Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jember yang Perlu Diketahui

Adhitiya Prasta Pratama oleh Adhitiya Prasta Pratama
30 Maret 2022
A A
3 Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jember yang Perlu Diketahui Terminal Mojok.co

3 Peninggalan Kerajaan Majapahit di Jember yang Perlu Diketahui (Indonesiaapix/Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Selain ada peninggalan Belanda dan Jepang, di Jember juga ada beberapa peninggalan Kerajaan Majapahit.

Sudah banyak diketahui, Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang berdiri di Nusantara, tepatnya pada 1293 hingga 1478 Masehi. Patut disetujui juga bahwa kekuasaan Kerajaan Majapahit sangat berkembang secara luas. Bahkan, dalam catatan sejarah, luas daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Malaya, Jawa, Papua, hingga masuk daerah Singapura dan beberapa kepulauan di Filipina.

Dari luasnya daerah kekuasaannya itu, tentu Kerajaan Majapahit banyak sekali mewariskan beberapa peninggalan di seluruh pelosok Indonesia. Misalnya, bangunan candi hingga kitab-kitab terkenal seperti Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular dan Kitab Negarakertagama karangan Mpu Prapanca.

Candi Mirigambar di Tulungagung (Shutterstock.com)

Peninggalan Majapahit tentu banyak ditemukan nggak hanya di pusat pemerintahannya di Mojokerto, melainkan juga ditemukan di antaranya seperti di Blitar, Probolinggo, hingga kota saya, Jember. Di Jember, selain beberapa peninggalan yang diwariskan pihak kolonial (Belanda dan Jepang), nyatanya juga terdapat beberapa peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Pasalnya, Kerajaan Majapahit juga memiliki pengaruh yang signifikan bagi Kabupaten Jember.

Bahkan, nama Jember dipercaya merupakan adopsi dari penyebutan Raja Hayam Wuruk saat pergi ke daerah Besini (sekarang Kecamatan Puger, Jember) saat keretanya terjebak lumpur (lihat di Negarakertagama). Akibatnya, Raja Hayam Wuruk menamai daerah terebut sebagai kawasan “Jembrek” alias berlumpur. Dari situlah, kemungkinan nama Jember berasal.

Memang patut diketahui bahwa Jember dari dulu hingga saat ini merupakan daerah yang berair atau berlumpur. Hal itu bisa dibuktikan dengan beberapa nama desa atau tempat yang menggunakan kata “curah” dan “rawa” yang berarti air. Seperti Curah Kates, Curah Lele, Curah Nangka, Curah Mluwo, Rowotengu, Rowotamtu, dan Rowotengah. Dengan begitu, hubungan Jember dan Majapahit merupakan pembahasan yang menarik. Untuk menambah validitasnya, berikut ini saya berikan 3 peninggalan Majapahit di Jember yang wajib diketahui.

#1 Situs Beteng di Semboro

Peninggalan Kerajaan Majapahit ini diberi nama Situs Beteng yang berlokasi di Dusun Beteng, Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro. Jika dari pusat Kabupaten Jember, jaraknya memang memerlukan waktu yang agak lama, yakni sekitar satu jam dengan jarak 30-an kilometer.

Kata “Beteng” dalam bahasa Indonesia memiliki arti benteng atau tempat berlindung. Sama seperti namanya, situs Beteng memang memiliki fungsi sebagai tempat perlindungan. Pasalnya, menurut laporan dari Pemkab Jember, situs Beteng dibangun oleh Raja Kertabumi atau biasa dikenal sebagai Raja Brawijaya V ketika diserang Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah (anak turun Raden Brawijaya V).

