Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Usulan untuk Pemerintah Kabupaten Sukoharjo biar Nggak Malu-maluin Daerahnya Sendiri (Lagi)

Yessica Octa Fernanda oleh Yessica Octa Fernanda
20 Juli 2024
A A
Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau kabupaten sukoharjo, solo baru kereta batara kresna wonogiri ka batara kresna

Ironi Sukoharjo Jawa Tengah: Punya Slogan Sukoharjo Makmur, tapi Penduduknya Memilih Kabur untuk Merantau (Prabu Panji via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Sukoharjo, meski hanya sepelemparan batu dari Solo, tapi jangan anggap mereka “sekeren” Solo. Benar, mereka punya Solo Baru yang amat standout ketimbang daerah lain di Soloraya, tapi Sukoharjonya sendiri sebagai induk nggak ada mirip-miripnya sama Solo baru.

Keadaan di Sukoharjo yang sebenarnya jauh dari ekspektasi kalian, yang mungkin beranggapan bahwa Sukoharjo adalah kabupaten yang maju dan makmur. Itu cuma slogannya aja sih. Hal ini terbukti dengan tulisan-tulisan di Terminal Mojok yang banyak membahas Sukoharjo dari sudut pandang negatif. Karena memang begitulah fakta di lapangan.

Namun berbagai tulisan itu sepertinya tidak digubris atau tidak diambil pusing oleh pemerintah. Mereka seolah nggak sadar bahwa Sukoharjo itu punya segudang potensi yang belum terekspos oleh orang banyak, misalnya destinasi wisata, kuliner, budaya, dan masih banyak lagi.

Melalui tulisan ini saya tidak hanya mengkritik kinerja pemerintah, tapi saya mencoba memberi usulan kebijakan. Mungkin dapat dipertimbangkan dan ditempuh oleh elite pemerintah untuk memajukan kabupaten Sukoharjo.

Branding potensi pariwisata Sukoharjo

Siapa sangka potensi pariwisata di Sukoharjo itu amat besar. Selain pemandangan sawah yang sudah jarang ditemukan di perkotaan, Sukoharjo menyimpan destinasi wisata yang nggak kalah dengan kota lain. Contohnya Waduk Mulur, Dam Colo, Bukit Sepikul, Batu Seribu, Pesanggrahan Langenharjo, Telaga Biru, Gunung Taruwongso, dan The Heritage Palace.

Saya yakin di antara nama-nama destinasi tersebut, telinga kita lebih familiar dengan nama terakhir. Mirisnya lagi, Sukoharjo kerap kali tidak dianggap sebagai daerah pemilik The Park Mall dan Pakuwon Mall, mesakne tenan.

Beberapa kenyataan di atas menunjukkan bahwa masalah utama tenggelamnya Sukoharjo di mata masyarakat adalah kurangnya pemasaran dan branding potensi daerah. Coba cek saja, apakah website pemerintah Sukoharjo turut mempromosikan destinasi wisata, kuliner khas, ataupun produk unggulan UMKM? Malahan isinya berupa kegiatan operasional pemerintah saja.

Well, sejujurnya itu bukan hal yang nggak penting, tapi memperkenalkan keunggulan diri sendiri nggak kalah krusial.

Baca Juga:

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

Ditambah lagi kondisi destinasi-destinasi yang saya sebutkan sebelumnya tidak terawat dengan baik. Hanya dihias ala kadarnya dan dibiarkan begitu saja. Nggak menarik blas. Bila Waduk Mulur dibandingkan dengan Waduk Cengklik, waduh kami kayaknya mundur duluan deh. Maka tak mengagetkan kalau Kabupaten Sukoharjo kalah saing dengan daerah sekitarnya seperti Solo atau Karanganyar yang gencar memanfaatkan potensi daerahnya.

Usulan saya simple, pemerintah perlu memaksimalkan pengadaan website dan media sosial untuk mem-branding diri serta berusaha tidak ketinggalan dengan tren zaman sekarang. Tujuannya untuk menarik wisatawan datang dan nantinya juga akan menambah pemasukan APBD Sukoharjo. Ya apa gunanya pejabat dibayar mahal-mahal tapi daerah yang dikelolanya ambyar?

Optimalisasi area alun-alun

Keberadaan alun-alun seolah menjadi destinasi utama pelancong ketika mengunjungi suatu daerah. Alun-alun Kidul dan Lor Solo, Alun-alun Joga, Alun-alun Karanganyar, Alun-alun Bandung, dan Alun-alun Wonosobo adalah sedikit dari banyak alun-alun terkenal di Indonesia.

Emang Sukoharjo punya alun-alun? Ya punya lah, namanya Alun-alun Satya Negara. Sangar ya. Tapi kondisi alun-alun ini tidak sesangar namanya karena suasananya sepi walaupun cukup banyak warga yang berkunjung. Jajanannya pun tidak variatif. Kebanyakan menjajakan wedangan, warung ayam goreng, warung nasi goreng, dan bakso bakar. Sangat berbeda dengan alun-alun Solo yang selalu ramai pengunjung dengan aneka makanan enak dari ujung sampai ujung.

Saya curiga, banyak anak muda Sukoharjo yang lebih memilih alun-alun Solo untuk nongkrong di malam hari, termasuk saya. Ya habis gimana lagi. Sayang banget kalau potensi alun-alun Sukoharjo cuma dianggurin dan sekadar numpang lewat aja. Diperlukan effort dalam mengembangkan area alun-alun agar lebih modern dan menjadi pusat basecamp anak muda. Bisa melalui pembuatan spot-spot menarik dan penataan lokasi.

