Informasi
ADVERTISEMENT

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan

3 Tempat yang Bikin Saya Merindukan Tangerang Selatan (Wikimedia Commons)

#2 Stadion Mini Ciputat, ruang publik yang jujur

Saya juga menaruh rindu pada Stadion Mini Ciputat, markas kebanggaan klub sepak bola Persitangsel. Stadion yang berada di Jalan Pendidikan ini memiliki keunikan yang sangat khas “Tangerang Selatan banget”, yaitu berdiri di tengah pemukiman padat penduduk. Alhasil, jika ada pertandingan besar, mencari celah parkir motor saja lumayan sulit, apalagi parkir mobil.

Bagi saya, tempat ini adalah paru-paru sekaligus pelarian dari sesaknya polusi Tangerang Selatan. Saya ingat betul momen duduk merenung di sana ditemani segelas kopi plastik, menonton hiburan gratis berupa bapak-bapak berperut buncit yang berjuang mencari keringat.

Stadion ini membuktikan bahwa bahagia itu sederhana. Cukup dengan riuh rendah teriakan penonton dan aroma jajanan yang menusuk hidung, penat karena panggilan kerja yang tak kunjung datang pun bisa luruh sejenak.

#3 Romantika Jalan Ir. H. Djuanda di bawah Flyover Pasar Ciputat, Tangerang Selatan

Mungkin terdengar absurd merindukan kemacetan, tapi Jalan Ir. H. Djuanda adalah urat nadi Tangerang Selatan. Sebagai penghubung utama Jakarta menuju Parung, Kabupaten Bogor, jalan ini adalah saksi bisu perjuangan saya mengejar mimpi di atas “kuda besi”.

Saya hampir khatam dengan titik-titik macetnya, mulai dari pertigaan Gintung, dekat kampus UIN Syarif Hidayatullah, hingga titik paling “brutal” di bawah flyover Pasar Ciputat yang konon disebut salah satu pasar paling ruwet se-Tangerang Selatan.

Kemacetan di sana bukan sekadar tumpukan berbagai jenis kendaraan, melainkan ribuan bunyi klakson dan kepulan asap yang menyatukan nasib para pejuang hidup. Di tengah macet itulah, saya melihat wajah-wajah lelah pedagang dan pekerja yang menyadarkan saya bahwa saya tidak sendirian. Di aspal panas itulah mental saya menempa diri sebagai pemimpi yang baru saja lulus sekolah.

Kota Tangerang Selatan, meski hanya menjadi tempat singgah sebentar petualangan hidupku, tapi telah meninggalkan jejak yang tak pernah pudar. Raga memang telah kembali ke pelukan Bandung, tapi sebagian jiwa saya masih tertinggal di sana.

Penulis: Acep Saepulloh

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Tangerang Selatan (Tangsel): Kota dengan Pertumbuhan Terdahsyat di Indonesia

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 31 Maret 2026 oleh .

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

Exit mobile version