Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Biografi yang Bisa Jadi Inspirasimu

Maria Monasias Nataliani oleh Maria Monasias Nataliani
25 Juli 2021
A A
3 Rekomendasi Film Korea Bergenre Biografi yang Bisa Jadi Inspirasimu terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Film bergenre biografi atau yang sering disebut juga film biopik dikenal popularitasnya sejak tahun 1930 hingga sekarang. Genre ini menceritakan secara khusus kehidupan seseorang atau sekelompok orang yang penting secara historis. Meski begitu, tingkat akurasi pada film jenis ini cukup bervariasi.

Contoh film genre biografi di negeri sendiri cukuplah banyak. Sebut saja GIE (2005), Soegija (2012), hingga Guru Bangsa: Tjoakroaminoto (2015). Sementara itu, Hollywood juga menelurkan film serupa seperti Lincoln – Abraham Lincoln (2012), The Theory of Everything – Stephen Hawking (2014), dan Bohemian Rhapsody – Freddie Mercury (2018).

Nggak terlepas dari itu, Korea Selatan sebagai salah satu industri perfilman yang diakui dunia internasional, juga membuahkan film-film biopik yang nggak kalah menarik untuk ditonton. Berikut saya berikan 3 rekomendasi film bergenre biografi dari negeri ginseng.

#1 Hwang Jin Yi (2007)

Diarahkan oleh sutradara Chang Yoon Hyun, film ini menceritakan kehidupan wanita penghibur (gisaeng) legendaris di era Joseon bernama Hwang Jin Yi (Song Hye Kyo). Popularitas Hwang Jin Yi nggak hanya berasal dari kecantikan dirinya yang paripurna, melainkan juga kemampuan intelektualitas dan perilakunya. Sebagai gisaeng, ia pandai menulis puisi, bernyanyi, menari, dan memainkan alat musik.

Namun siapa sangka, kisah hidup Hwang Jin Yi cukup kelam. Meskipun lahir dari keluarga aristokrat, Jin Yi ternyata anak hasil perselingkuhan sang ayah dengan pembantunya. Mengetahui fakta pahit itu, Jin Yi memutuskan jalan hidupnya sendiri menjadi seorang gisaeng. Kehidupannya sebagai seorang gisaeng sama sekali nggak mudah karena satu dan lain hal, termasuk karena adanya campur tangan pejabat pemerintah bernama Hee Yeol (Ryu Seung Ryong).

Daya tarik film ini selain bertumpu pada kisah Hwang Jin Yi, juga sedikit banyak dipengaruhi kisah romansanya dengan teman masa kecilnya yang sekarang berprofesi sebagai bandit bernama Nomi (Yoo Ji Tae). Meski mengandung aspek melodrama yang sangat kental, film ini mampu menggambarkan seperti apa kehidupan gisaeng pada masanya.

#2 The Last Princess (2016)

Diarahkan oleh sutradara yang sebelumnya sukses dengan film romance One Fine Spring Day, Hur Jin Ho, The Last Princess menjadi film biopik Korea favorit saya. Film ini menceritakan kisah hidup putri Deokhye (Son Ye Jin), yang pada akhirnya akan menjadi putri terakhir dinasti Joseon. Deokhye adalah anak perempuan raja Gojong dengan selirnya. Meskipun anak selir, Deokhye sangat disayangi oleh keluarga kerajaan dan dihormati oleh rakyatnya.

Saat masa pemerintahan raja Gojong inilah, Jepang mulai ikut campur dalam pemerintahan. Ditambah banyak pejabat Joseon yang pro Jepang. Meski begitu, raja Gojong diceritakan tetap nggak mau tunduk pada Jepang. Di masa sulit inilah, akibat kelicikan pamannya, Han Taek Soo (Yoon Je Moon), Deokhye dipindahkan ke Jepang sebagai strategi politik pro Jepang. Meski telah melakukan usaha cara menolak Jepang seperti dengan nggak mau pakai kimono sampai menolak dikirim ke Jepang, Deokhye sempat disalahpahami rakyatnya sebagai pro Jepang. Padahal selama tinggal di Jepang, alih-alih bahagia, Deokhye bisa dikata lebih mirip tawanan.

Baca Juga:

Penjelasan Ending Film The Great Flood buat Kamu yang Masih Mikir Keras Ini Sebenarnya Film Apa

7 Rekomendasi Film Dewasa Korea Terbaik Rating 18+ yang Sayang Dilewatkan

Salah seorang kawan lama yang menunggu Deokhye pulang dan memperjuangkan kembalinya Deokhye ke Joseon adalah Kim Jang Han (Park Hae Il). Rencana tidak berjalan seperti yang diperkirakan. Deokhye dipaksa oleh Han Taek Soo menikahi aristokrat Jepang bernama Takeyuki (Kim Jae Wook). Scene paling menguras air mata dimulai saat Jang Han bertemu Deokhye di rumah sakit jiwa, di mana ketika nyaris tidak mengenali Jang Han, Deokhye bertanya lirih, “Kenapa kau baru datang sekarang?”

