Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Ciri Penjual Cilok yang Dagangannya Sudah Pasti Enak

Iqbal AR oleh Iqbal AR
7 November 2025
A A
4 Ciri Penjual Cilok yang Dagangannya Sudah Pasti Enak Mojok.co

4 Ciri Penjual Cilok yang Dagangannya Sudah Pasti Enak (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kita semua mungkin harus sepakat bahwa cilok adalah sebuah kudapan yang enak dan nggak terikat “ruang dan waktu”. Meskipun khas tanah Sunda, orang-orang dari seluruh penjuru negeri menyukainya. Camilan satu ini juga mudah dijumpai di mana saja. 

Selain itu, cilok juga bisa dinikmati di segala cuaca, waktu, situasi, dan kondisi. Sedih atau senang, panas atau hujan, santai atau hectic, makan camilan satu ini tetap saja nikmat.

Di Jawa Timur, terlebih di Kota Batu, kota tempat saya tinggal, cilok jadi salah satu kudapan yang paling banyak dijumpai. Di depan SD, di alun-alun, hingga di depan gang pasti ada setidaknya satu pedagang yang menjajakannya. Dan, di sini, ada dua jenis cilok. Ada yang terbuat dari tepung kanji (aci), ada juga yang terbuat daging (ayam atau sapi, ada yang plus urat juga). Kedua jenis ini punya nasib serupa: nggak pernah sepi pelanggan.

Meskipun jadi jajanan favorit dan nggak pernah sepi pelanggan, bukan berarti semua cilok itu enak. Ada beberapa cilok yang rasanya sangat biasa saja, bahkan sampai di level mengecewakan. Nah, sebagai pencinta camilan satu ini, saya pengin memberi tahu beberapa ciri-ciri penjual cilok yang dagangannya sudah pasti enak. Biar kalian nanti bisa menghindari yang zonk. 

#1 Aroma khas cilok yang menyeruak ketika pancinya dibuka

Ciri pertama adalah aromanya. Kalau kalian datang ke pedagang cilok, kalian pasti bisa mencium aroma khas yang gurih dari dalam panci. Apalagi kalau pancinya baru saja dibuka. Aromanya itu paduan aroma gurih dari paduan tepung dan daging, serta ada hint sedikit aroma merica. Kalau kalian sudah mencium aroma tersebut, hampir pasti ciloknya enak.

Aroma ini jadi penilaian dasar, sebab saya pernah beberapa kali beli cilok yang aromanya nyaris nggak keluar. Bahkan ketika pancinya dibuka, aroma yang keluar cuma aroma kaldu tipis saja (ini biasanya di pedagang cilok daging). Kalau sudah begitu, biasanya rasanya biasa saja. Bahkan bisa jadi nggak enak. Makanya, kalau mau tahu enak atau nggaknya, nilai dari aromanya dulu ketika pancinya baru dibuka.

#2 Masih pakai arang untuk memanaskan

Ciri-ciri kedua ini mungkin masih ada kaitannya dengan ciri-ciri pertama di atas. Penjual yang ciloknya enak, biasanya masih pakai tungku kecil dan arang untuk memanaskan dagangannya. Seperti kita tahu, makanan yang dimasak atau dipanaskan dengan arang akan menambah aroma smoky dalam makanan tersebut. Dan, di kasus cilok, arang ini benar-benar jadi semacam aspek penentu enak atau nggaknya dagangan yang dijajakan.

Sekarang ini penjual cilok yang masih pakai arang sudah perlahan berkurang. Banyak penjual lebih memilih pakai kompor kecil untuk memanaskannya. Lebih praktis, memang. Tapi, soal rasa jelas kalah. Cilok yang dipanaskan pakai kompor jelas nggak lebih enak dari cilok yang dipanaskan pakai arang. Selain rasanya yang kalah, aromanya nggak keluar.

Baca Juga:

4 Ciri Penjual Cilor Gulung yang Pasti Enak dan Bikin Ketagihan

4 Alasan Potensi Franchise Cilok Lebih Menggiurkan ketimbang Es Teh Jumbo  

Di Batu, ada pejual cilok namanya Pak Limin. Dia sekarang kalau mangkal di daerah Pesanggrahan, di Jalan Samadi. Salah satu nilai plus Pak Limin adalah dia masih pakai arang. Bahkan, kalau kita datangnya agak awal, kita bisa lihat dia kipas-kipas tungku arang untuk memanaskan dagangan. Dan iya, ciloknya enak, bahkan jadi favorit banyak orang Batu.

#3 Cilok masih fresh, tidak kelewat pucat, dan teksturnya pas

Cilok yang enak atau nggak, sebenarnya bisa kita lihat dari wujudnya. Kalau masih kelihatan segar, masih seperti baru selesai direbus, biasanya itu cilok yang enak. Tapi, kalau kelihatan terlalu pucat, dan ada bagian-bagian yang terlalu kenyal, biasanya itu cilok yang kurang enak, dan pastinya kurang fresh. Ini berlaku untuk semua jenis ya, baik yang berbahan aci maupun yang daging.

