Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Alasan Markeshow JTV, Stand-up Comedy ala Jawa Timuran Harus Kembali Mengudara

Muhammad Bintang Aldijana oleh Muhammad Bintang Aldijana
16 Januari 2021
A A
markeshow 8 Komika Stand Up Comedy Indonesia di SUCI Kompas TV dengan Opening Paling Ikonis terminal mojok.co

8 Komika Stand Up Comedy Indonesia di SUCI Kompas TV dengan Opening Paling Ikonis terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Sekitar 2016 dan 2017, ada acara stand-up komedi berbahasa Jawa bernama Markeshow di stasiun televisi lokal JTV. Acara itu menampilkan komika melakukan stand up comedy dengan full menggunakan bahasa Jawa. Walaupun tidak ada seri lanjutan dari acara tersebut, rekaman lawas acara Markeshow masih disiarkan di JTV sampai sekarang. Beberapa penampilan juga dapat ditemukan di kanal YouTube @markeshowjtv. Seharusnya acara stand-up comedy berbahasa Jawa seperti Markeshow itu tetap dilanjutkan dalam seri-seri terbaru. Hal tersebut setidaknya disebabkan oleh beberapa alasan.

Pertama, acara stand-up comedy Markeshow bisa menjadi ajang melestarikan tradisi seni bahasa Jawa yaitu parikan. Parikan adalah seni pantun bahasa Jawa yang biasa digunakan untuk membuat guyonan. Dalam acara Markeshow, komika yang sedang melakukan aksi di atas panggung selalu menggunakan parikan dalam membuka dan menutup sebuah penampilan.

Misalnya ketika komika Mas Yudhit melakukan penampilan di acara Markeshow. Dia membuka dengan parikan “Isuk-isuk sarapan pecel.. Mangan pecel nang ndhuwur tekel.. Lak sek kerjo awakmu ngko pegel.. Lak diterusno gegermu tugel..”

Sebenarnya isi parikan yang dilantunkan Mas Yudhit itu tergolong tidak masuk akal. Frasa “gegermu tugel” itu dalam bahasa Indonesia berarti punggungmu patah. Berawal dari sarapan pagi, lalu bekerja, dan menyebabkan punggungnya patah. Sungguh ungkapan yang “nyeleneh”. Namun, justru di situlah letak kelucuannya.

Dalam bahasa Jawa, memang kerap ditemui ungkapan yang kesannya nggak masuk akal, tapi mempunyai arti dan makna yang mendalam dan sukar dijelaskan. Contoh dari ungkapan dalam bahasa Jawa yang “nyeleneh” itu bisa ditemui juga dalam frase “nguntal jagad” yang artinya adalah menelan dunia. Frasa tersebut secara denotatif memang nonsense tapi justru di situ lah ciri khas ungkapan dalam bahasa Jawa. Ungkapan nyeleneh lain yang biasanya juga digunakan dalam parikan adalah kalimat “Awan-awan mangan dingklik..” yang artinya siang-siang makan kursi.

Kedua, acara stand up comedy Markeshow diisi oleh komika-komika yang sudah punya jam terbang di acara-acara televisi nasional. Nama-nama komika dalam acara Markeshow yang sudah Go National itu yaitu Mas Yudhit (kontestan SUCI season 4), Sega (kontestan SUCI season 5), Wahyu Togog (kontestan SUCI season 8), Deddy Gigis (kontestan SUCA season 2), dan Ubet (Kontestan Api Lagi MNC TV).

Nama-nama komika tersebut selain mahir dalam melakukan stand up dengan bahasa Jawa juga tak kalah lucu ketika beraksi di ajang televisi nasional. Saya membayangkan kalau acara Markeshow JTV masih ada, mungkin acaranya bisa dikembangkan menjadi semacam kompetisi seperti ajang-ajang stand up yang ada dalam televisi nasional. Dengan begitu, acara Markeshow bisa menjadi ajang yang kompetitif sekaligus produktif dimana bakat-bakat stand up komedian lokal bisa lebih tertampung dan tersaring.

Ketiga, dalam acara stand-up comedy Markeshow para komika bisa lebih mengeksplor hal-hal lucu yang familiar dengan kota-kota di Jawa khususnya Jawa Timur-an. Misalnya saat Deddy Gigis menceritakan keresahannya terhadap orang Surabaya yang suka meludah sembarangan saat berkendara motor. Dia yang notabene juga orang Surabaya lantas mengejar orang itu dan meludahi balik. Namun, kelucuan terjadi karena dia lupa membuka kaca helm.

Baca Juga:

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

Nasib Warga Dau Malang: Terjepit di Antara Kemacetan Kota Wisata dan Hiruk Pikuk Kota Pelajar

Selain menceritakan keresahannya terhadap orang Surabaya yang suka meludah saat berkendara, Denny Gigis juga menyampaikan unek-uneknya yang menyangkut Pantai Kenjeran yang terletak di kota Surabaya. Dia membayangkan Godzilla muncul dari laut Pantai Kenjeran yang biasa dikunjungi orang-orang yang sedang pacaran. Ketika Godzilla itu muncul, dia membayangkan orang-orang yang sedang asyik pacaran itu kaget dan langsung membetulkan baju dan celananya.

