Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

3 Program TV Saat Sahur yang Sungguh Bikin Kangen. #TakjilanTerminal32

Muhammad Arsyad oleh Muhammad Arsyad
28 April 2021
A A
3 Program TV Saat Sahur yang Sungguh Bikin Kangen. #TakjilanTerminal27 terminal mojok.co

3 Program TV Saat Sahur yang Sungguh Bikin Kangen. #TakjilanTerminal27 terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan di Terminal Mojok lagi campaign Takjilan Terminal. Isinya semua tentang Ramadan, mulai dari pop kultur, iklan, sampai acara khas Ramadan. Ngomongin acara khas Ramadan, nggak lengkap kalau nggak ngomongin soal program TV saat sahurnya. Ada beberapa program TV saat sahur sahur yang sungguh ngangenin. Saya berani bertaruh bahwa acara-acara sahur berikut ini jauh lebih ngangenin daripada sinetron PPT yang ceritanya muter-muter gitu doang.

#1 Saatnya Kita Sahur

Kamu pernah dengar acara ini? Memang, dulu kalau ingatan saya tidak berkhianat, waktu masih SD, program TV saat sahur didominasi program komedi. Pelopornya kalau tidak salah, program Sahur Kita yang tayang di SCTV sekitar 90-an. Mengenai detail acaranya, saya kurang, wong tahun segitu saya baru lahir. Intinya acara lawak.  

Beberapa tahun setelah itu, muncul lagi acara-acara sahur yang konsepnya (hampir) mirip Sahur Kita. Salah satu yang terkenal Saatnya Kita Sahur. Nah, kalau yang ini saya termasuk penikmatnya. Program Saatnya Kita Sahur tayang perdana medium 2000-an, tepatnya 2007 menurut Wikipedia.

Dulu, saya rela bangun cepat buat sahur, eh nggak ding, tapi buat nonton almarhum Olga Syahputra di Saatnya Kita Sahur. Sungguh itu acara yang bikin sahur keluarga saya lebih berwarna, ketimbang hari ini. Betapa saya dan ibu saya ngakak bareng menonton tingkah kocak Olga, Komeng, dan Adul.

Saya rasa pada masa itu belum ada yang bisa menandingi lucunya trio Komeng, Olga, dan Adul. Ini kalau zaman segitu Cing Abdel sudah jadi juri, pasti dikasih No Debat itu. Pasalnya, sumpah lucu banget.

Biasanya dibikin semacam komedi situasi. Komeng sebagai orang dewasa dan Adul sebagai anak kecil yang sok-sokan polos. Sementara Olga sebagai hantu, kadang perempuan penggoda yang justru sering dikerjain Komeng. Gaya melawak yang dibawakan, ya, untuk ukuran sekarang pasti bakal ditegur KPI berkali-kali.

Yhaa gimana ya. Kadang Olga tampil seolah-olah menjadi cewek. Dan setiap kali Olga muncul itu auranya sudah menggembirakan. Baru keluar satu kata saja sudah lucu. Apalagi kalau sudah saling ejek sama Adul, dan dikepruk sterofoam sama Komeng.

#2 Yuk Kita Sahur

Jika RCTI pantas disematkan sebagai televisi dengan segudang sinetron, Trans TV—sebelum ratingnya anjlok dan diserbu program pemutaran film—layak disebut sebagai televisi dengan segudang acara komedi situasi atau sketsa. Kita tentu ingat acara Extravaganza. Nah itu salah sketsa populer yang pernah tayang di Trans TV.

Baca Juga:

6 Tempat Berburu Takjil di Kota Makassar. Takjil Hunter, Merapat!

9 Tempat Takjil di Sleman biar Ngabuburitmu Lebih Berwarna

Maka dalam urusan program sahur pun tak jauh-jauh dari format sketsa atau komedi situasi. Buktinya setelah Saatnya Kita Sahur kandas, muncul acara Yuk Kita Sahur yang formatnya mirip. Program Yuk Kita Sahur atau YKS ini pertama kali tayang pada 2013. Waktu itu saya masih awal-awal SMA kayaknya.

SKS dan YKS, kedua-duanya mengandalkan Olga Syahputra buat ujung tombak kelucuan. Ya, walaupun ada pelawak lain, sih. Tapi tetap Olga yang bisa bikin acara itu lucu.

Tanpa Olga, program TV YKS mungkin bakal hambar. Sebab, nggak ada yang dikerjain. Selain itu, yang membedakan YKS dengan acara sahur sebelumnya, yaitu kehadiran Cinta Laura yang tentu saja mengubah mindset penonton kala itu.

Bagaimana tidak, wong Cinta Laura saat itu kan termasuk artis yang kecantikannya paripurna. Berwajah bule dan kalau ngomong itu nginggris banget. Namun, dia mau-mau saja tuh ngelawak.

Bahkan sampai wajahnya cemong pun mau. Saya ingat adegan saat Wendy Cagur, Olga, dan Cinta Laura sedang main tebak-tebakan kalau tidak salah. Betapa Cinta Laura kok ya mau dikerjain Wendy. Apa pun yang dijawab selalu salah dan berakhir mukanya belepotan

Sayangnya, acara YKS ini banyak menuai kritikan dan teguran, terutama dari KPI. Beberapa kali YKS dianggap melanggar aturan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). YKS pun nggak bertahan lama, dan akhirnya cuma tayang satu season doang.

