Informasi
ADVERTISEMENT

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok

3 Tradisi Manten Paling Unik di Tulungagung. Terdengar Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warlok Mojok.co

Mendengar kata manten, apa yang pertama kali terlintas di kepala kalian? Kebanyakan orang pasti membayangkan pasangan manusia yang duduk di pelaminan lengkap dengan riasannya. Akan tetapi, di Tulungagung, manten tidak hanya sebatas itu.

Urusan manten tidak selalu melibatkan manusia. Tradisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun sehingga dianggap wajar oleh warlok. Namun, bagi pendatang, saya yakin kebanyakan akan mengernyitkan dahi. 

Walau terlihat aneh bagi orang luar, tradisi manten Tulungagung ini nyatanya penuh makna dan harapan baik. Menariknya lagi, sebagian tradisi ini masih bisa dijumpai sampai sekarang. Bahkan, berubah menjadi bagian dari identitas budaya Tulungagung.

Baca juga Penderitaan Tinggal Dekat Tempat Wisata Mikutopia Kota Batu, Hidup Dihantui Macet, Berisik, dan Waswas dengan Ancaman Bencana Ekologis Masa Depan.

#1 Mengarak kucing sebagai ritual minta hujan yang sudah mendunia

Pertama ada manten kucing. Sesuai namanya, ritual ini melibatkan sepasang kucing jantan dan betina. Keduanya diperlakukan layaknya pengantin. Kucing-kucing tersebut diarak dalam sebuah prosesi adat sebelum akhirnya dimandikan di sumber air atau telaga yang ada di desa.

Tujuan utama ritual ini bukan untuk mencarikan jodoh kucing. Masyarakat melaksanakannya sebagai doa agar hujan segera turun ketika kemarau panjang melanda wilayah mereka. Tradisi ini lahir dari cerita turun-temurun tentang leluhur desa yang dipercaya berhasil mendatangkan hujan setelah memandikan kucing saat masa kekeringan.

Yang menarik, suasana ritual ini biasanya berlangsung meriah. Ada arak-arakan, doa bersama, kesenian tradisional, hingga selametan warga. Jadi bukan sekadar acara simbolis, melainkan juga ajang mempererat hubungan sosial masyarakat desa.

Bagi orang luar, mungkin tradisi ini terdengar lucu. Namun, bagi warga lokal, manten kucing adalah warisan budaya yang sarat makna. Tradisi ini juga sudah menjadi bagian penting dari identitas desa mereka. Dan, jangan salah, tradisi dari Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat ini sudah dikenal lumayan luas di tingkat nasional lho. 

Baca halaman selanjutnya: #2 Manten pari …

Terakhir diperbarui pada 18 Juni 2026 oleh .

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

Exit mobile version