

Penulis: Titah Gusti Prasasti
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2025 oleh

Tags: bimbelguru bimbelguru lesjual kunci jawaban ujianlembaga bimbel
Titah Gusti Prasasti

Titah Gusti Prasasti

Manusia yang tengah sibuk mencari kesibukan.

ArtikelTerkait

Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

24 September 2023
Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya guru bimbel

Ikut Bimbel buat Membantu Lulus Ujian Nasional Itu Efektif Banget, kok, Asalkan Cuma Itu Tujuannya

6 Februari 2025
Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar Mojok.co

Jam ke-0 untuk Bimbel Sekolah Cuma Bikin Siswa Capek, Nggak Tambah Pintar 

13 November 2023
Bimbel dan Les Privat, Pelarian dari Pendidikan Formal yang Kurangnya Efektif

Bimbel dan Les Privat, Pelarian dari Pendidikan Formal yang Kurangnya Efektif

12 Mei 2023
Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali...  

Ikut Bimbel untuk Masuk PTN Itu Sebenarnya Tidak Perlu-perlu Banget, kecuali…  

28 Juli 2024
apakah guru les lebih baik daripada guru sekolah mojok.co

Pandangan Guru Les yang Dicurhati Murid bahwa Guru Sekolahnya Nggak Asyik

22 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen Mojok.co

Gresik yang Dahulu Saya Anggap Biasa Aja, Sekarang Malah Bikin Kangen

31 Maret 2026
5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial Mojok.co

5 Oleh-Oleh Khas Kebumen yang Belum Tentu Cocok di Lidah Semua Orang, Jadi Terasa Kurang Spesial

30 Maret 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman
  • Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
  • Nekat Kuliah di Jurusan Sepi Peminat PTN Top: Menyesal karena Meski Lulus Cumlaude, Ijazah Dianggap “Sampah” di Dunia Kerja
  • User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan
  • Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa
  • Dilema Anak Kos yang Kerja di Jogja: Mau Irit dan Mandiri tapi Takut Mati Konyol Gara-gara Cerita Seram Ibu Kos soal “Tragedi Gas Melon”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.