Namun YKS sukses melahirkan satu tren khusus. Tren tarian yang dinamakan Joget Caisar yang membahana itu. Goyangan Caisar berhasil bikin YKS tetap tayang, tapi dengan format lain: Yuk Keep Smile. Hingga pada akhirnya juga sampai difilmkan segala.

#3 Jazirah Islam

Biasanya setelah sahur saya tidak langsung tidur seperti hari ini. Pasalnya, dulu sepanjang sahur hingga sehabis subuh, acara-acara di televisi itu layak disebut tontonan nggak kayak sekarang. Jazirah Islam di Trans 7 adalah program Ramadan yang selalu saya tonton habis Subuh.

Betapa saya diajak untuk mengenal bagaimana seorang muslim hidup di negara-negara yang bukan mayoritas Islam. Misalnya kehidupan seorang muslim di Brazil. Negeri sepak bola itu ternyata terdapat beberapa komunitas muslim.

Dini Fitria, host program ini, mengajak pemirsa untuk mengetahui bagaimana muslim menjadi minoritas. Betapa indahnya kehidupan jika kita menonton Jazirah Islam. Di negara-negara yang notabene bukan mayoritas muslim, justru orang-orang non-muslim memperlakukan muslim dengan baik dan ramah sebagaimana mestinya. Hal ini sungguh kontradiktif dibandingkan di Indonesia yang sesama muslim saja saling mencurigai.

Tampak dalam salah satu episodenya, di Masjid Abu Bakar, salah satu masjid terbesar di Sao Paulo, Brazil terdapat kursus bahasa Arab. Jelas karena Brazil itu bukan negara Islam, dan kamu tentu tahu sendiri Sao Paulo di televisi dan film kayak gimana, kursus tersebut justru banyak diisi oleh non-muslim. Mereka tertarik belajar bahasa Arab supaya bisa membaca Al-Quran dengan benar.

Andai saja acara Jazirah Islam itu tayang lagi, mungkin Indonesia—yang mayoritas Islam itu—akan lebih banyak diisi orang ramah. Tidak ada lagi konflik horizontal. Dan tidak ada lagi pendakwah yang… ah, sudahlah.

Mengharapkan program-program tersebut memang susah. Ibarat menanti Persip Pekalongan juara Copa Del Rey, wong masuk Piala Menpora saja nggak. Acara TV sahur dulu dan sekarang sungguh berparak.

Program TV saat sahur hari ini lebih membosankan, kalau nggak sinetron ya acara talkshow yang garing. Jadi, wajar saja kalau saya sekarang lebih milih tidur setelah sahur, daripada ngaji. Eh.

*Takjilan Terminal adalah segmen khusus yang mengulas serba-serbi Ramadan dan dibagikan dalam edisi khusus bulan Ramadan 2021.

Sumber Gambar: YouTube Khazanah Trans7 Official

BACA JUGA Betapa Menjengkelkan Orang yang Bangunin Sahur Pakai Sound System dengan Volume Kencang. #TakjilanTerminal21 dan tulisan Muhammad Arsyad lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 Agustus 2021 oleh

Tags: Program Sahurprogram TVTakjilan Terminal
Muhammad Arsyad

Muhammad Arsyad

Warga pesisir Kota Pekalongan, penggemar Manchester United meski jarang menonton pertandingan. Gemar membaca buku, dan bisa disapa di Instagram @moeharsyadd.

ArtikelTerkait

Bagi Saya, Trans 7 Adalah Channel TV Terbaik Saat Ini terminal mojok.co

Jujur Saja, Virus Sinetron ‘Ikatan Cinta’ Tidak Mempan di Saya

18 November 2020
3 Masjid di Ciputat yang Paling Mantap Takjilnya. #TakjilanTerminal34 terminal mojok.co

3 Masjid di Ciputat yang Paling Mantap Takjilnya. #TakjilanTerminal34

29 April 2021
4 Rekomendasi Tempat Cari Takjil di Kulon Progo, Nggak Perlu Jauh-jauh ke Jogja! bandara YIA

4 Rekomendasi Tempat Cari Takjil di Kulon Progo, Nggak Perlu Jauh-jauh ke Jogja!

5 April 2022
Bulan Ramadan Adalah Saat Pisang Ijo Menguasai Segala Jenis Takjil di Wakatobi. #TakjilanTerminal01 terminal mojok.co

Bulan Ramadan Adalah Saat Pisang Ijo Menguasai Segala Jenis Takjil di Wakatobi. #TakjilanTerminal01

13 April 2021
5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Malang. Takjil Hunter, Merapat!

5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Malang. Takjil Hunter, Merapat!

4 April 2022
Dear Trans7, Budaya Indonesia Bukan Soal Makanan Saja terminal mojok

Dear Trans7, Budaya Indonesia Nggak Melulu Soal Makanan

27 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.