Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

4 Aturan Tak Tertulis Berwisata di Jogja agar Liburan Tetap Menyenangkan

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
30 November 2025
A A
4 Aturan Tak Tertulis Berwisata di Jogja agar Tetap Menyenangkan Mojok.co

4 Aturan Tak Tertulis Berwisata di Jogja agar Tetap Menyenangkan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jogja senantiasa menjadi primadona wisata, terutama saat musim liburan tiba. Setiap pelancong yang menginjakkan kaki di sini pasti berharap mendapatkan pengalaman liburan yang dipenuhi cerita indah. Namun, sebelum terlalu jauh berkhayal, hendaknya calon wisatawan memahami sejumlah aturan tak tertulis agar healing di Kota Gudeg nggak berubah jadi petaka.

Pasalnya, kalau aturan-aturan tersebut dilanggar, liburan yang diidamkan justru bisa berakhir pahit. Sialnya, sederet hukum lisan tadi nggak bisa ditemukan di Google Maps atau panduan wisata mainstream mana pun. Bagi pendatang, hal-hal kecil ini sering terabaikan. Padahal, menguasai ilmu ini adalah kunci utama agar liburan di Jogja aman sentosa.

#1 Khusus wisata alam, berangkatlah sebelum jalanan macet

Kalau niatnya mau menikmati keindahan wisata alam Jogja yang populer, maka jangan harap bisa berangkat santai setelah sarapan. Mending berangkat sebelum matahari terbit. Ini bukan cuma taktik untuk mengabadikan suasana pagi yang indah di sana, tapi juga strategi perang buat menghindari macet yang sudah pasti terjadi.

Apalagi kalau tujuan utama adalah kawasan pantai di daerah Gunung Kidul. Perjalanan dari kota bisa memakan waktu hingga dua jam. Itu pun, kalau lancar. Sementara, kalau mau nekat bermalam di kawasan Gunung Kidul, pilihan makanan dan hotelnya terbatas, nggak melimpah di daerah kota. Intinya, kalau tetap mau nyaman di Jogja saat musim liburan, aturan nomor satu ini nggak boleh dilewatkan.

#2 Lupakan mobil pribadi, mending pakai angkutan umum  di Jogja

Saran paling mujarab saat liburan di Jogja adalah meninggalkan mobil di hotel, lalu pakai transportasi umum buat berkeliling. Soalnya, Jogja itu macet, apalagi di musim liburan. Jangankan musim liburan, akhir pekan biasa saja jalanan sudah bikin orang malas keluyuran. Meskipun sama-sama terjebak macet, kalau nggak mengemudikan mobil sendiri, seenggaknya masih bisa tidur dan simpan energi.

Kalau mau lebih sat-set, ojek online memang pilihan terbaik. Namun, perlu diingat, saat peak season, layanan ini rentan mengalami lonjakan harga yang ekstrem. Ditambah, driver sering sulit didapatkan, terutama di area sangat padat seperti Malioboro. Alternatifnya, siapkan aplikasi atau nomor telepon operator taksi konvensional. Meskipun sedikit lebih mahal, boleh jadi, opsi ini lebih aman. Atau, bisa juga berjalan kaki sedikit menjauh dari pusat keramaian buat memesan ojek online agar driver lebih gampang nyantol.

#3 Di Jogja selalu siapkan uang pecahan biar nggak terjebak alasan nggak ada kembalian

Memang, pembayaran nontunai sudah jadi hal yang lumrah. Namun, saat di Jogja, sebaiknya tips yang satu ini tetap dituruti biar nggak kelimpungan. Sebab, ada saja penjual, terutama pedagang kaki lima atau di warung kecil, yang hanya mau terima tunai dengan berbagai alasan.

Kalau sudah begini, masalah baru muncul. Mereka sering mengaku nggak punya kembalian, padahal harga yang dipasang adalah harga tanggung. Alhasil, pembeli sering kali harus merelakan sisa uangnya. Jadi, siapkan uang pecahan kecil biar nggak kena jebakan Batman oleh alasan klasik yang bikin liburan terusik.

Baca Juga:

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

#4 Selalu tanya harga jadi mantra anti jantungan saat bayar

Nuthuk atau harga yang dinaikkan berkali-kali lipat adalah fenomena yang kerap menghampiri ketika musim liburan. Mungkin tidak hanya di Jogja, khususnya kawasan Malioboro, tapi juga daerah-daerah wisata lain. Itu mengapa, pastikan dahulu harganya sebelum membeli atau menggunakan jasa. 

Kalau memang malas bertanya atau negosiasi harga, ya mending makan di tempat yang pasti-pasti saja seperti Solaria. Kemudian, pulang naik transportasi online yang harganya sudah tertera di aplikasi. Namun, perlu diakui, kalau memilih pilihan pasti ini, vibes liburan di Jogja jadi kurang nendang. Jadi, pilihannya ada dua, yakni berani bertanya atau liburan jadi biasa-biasa saja.

Semua kode etik dan trik tadi adalah bekal penting agar perjalanan nggak berakhir sia-sia. Yang nggak kalah genting, jangan lupakan minyak gosok dan koyo. Pasalnya, pegal lantaran banyak jalan kaki adalah risiko wajib rekreasi di Jogja.

Padahal, biasanya griya pijat penuh saat liburan. Kalaupun berhasil memanggil tukang pijat, nggak menutup kemungkinan mereka menerapkan harga nuthuk. Nggak mau juga kan, selamat dari penjual makanan lesehan, tapi kena jerat harga tukang pijat?

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kasihan Solo, Selalu Dibandingkan dengan Jogja, padahal Perbandingannya Kerap Tidak Adil!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 November 2025 oleh

Tags: Jogjaliburan Jogjapariwisata jogjawisata jogja
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

3 Wisata di Jogja yang Kelihatan Menarik di TikTok, tapi Aslinya Biasa Saja kuliah di Jogja

Kuliah di Jogja Masih Amat Menarik sekalipun Jogja Penuh Masalah yang Makin Hari Makin Parah

15 Januari 2025
Surat Terbuka untuk Pembenci Perantau di Jogja: Hanya Dhemit yang “Pribumi Jogja”, Kalian Bukan! konten kreator jogja

5 Saran untuk Kreator Konten Jogja agar Makin Banyak Follower dan Endorsement meski Nggak Punya Kreativitias Sama Sekali

22 Juli 2025
4 Tempat Wisata Jogja yang Sebaiknya Dihindari Jelang Libur Akhir Tahun, Pikir Lagi kalau Mau ke Sini

4 Tempat Wisata Jogja yang Sebaiknya Dihindari Jelang Libur Akhir Tahun, Pikir Lagi kalau Mau ke Sini

16 Desember 2024
UIN Jogja Tidak Pantas Lagi Menyandang Status Kampus Rakyat (Unsplash)

UIN Jogja Tidak Pantas Menyandang Status Kampus Rakyat ketika UKT Anak Petani Tembus 7 Juta Rupiah!

28 September 2023
Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

13 Juli 2022
Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan Terminal Mojok

Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan

18 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
PTC Surabaya dan PCM Surabaya, 2 Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

PTC dan PCM, Dua Mall di Surabaya yang Kompak Menganggap Pengguna Motor sebagai Anak Tiri

30 Januari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi
  • Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam
  • Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.