Cilok yang kelihatan segar, sudah pasti dibuat di hari yang sama ketika dijual. Dan, penjual yang bikin setiap hari, berarti ciloknya selalu habis. Pagi bikin, siang dijual, sore atau malam habis. Besok pagi, bikin lagi. Kalau begini, sudah hampir pasti ciloknya enak dan tentunya laku banget. Lha wong tiap hari habis dan tiap hari bikin lagi, kok.

Cilok yang enak juga pasti punya tekstur yang pas. Ini bisa dilihat dari cilok yang ada di dalam panci. Cilok nggak terlalu kering, juga nggak terlalu basah. Lalu kalau dimakan, kekenyalannya pas, nggak terlalu lengket dan kenyal, juga nggak terlalu lembek.

#4 Menyediakan saus kacang

Kalau di sekitar tempat tinggal saya, penjual cilok yang menyediakan saus kacang, bisa dipastikan dagangannya enak, atau setidaknya nggak mengecewakan. Camilan satu ini memang paling cocok memang dengan bumbu kacang, bukan saus tomat, sambal, atau kecap. Bumbu kacang saja itu sudah cukup. Apalagi kalau bumbu kacangnya ada pilihan yang pedas dan nggak pedas, pasti enak itu. Saya berani jamin.

Sekarang penjual yang menyediakan bumbu kacang sudah makin jarang. Entah gimana di tempat lain, tapi di tempat saya tinggal, penjual yang menyediakan bumbu kacang ini makin lama makin berkurang. Dan pedagang  yang masih menyediakan bumbu kacang ini ciloknya memang enak. Ya karena cilok itu paling pas sama bumbu kacang, bukan sama yang lain.

Itulah setidaknya 4 ciri-ciri penjual cilok yang enak. Gara-gara nulis ini, saya jadi ingat kalau saya dulu pernah punya cilok langganan. Pedagangnya keliling bawa motor Smash, gerobaknya warna hijau, ada tulisan “Cilok Lumajang”. Kami memanggil orang itu Cak Tu’i. Dulu dia sering banget keliling kampung saya, mangkal di depan TPQ. Ciloknya enak, jadi langganan orang sekampung, dan memenuhi keempat ciri-ciri di atas.

Tapi, sekarang, saya makin jarang ketemu ciloknya Cak Tu’i. Saya tahu dia masih jualan, tapi sudah hampir nggak pernah lewat kampung saya. Ya sudah, lah, tulisannya saya akhiri di sini aja. Saya mau keliling cari ciloknya Cak Tu’I dulu. 

Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA 4 “Dosa” Penjual Cilok yang Sulit Dimaafkan Pembeli. 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 7 November 2025 oleh

Tags: aciaci dicolokcilokolahan acipenjual cilok
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Orang Wonosobo Tidak Mengenal Cilok, Tahunya Salome Mojok.co

Orang Wonosobo Tidak Mengenal Cilok, Tahunya Salome

11 November 2024
8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih Terminal Mojok

8 Jajanan Sampah Khas Bandung yang Rasanya Bikin Nagih

15 Mei 2022
Panduan buat yang Bingung Memilih Cilok, Cilor, atau Telur Gulung

Panduan buat yang Bingung Memilih Cilok, Cilor, atau Telur Gulung

16 April 2020
4 Kesalahan Makan Cilok yang Kerap Dilakukan terminal mojok.co

4 Kesalahan Makan Cilok yang Kerap Dilakukan

7 Februari 2022
Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner

Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner

31 Mei 2023
Cilok, Makanan "Sepele" yang Menguasai Banyuwangi dan Penjuru Indonesia Lainnya franchise cilok

Cilok, Makanan “Sepele” yang Menguasai Banyuwangi dan Penjuru Indonesia Lainnya

20 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

Mari Mengenal Salah Satu ‘Keajaiban’ dalam Hidup: Compounding

25 Februari 2026
Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

Ironi Lumajang: Dekat dengan Laut, tapi Sulit Menemukan Seafood

25 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

Liburan ke Jakarta Bikin Saya Makin Cinta Semarang dan Bersyukur Kuliah di Sana

19 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • 8 Tahun Pakai iPhone, Ternyata Saya Dibutakan Gengsi padahal Android Lebih Praktis dan Nyaman
  • Adhit & Carlo Jikustik Gandeng Klaten Project Rilis Lagu Religi “Tuhan itu Ada”
  • User Bus Sumber Selamat Pertama Kali Makan di Kantin Kereta, Niat buat Gaya dan Berekspektasi Tinggi malah Berakhir Meratapi
  • Penerima LPDP Dalam Negeri Terkena Getah Awardee Luar Negeri yang “Diburu” Seantero Negeri, padahal Tak Ikut Bikin Dosa
  • Kumpul Keluarga Justru bikin Ortu Makin Kesepian dan Terabaikan, Anak Sibuk sama HP dan Tak Saling Bicara
  • Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.