#3 Anarchist from Colony (2017)

Film arahan sutradara Lee Joon Ik ini menceritakan kisah hidup aktivis Korea Selatan bernama Park Yeol (Lee Je Hoon). Mengisahkan perjuangan Park Yeol bersama kekasih yang kemudian menjadi istrinya, Kaneko Fumiko (Choi Hee Seo) melawan penjajahan Jepang. Film dibuka dengan adegan Park Yeol menarik becak di Tokyo untuk penumpangnya, warga Jepang. Saat menagih ongkos, Park Yeol justru ditendang sambil diolok sebab dia warga Korea yang mencari uang di Jepang.

Singkat cerita, Fumiko yang lahir dari orangtua berkebangsaan Jepang namun ditelantarkan ini, mulai tertarik pada sosok Park Yeol setelah membaca puisi Park Yeol berjudul Damned Dog. Fumiko kemudian masuk ke kelompok anarkis yang dipimpin Park Yeol, “Heukdohwe”. Diam-diam kelompok ini merencanakan penyerangan pada pangeran Hirohito.

Meski penyerangannya belum dilancarkan, Menteri Dalam Negeri Jepang saat itu, Mizuno (Kim In Woo) menyebarkan propaganda bahwa rakyat Korea yang tinggal di Jepang meracuni air sumur dan melakukan kegiatan illegal lainnya melawan Jepang. Singkat cerita, Park Yeol dan Fumiko diinvestigasi oleh pejabat bernama Tatemasu (Kim Joon Han). Hasil investigasi kemudian menghantarkan mereka pada persidangan.

Sebagai film biografi, saya justru tergila-gila pada keberanian Park Yeol dan Fumiko serta hubungan yang terjalin di antara keduanya. Meskipun olah peran Lee Je Hoon di sini memesona, saya justru terkesima pada sosok Fumiko yang dibawakan dengan luar biasa oleh Choi Hee Seo. Saya mengagumi semangat Fumiko menyatakan gagasan. Dari sini pula, kita seolah diajak menyadari bahwa gagasan atau ideologi seseorang terhadap sesuatu itu dipengaruhi berbagai hal, termasuk bagaimana kehidupan ini membentuk mereka.

Film biografi membuat penonton mengenal tokoh-tokoh tertentu dengan perjalanan hidupnya masing-masing. Terkadang seperti film bergenre sejarah, film biografi juga memberikan pada kita perspektif yang berbeda dalam memandang suatu hal. Juga memberikan pada penonton informasi baru yang memperkaya pengetahuan kita, pun menginspirasi.

By the way, dari ketiganya, mana nih yang sudah pernah kamu tonton?

Sumber Gambar: YouTube hangukmovies

BACA JUGA 6 Lagu Korea yang Cocok Jadi OST K-Drama dan tulisan Maria Monasias Nataliani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Anarchist from ColonybiografiFilm KoreaHiburan TerminalHwang Jin YiThe Last Princess
Maria Monasias Nataliani

Maria Monasias Nataliani

Part-time writer. Full-time doctor. Menggemari Haruki Murakami, Park Chan Wook, dan iced-Americano.

ArtikelTerkait

4 Rekomendasi Film Korea Bertemakan Spionase Agen Rahasia dengan Plot Twist yang Mind Blowing Terminal Mojok

4 Rekomendasi Film Korea Bertemakan Spionase Agen Rahasia dengan Plot Twist yang Mind Blowing

11 Januari 2021
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Nggak Perlu Boikot, Ini Tips Menghadapi PSG di PES

14 Agustus 2021
Alasan Kamu Harus Nonton 'Monthly Magazine Home', selain Ngasih Kiat Punya Rumah terminal mojok.co

Alasan Kamu Harus Nonton ‘Monthly Magazine Home’, selain Ngasih Kiat Punya Rumah

20 Juli 2021
Bikin Penonton Berderai Air Mata, Rekomendasi 6 Film Korea Sedih Terbaik Terminal Mojok

Bikin Penonton Berderai Air Mata, Rekomendasi 6 Film Korea Sedih Terbaik

29 Agustus 2022

Menurut Saya, Avatar Aang Lebih Baik daripada Avatar Korra

5 Juni 2021
nicholas saputra ganteng bikin repot mojok

Betapa Membosankannya Isi Medsos Nicholas Saputra

24 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet Mojo.co

6 Warna yang Dibenci Tukang Bengkel Cat Mobil karena Susah dan Ribet

13 Januari 2026
4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

4 Kebohongan Solo yang Nggak Tertulis di Brosur Wisata

16 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.