Komika lain dalam acara Markeshow yang pernah mengeksplor hal lucu Jawa Timur-an yaitu Wawan Saktiawan asal Malang. Dia menceritakan keluh kesah saat mendengarkan orang Jawa Timur-an meniru kosa kata “loe gue” ala orang Jakarta. Dia juga membahas aksen khas orang Jawa Timur-an seperti dirinya yang mengucapkan kota Batu dengan “kota mBatu” atau kota Galek (Trenggalek) dengan “kota ngGalek”.

Pernah juga mas Wawan asal Malang itu menyinggung makanan khas kota Kediri yaitu sambel tumpang. Dia menyebut sambel tumpang itu makanan yang hari Minggu dimasak, hari Senin dihangatkan, hari Selasa dihangatkan lagi, sampai hari Kamis berubah menjadi sayur blendrang.

Memang, seharusnya acara Markeshow di JTV itu terus diadakan dan dilestarikan. Bagi orang Jawa Timur seperti saya, acara Markeshow JTV memberikan nuansa berbeda terhadap stand-up comedy yang biasanya dihelat di stasiun televisi nasional. Selain menghidupkan kembali tradisi parikan yang sudah mulai jarang didengarkan oleh orang Jawa sendiri, acara Markeshow JTV memberikan kesan unik dengan menyuguhkan humor terkait hal-hal berbau lokal atau dekat dengan telinga.

BACA JUGA Menurut Saya, Audisi SUCI IX bak Pelamar Kerja Bertemu Orang Dalam dan tulisan Muhammad Bintang Aldijana lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Januari 2021 oleh

Tags: jawa timurmarkeshowstandup comedy
Muhammad Bintang Aldijana

Muhammad Bintang Aldijana

Lulusan Sastra Inggris UIN Malang. Saat ini bekerja sebagai tutor di Kampung Inggris Pare.

ArtikelTerkait

Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Mojokerto yang Menawarkan Keindahan Alam namun Wajib Diwaspadai

Rekomendasi 5 Tempat Wisata di Mojokerto yang Menawarkan Keindahan Alam namun Wajib Diwaspadai

25 November 2023
6 Tempat Wisata Alam di Jember yang Nggak Cocok buat Family Time terminal mojok

6 Tempat Wisata Alam di Jember yang Nggak Cocok buat Family Time

12 Desember 2021
7 Bebek Goreng Paling Enak dan Populer di Surabaya Terminal Mojok

7 Bebek Goreng Paling Enak dan Populer di Surabaya

15 September 2022
Lamongan Destinasi Liburan yang Logis ketimbang Jogja (Unsplash)

Ketimbang Jogja, Lamongan Adalah Destinasi Paling Logis untuk Liburan Tahun Baru

30 Desember 2024
Jalan Terusan Ambarawa Malang, Jalanan Penuh Masalah yang Paling Sering Dilewati Mahasiswa UM

Jalan Terusan Ambarawa Malang, Jalanan Penuh Masalah yang Paling Sering Dilewati Mahasiswa UM

15 Januari 2024
Bandar Grisse, Ikon Baru Gresik yang Menyimpan Keresahan (foto milik penulis)

Bandar Grisse, Ikon Baru Kota Gresik yang Ramainya Mulai Melahirkan Keresahan bagi Warga Sekitar

23 Oktober 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

Jawaban untuk Pertanyaan Kenapa Kutoarjo Punya Alun-alun Sendiri padahal Masuk Purworejo

19 Januari 2026
Mio Soul GT Motor Yamaha yang Irit, Murah, dan Timeless (Unsplash) yamaha mx king, jupiter mx 135 yamaha vega zr yamaha byson yamaha soul yamaha mio

Yamaha Mio, Motor Lama yang Pernah Jadi Puncak Rantai Makanan, Kini Kembali Muncul dan Diburu Banyak Orang

20 Januari 2026
Saya Berpaling dari Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru Mojok.co

Saya Meninggalkan Drakor Sejak Kenal Dracin yang Ceritanya Lebih Seru

18 Januari 2026
Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

Kapok Naik KA Bengawan, Sudah Booking Tiket Jauh Hari Malah Duduk Nggak Sesuai Kursi

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sebaiknya Memang Jangan Beli Rumah Subsidi, sebab Kamu Akan Rugi Berkali-kali
  • Warga Madiun Dipaksa Elus Dada: Kotanya Makin Cantik, tapi Integritas Pejabatnya Ternyata Bejat
  • Indonesia Masters 2026: Cerita Penonton Layar Kaca Rela Menembus 3 Jam Macet Jakarta demi Merasakan Atmosfer Tribun Istora
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.