Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

3 Tipe Tamu Hotel yang Reservasi Online, dari Baik Hati Sampai Suka Adu Domba

Dessy Liestiyani oleh Dessy Liestiyani
17 Juli 2020
A A
Cara Membedakan Hotel Esek-esek dan Hotel Beneran biar Nggak Salah Masuk mojok.co/terminal

Cara Membedakan Hotel Esek-esek dan Hotel Beneran biar Nggak Salah Masuk mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Ada-ada saja tamu hotel yang saya temui….

Saat ini, menjalankan bisnis apa pun, sebaiknya berpikir untuk memanfaatkan online sebagai salah satu cara melancarkan usaha, baik untuk berjualan maupun promo. Demikian pula yang saya alami beberapa tahun belakangan ini, ketika berkecimpung di dunia perhotelan.

Betapa menguntungkannya memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai ruang usaha. Salah satunya adalah jualan kamar hotel melalui agen travel online (Online Travel Agent atau OTA).

OTA memberi banyak keuntungan untuk bisnis hotel saat ini. Sekitar 70 persen tamu hotel saya dapatkan melalui OTA. Lumayan banget, kan. Konsekuensinya, sebagai mitra OTA, pihak hotel wajib memberikan deskripsi hotel sejelas mungkin. Meliputi bentuk kamar, ukuran, fasilitas hotel, fasilitas kamar, sampai peraturan-peraturan. Hal ini sangat diperlukan karena konsumen belum tentu mengetahui kondisinya saat reservasi.

Tentunya, pihak hotel dan OTA berharap info seperti ini dibaca oleh calon tamu. Tujuannya untuk mengurangi rasa tidak puas dan kesalahpahaman yang mungkin timbul.

Namun masalahnya, tidak semua tamu online sepertinya merasa perlu membaca deskripsi itu. Hal ini membuat para petugas hotel harus belajar memahami berbagai tipe tamu hotel yang melakukan reservasi online sehingga bisa melayani sebaik mungkin.

Berikut ini 3 tipe tamu hotel yang melakukan reservasi online, yang saya perhatian selama beberapa tahun ke belakang.

#1 Baik hati dan nerimo

Tipe yang pertama, baik hati dan nerimo. Kata “nerimo” artinya ‘menerima’. Tamu tipe ini umumnya bisa menerima bahwa pihak hotel memberikan harga kamar sesuai fasilitasnya masing-masing. Misalnya, dengan harga Rp200 ribu, yang didapat tipe kamar standar dengan kipas angin. Berbeda dengan harga Rp700 ribu untuk tipe deluxe dilengkapi AC, pemasak air, teras untuk bersantai, serta kamar yang lebih luas.

Baca Juga:

Pengalaman Menginap di Hotel Kapsul Bandara Soekarno-Hatta, Hotel Alternatif yang Memudahkan Hidup

The Victoria Hotel Jogja, Hotel Ramah Anak yang Membuat Liburan Keluarga Nggak Banyak Drama  

Tamu tipe ini biasanya minim komplain. Bukannya nggak mau terima komplain yaa. Cuma memang komplain tamu suka aneh-aneh. Misalnya, memesan kamar standar, namun ngomel karena tidak ada bath tub. Hal ini karena sebelumnya sang tamu melihat foto bath tub di OTA, yang ternyata merupakan fasilitas di kamar mandi VIP.

Betapa kehadiran mereka yang nerimo ini justru menyemangati kami untuk memberikan pelayanan terbaik, bahkan ekstra. Misalnya memberikan souvenir, gratis minuman hangat, bahkan gratis upgrade kamar ke tipe yang lebih baik. Predikat “Tamu Baik Hati” akan langsung disematkan untuk tamu tipe ini.

#2 Tamu yang coba-coba

Saya yakin pada dasarnya tamu sudah mengerti peraturan, karena tertulis jelas pada saat pemesanannya melalui OTA. Namun, beberapa tamu memang ingin sengaja “break the rules”. Coba-coba aja, untung-untungan. Siapa tau staf lagi lupa sama SOP, atau ngerasa staff front office bisa dirayu untuk kasih kelonggaran.

Contoh kasusnya antara lain, tamu pesan 1 kamar dengan kapasitas 2 orang, namun yang menginap bisa sampai 6 orang dewasa. Atau tamu yang cuek merokok di dalam kamar “non smoking”, serta kasus pasangan yang tidak bisa menunjukkan bukti menikah sesuai peraturan di hotel syariah, ngomel karena nggak baca peraturan yang (jelas-jelas) sudah tertera di OTA.

Tamu seperti ini biasanya membanding-bandingkan dengan hotel lain yang menurut sang tamu, lebih fleksibel dalam peraturan. Atau mencoba-coba “menyegarkan ingatan” staf bahwa ia sebelumnya pernah menginap dengan kondisi yang sama, namun tidak masalah.