Baca Juga:

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

Membayangkan Jalur KA Kalisat Jember-Bondowoso Aktif Kembali, Pasti Banyak Manfaatnya

Setelah berhasil dikalahkan Kerajaan Demak, para pasukan Majapahit beserta Raja Brawijaya V pergi ke daerah Tengger. Namun, Raden Patah masih belum puas atas kemenangannya itu. Merasa terdesak, Raden Brawijaya V terus melarikan di sampai ke timur, yakni di daerah Semboro, Jember. Di situlah, blio dan rombongannya menemukan tanah lapang yang luas dan kemudian dibangun bangunan pertahanan untuk perlindungan.

Hingga saat ini, sisa-sisa bangunan tersebut masih bisa disaksikan keberadaannya. Lantaran pemerintah sudah memugar situs ini dengan berbagai fasilitas dan bangunan pendukung seperti pagar. Selain situs Beteng itu sendiri, kita juga bisa menemukan banyak batu-bata besar khas Majapahit, batu dakon, guci, dan lain sebagainya.

#2 Candi Deres di Gumukmas

Istilah candi memang sering dikaitkan dengan bangunan yang berfungsi sebagai tempat peribadatan di masa kerajaan Hindu-Buddha dulu. Jika kita lihat, banyak sekali candi yang bisa kita temukan di Indonesia, beberapa di antaranya ada Candi Muara Takus di Jambi, Candi Borobudur di Magelang, Candi Prambanan di Jogja, Candi Singasari di Malang, dan masih banyak lagi.

Namun, ternyata ada juga candi yang berlokasi di Jember, namanya Candi Deres. Candi yang berlokasi di Desa Purwoasri, Kecamatan Gumukmas ini pada dasarnya merupakan reruntuhan candi. Pasalnya, bentuk Candi Deres ini sudah nggak sempurna lagi. Meski hanya reruntuhan, bukti Candi Deres merupakan peninggalan Majapahit dapat dilihat dari jenis batu-batanya yang memiliki khas Kerajaan Majapahit.

Dilansir dari laman resmi Pemkab Jember, Candi Deres ditemukan pertama kali pada 1980-an. Dengan kemungkinan bahwa candi Deres dibangun ketika Raja Hayam Wuruk sedang melakukan Tirtayatra (tour keliling Jawa Timur) pada 1359 dengan jarak tempuh sekitar 1700-an kilometer (tertulis dalam Kitab Negarakertagama).

Adapun dalam catatan lain, Candi Deres juga dikenal dengan Candi Reco, lantaran di beberapa kawasan sekitarnya ditemukan reco (arca/patung), seperti patung Durga (yang sekarang ada di Museum Nasional) dan patung Nandi kecil. Selain itu, juga ditemukan relief candi yang sekarang disimpan Gudang Penyimpanan Benda Cagar Budaya Kabupaten Jember.

Meski kondisinya saat ini sangat rusak parah karena faktor alam dan tangan manusia, tapi kita wajib mengetahuinya. Lantaran bangunan tersebut pasti dan masih memiliki nilai-nilai sejarah.

Candi Belahan, Pasuruan (Wisnupriyono/Shutterstock.com)

#3 Patung Reco di Umbulsari

Jejak peninggalan kerajaan Majapahit di Jember selanjutnya terletak di Desa Sukoreno, Umbulsari, Jember. Bukti peninggalan yang masih bisa dijumpai saat ini adalah replika patung reco atau arca. Kenapa hanya replika? Lantaran patung reco yang asli sekarang disimpan di Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jember.

Masyarakat sekitar banyak mempercayai bahwa arca-arca tersebut merupakan peninggalan dari Kerajaan Majapahit. Hal tersebut nyatanya diperkuat dengan adanya penemuan batu-bata yang tersebar di daerah sana. Kuat dugaan, batu-batu tersebut dibuat pada akhir era kekuasaan Majapahit, yakni pada abad ke-14.

Bukti lain yang menegaskan bahwa terdapat patung-patung dari Kerajaan Majapahit adalah berdasarkan penelitian mahasiswa Universitas Jember. Mereka menemukan Arca Syiwa yang terbengkalai di pekarangan rumah warga. Setelah melakukan berbagai penelitian dan perbandingan dengan arca yang ada di Trowulan, Mojokerto, arca yang ditemukan di Desa Sukoreno memiliki beberapa kemiripan, di antaranya mirip dengan Arca Mahakala dan Arca Nandi Suara.