Selain itu variasi jajanan perlu ditambah. Mungkin dengan menyediakan tenda-tenda gratis bagi pedagang yang mau berjualan atau memberikan modal usaha. Di tempat saya tinggal, Solo Baru, sudah terlampau banyak yang menjajakan makanan minuman. Setidaknya usulan itu juga bisa membantu relokasi pedagang Solo Baru ke Alun-alun Sukoharjo.

Menggaet investor untuk mengurangi pengangguran

Menurut data dari BPS, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sukoharjo tahun 2023 meningkat sebesar 0,93% yaitu berada di angka 3,4%. Sebelumnya pada 2022, TPT Sukoharjo sebesar 2,47%. Hal ini disebabkan oleh bangkrutnya industri padat karya, terutama sektor tekstil yang mendorong terjadinya PHK.

Artinya saat ini banyak warga yang menganggur dan butuh lapangan pekerjaan. Sangat sulit bila hanya mengandalkan pendapatan daerah dalam membuka lapangan pekerjaan. Solusi yang bisa saya tawarkan adalah pemerintah menggaet investor-investor agar menanamkan modalnya ke Sukoharjo.

Hal ini bertujuan untuk membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat. Misalnya di industri padat karya, agribisnis, pengolahan pangan, dan berbagai lini bisnis lainnya. Tentunya dengan menerapkan regulasi yang tepat bagi penanaman modal asing ini agar tidak merugikan pemerintah dan masyarakat.

Pemerataan pembangunan di Kabupaten Sukoharjo harus segera dikebut

Walaupun Kabupaten Sukoharjo sangat luas, namun pembangunan di sini masih sangat timpang. Seperti yang sudah diketahui, Sukoharjo kota penuh dengan infrastruktur kantor pemerintah, trotoar, jalur pesepeda, halte bus, dan berbagai fasilitas lain. Jalanannya saja sudah mulus dan luas bagaikan jalan tol. Solo Baru apalagi, sudah jadi kota satelit berkat fasilitas mewahnya.

Namun berbeda dengan daerah pinggiran Sukoharjo yang kondisinya kerap dikeluhkan oleh jamaah mojokiyah Sukoharjo. Banyak daerah pinggiran yang justru “terbengkalai” karena minimnya pembangunan fasilitas publik di sana. Misalnya jalan rusak, ketiadaan halte bus, rumah sakit, fasilitas rekreasi dan olahraga, pariwisata, hingga sarana pendidikan.

Urusan pemerataan pembangunan nggak bisa pandang bulu atau terbatas pada daerah tertentu. Meredupnya potensi dan distribusi pendapatan yang tidak merata ujung-ujungnya menyasar rakyat juga. Jadi, sangat penting pembangunan infrastruktur di daerah pinggiran Sukoharjo agar selevel dengan pusat kotanya.

Itulah beberapa usulan dan masukan saya kepada pemerintah dan bupati Sukoharjo periode selanjutnya agar nggak malu-maluin daerahnya sendiri. Jelas Kabupaten Sukoharjo harus berbenah kalau nggak mau ditinggal warganya. Tapi setidaknya kalau ditanya asal daerah, kita nggak malu lagi mengakui Sukoharjo sebagai kampung halaman tercinta kita.

Penulis: Yessica Octa Fernanda
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kabupaten Sukoharjo Sebaiknya Ganti Nama Jadi Kabupaten Solo Baru Aja, biar Lebih Relate dan Terkenal!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2024 oleh

Tags: Alun-alun Satya Negarakabupaten sukoharjosolosolo baru
Yessica Octa Fernanda

Yessica Octa Fernanda

Mahasiswa teladan.

ArtikelTerkait

3 Palang Kereta yang Sebaiknya Dihindari di Solo Terminal Mojok

3 Palang Kereta yang Sebaiknya Dihindari di Solo

2 Januari 2022
Solo Melesat, tapi Warganya Pucat karena Susah Cari Kerja

Solo Melesat, tapi Warganya Pucat karena Susah Cari Kerja

3 November 2023
Luwes, Supermarket Terbaik di Solo. Nggak Ada Lawan!

Luwes, Supermarket Terbaik di Solo. Nggak Ada Lawan!

26 Oktober 2024
Koridor Gatot Subroto Solo Jelas Belum Bisa Menggeser Malioboro Jogja, Top of Mind Pelancong Indonesia

Koridor Gatot Subroto Jelas Belum Bisa Menggeser Malioboro, Top of Mind Pelancong Indonesia

9 September 2023
Pengalaman 12 Jam Naik Kereta Sri Tanjung Solo-Banyuwangi: Naik Sendiri, Turun Punya Keluarga Baru Mojok.co

Pengalaman 12 Jam Naik Kereta Sri Tanjung Solo-Banyuwangi: Naik Sendiri, Turun Punya Keluarga Baru 

7 Juni 2025
3 Kata yang Bikin Bingung Orang Riau yang Berada di Solo Mojok.co

3 Kata yang Bikin Bingung Orang Riau yang Berada di Solo

1 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal mojok.co

Jangan Kuliah S2 Tanpa Rencana Matang, Bisa-bisa Ijazah Kalian Overqualified dan Akhirnya Menyesal

14 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
3 Pertanyaan yang Dibenci Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Mojok.co jurusan PAI

Saya Tidak Ingin Menjadi Guru walaupun Memilih Jurusan PAI, Bebannya Tidak Sepadan dengan yang Didapat!

11 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026
Jogja Kombinasi Bunuh Diri Upah Rendah dan Kesepian

Beratnya Merantau di Jogja karena Harus Berjuang Melawan Gaji Rendah dan Rasa Kesepian

11 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.