Yang menurut saya paling parah adalah strategi “adu domba” dari tipe tamu coba-coba ini. Iya, adu domba! Jadi tamu akan coba-coba nego peraturan dengan alasan sudah konfirmasi sebelumnya melalui staf anu di shift sebelumnya. Namanya juga “usaha”.

#3 Bayar dikit, minta banyak

Tipe tamu ini yang paling ngeselin. Persentase tipe tamu seperti ini di hotel saya sekitar 40 persen. Cukup banyak, ya. Mungkin sebagian dari kalian tidak akan percaya dengan hal ini. Pikirnya ya, semua orang pasti tau diri, kok. Realitanya sih nggak begitu.

Contoh-contoh kasusnya seperti ini, nih.

Pertama, tamu meminta waktu sarapan dimajukan pukul 04.30 WIB, plus minta tambahan roti tawar dibungkus karena mereka mau jalan-jalan pagi dan nggak mau ketinggalan liat sunrise. Sementara ketentuan waktu sarapan sendiri adalah pukul 07.00 WIB. Begitu ditolak, eh ngomel karena ngerasa udah bayar kamar dengan sarapan, jadi apa pun yang terjadi harus dapat sarapan dan bonus roti dibungkus.

Kedua, tamu komplain karena maunya kamar luas, AC, ada pemasak air, dan pemandangan yang bagus. Bukannya tidak mau memenuhi keinginan sang tamu, tapi tamu reservasi untuk tipe kamar standar, bukan kamar VIP. Dan deskripsi tentang masing-masing kamar mulai dari ukuran kamar serta fasilitas yang terdapat di dalamnya, tergambar jelas dalam OTA. Seringnya memang kita jadi kebingungan kalau tamu komplain gara-gara masalah ini.

Kadang suka mikir, apakah mereka melakukan itu karena melakukan reservasi via online? Jadi mereka merasa punya kuasa untuk memberikan review dan rating yang buruk, bila tidak sesuai harapan?

Pada dasarnya, pihak hotel berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada siapa pun tamunya, dari kalangan apa pun, dan dari reservasi mana pun. Tapi karena tingkat kepuasan setiap orang itu berbeda, jelas komplain tidak bisa dihindari bahkan oleh hotel bintang 5.

Namun adanya keberagaman tipe tamu hotel ini justru memberikan masukan dan pengalaman bagi kami pihak hotel, bagaimana menangani kelakuan para tamu online yang sering unpredictable itu.

BACA JUGA Please, Jangan Jadi Manusia Norak Saat Menginap di Hotel! dan tulisan Dessy Liestiyani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

 

Terakhir diperbarui pada 17 Juli 2020 oleh

Tags: check in di hotelhotelreservasi hotelreservasi onlinetamu hotel
Dessy Liestiyani

Dessy Liestiyani

Tinggal di Bukittinggi. Wiraswasta, mantan kru televisi, penikmat musik dan film.

ArtikelTerkait

5 Hotel Terdekat dari Tugu Pahlawan Surabaya yang Instagrammable dan Ramah Kantong

5 Hotel Terdekat dari Tugu Pahlawan Surabaya yang Instagrammable dan Ramah Kantong

3 April 2022
Cara Membedakan Hotel Esek-esek dan Hotel Beneran biar Nggak Salah Masuk mojok.co/terminal

Cara Membedakan Hotel Esek-esek dan Hotel Beneran biar Nggak Salah Masuk

8 Maret 2021
OYO hotel marketplace mojok

Membedah Sistem Kemitraan OYO dari Sudut Pandang Pemilik Hotel

1 September 2020
3 Rekomendasi Penginapan di Jogja dengan Sensasi Menginap bak di Tengah Hutan

3 Rekomendasi Penginapan di Jogja dengan Sensasi Menginap bak di Tengah Hutan

11 April 2023
Risiko Tinggal di Kampung yang Dikelilingi Hotel, Tempat Karaoke, dan PSK terminal mojok.co

Risiko Tinggal di Kampung yang Dikelilingi Hotel, Tempat Karaoke, dan PSK

2 Maret 2021
reservasi hotel untung rugi cara-cara pasangan ilegal, Jangan Jadi Manusia Norak Saat Menginap di Hotel!

4 Tipe Tamu Hotel Saat Sarapan

24 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Suzuki Satria Pro Aib Terbesar Suzuki yang Tak Perlu Lahir (Wikimedia Commons)

Suzuki Satria Pro: Aib Terbesar Suzuki yang Seharusnya Tak Perlu Lahir

18 Maret 2026
Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Penyesalan Pindah Kerja dari Jakarta ke Jogja: Selain Gaji Kecil, Budaya Pekewuh Ternyata Memperlambat Kerjaan
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.