Pro

Candi Jabung di Probolinggo (Shutterstock.com)

Itulah 3 peninggalan kerajaan Majapahit di Jember yang wajib diketahui. Lantaran kehidupan kita saat ini tentu nggak akan terlepas dari peristiwa masa lalu yang memiliki nilai sejarah. Setidaknya, jika kita nggak bisa merawatnya secara langsung, kita bisa mengingatnya, mengetahuinya, dan mengambil nilai-nilai historis sebagai sebuah pembelajaran.

Penulis: Adhitiya Prasta Pratama
Editor: Audian Laili

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Maret 2022 oleh

Tags: jemberKerajaan Majapahitpeninggalan
Adhitiya Prasta Pratama

Adhitiya Prasta Pratama

Seorang mahasiswa yang hobi baca apa aja di depannya.

ArtikelTerkait

Hal-hal yang Biasa di Jember, tapi Nggak Lumrah di Sumenep Madura mojok

Hal-hal yang Biasa di Jember, tapi Nggak Lumrah di Sumenep Madura

15 Oktober 2024
Julukan Jember Kota Tembakau Sudah Tidak Pantas, Sebaiknya Diganti Aja Mojok.co

Julukan Jember Kota Tembakau Sudah Tidak Pantas, Sebaiknya Diganti Aja

13 November 2023
50 Kosakata yang Sering Digunakan Masyarakat Madura Swasta dalam Interaksi Sehari-hari Terminal Mojok.co

50 Kosakata yang Sering Digunakan Masyarakat Madura Swasta dalam Interaksi Sehari-hari

17 Mei 2022
oleh-oleh khas jember

6 Oleh-oleh Khas Jember yang Wajib Dicoba

26 Desember 2021
Unpopular Opinion: Jember Daerah yang Cocok untuk Slow Living di Jawa Timur Mojok.co

Unpopular Opinion: Jember Daerah yang Cocok untuk Slow Living di Jawa Timur

3 Desember 2024
Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

Kabupaten Jember Harusnya Belajar dari Surabaya Soal Transportasi Umum, Bisa Jadi Solusi Kemacetan dan Promosi Pariwisata

17 Desember 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu Mojok.co

5 Masjid Unik Jogja yang Patut Dikunjungi biar Nggak ke Masjid Jogokariyan Melulu

15 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

Surat Terbuka untuk Bupati Grobogan: Sebenarnya Desa Mana yang Anda Bangun dan Kota Mana yang Anda Tata?

18 Februari 2026
Vespa Matic: Tampilannya Keren, tapi Payah di Jalan Nggak Rata dan Tanjakan Mojok.co

Vespa Matic, Motor Mahal yang Nggak Masuk Akal, Harga Setara Mobil Bekas, Fiturnya Minim!

21 Februari 2026
Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

Jalan Mojokerto Mulai Banyak yang Berlubang, Gus Barra, Njenengan di Mana?

20 Februari 2026
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

21 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan
  • Omong Kosong Menua Tenang di Desa: Menjadi Ortu di Desa Tak Cuma Dituntut Warisan, Harus Pikul Beban Berlipat dan Bertubi-tubi Tanpa Henti
  • WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!
  • 3 Dosa Indomaret yang Membuat Pembeli Kecewa tapi Bisa Memakluminya karena Keadaan lalu Memaafkan
  • Derita Orang Biasa yang Ingin Daftar LPDP: Dipukul Mundur karena Program Salah Sasaran, padahal Sudah Susah Berjuang
  • Sarjana Sastra Indonesia PTN Terbaik Jadi Beban Keluarga: 150 Kali Ditolak Kerja, Ijazah buat Lamar Freelance pun Tak Bisa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.