Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

3 Lagu Terbaik Tulus dalam Album Manusia yang Bikin Kita Memaknai Ulang Diri Sendiri

Tazkia Royyan Hikmatiar oleh Tazkia Royyan Hikmatiar
15 Maret 2022
A A
3 Lagu Terbaik Tulus dalam Album Manusia yang Bikin Kita Memaknai Ulang Diri Sendiri Terminal Mojok Pixabay

3 Lagu Terbaik Tulus dalam Album Manusia yang Bikin Kita Memaknai Ulang Diri Sendiri (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tulus luncurkan album baru, lho, Gaes! Tepatnya pada tanggal 3 Maret 2022 lalu. Judul albumnya Manusia. Isinya tentu ada sepuluh lagu. Kesepuluh lagu dalam album ini seolah menandai satu dekade Tulus berkarier di blantika musik Tanah Air. Seperti nama albumnya, lagu-lagu yang ada dalam album ini bercerita seputar kehidupan dan perasaan-perasaan yang dirasakan manusia. Makanya relate banget dengan kita lantaran lagu-lagu itu sedang bercerita tentang kita.

Bagi saya, tentu saja seluruh lagu dalam album Manusia pantas untuk didengarkan. Bahkan semua lagu Tulus itu recommended buat didengarkan. Tapi, kalau disuruh pilih tiga lagu saja dalam album Manusia yang harus didengarkan dan bisa membuat kita memaknai kembali diri sendiri, maka inilah jawaban saya.

#1 Diri

Lagu pertama yang saya rekomendasikan adalah “Diri”. Sejak lirik pertamanya saja, lagu “Diri” ini sudah menghipnotis sekali. “Hari ini, kau berdamai dengan dirimu sendiri. Kau maafkan semua salahmu, ampuni dirimu. Hari ini, ajak lagi dirimu bicara mesra. Berjujurlah, pada dirimu kau bisa percaya,” lirih Tulus bernyanyi.

Mendengarnya saya langsung terenyuh dan merasa sedang diberi mantra begitu saja. “Pulihlah diri, ayo bangkit lagi. Hingga kini, meski berat dan bikin penat, toh tetap bisa dilalui,” ujar diri saya saat Tulus dengan suara khas falsetnya melantun dengan lembut di telinga.

Kau maafkan semua salahmu, ampuni dirimu (Pixabay.com)

Musik dan suara Tulus sederhana, tapi justru karena itulah terdengarnya lebih nyaman di telinga. Tulus nggak terlalu banyak berakrobat dengan suaranya meski sebetulnya tentu ia bisa. Pokoknya lagu ini nyaman didengar mulai dari masalah lirik hingga alunan musiknya. Kita bisa dengan mudah hafal lagunya dan kemudian ikut bernyanyi ria campur sedikit sendu dengannya.

Dan yang paling penting, saat menyanyikannya kita lebih bisa berpikir jernih bahwa yang paling berharga bagi kita adalah diri kita sendiri.

“Bisikkanlah, terima kasih pada diri sendiri. Hebat dia, terus menjagamu dan sayangimu. Suarakan, bilang padanya jangan paksakan apa pun. Suarakan, ingatkan terus aku makna cukup,” kata Tulus.

#2 Satu Kali

Sudah merasa bosan, penat, dan kesal dengan keadaan kita saat ini? Maka, menepilah, pasang headsetmu, dan dengarlah lagu “Satu Kali” dalam album Manusia Tulus ini!

Baca Juga:

Katanya Sekolah Itu Mencerdaskan Manusia, tapi kok Cuma Mau Menerima Murid yang Pintar?

Surat Terbuka kepada Makhluk Gaib: Persetan Hidup Berdampingan, Hidup Manusia Sudah Susah!

“Kecil hanya sekali, muda hanya sekali, tua hanya sekali, hiduplah kini,” begitu potongan lirik lagu “Satu Kali” yang banyak diulang dalam lagu ini.

Kecil hanya sekali, muda hanya sekali, tua hanya sekali, hiduplah kini (Pixabay.com)

Secara keseluruhan, lagu ini seolah ingin menyampaikan bahwa apa pun yang terjadi hari ini, sesulit dan sesakit apa pun menjalaninya, ya sudah jalani saja. Toh, itu cuma akan terjadi sekali dan kalau sudah dilewati, kadang kita justru akan merindukannya.

Kalau ada banyak hal yang terjadi di luar ekspektasi kita, lantas jadi berbuah kesalahan-kesalahan, lirik lagu ini menampar lembut sekali. “Wajah kecilmu, kita manusia, bukan yang maha paling mulia.”

#3 Tujuh Belas

“Muda jiwa selamanya muda. Kisah kita abadi selamanya,” lirik ini bergema sebagai pembuka. Dinyanyikan oleh banyak anak yang bikin lagu jadi terdengar mewah.

Kamu yang lagi ada di umur sweet seventeen mana suaranya? Lagu ini bukan buat kamu sih meski judulnya begitu. Lagu “Tujuh Belas” justru lebih ditujukan buat kita yang sudah melewati masa itu. Masa di mana “Kita masih sebebas itu, rasa takut yang tak pernah mengganggu,” kata lagu ini.

Lagu Tujuh Belas cocok buat kita yang sudah melewati usia tersebut (Pixabay.com)

Pemilihan kalimat yang apik sekali. Tulus nggak bilang kita tak punya rasa takut, tapi merasakan takut juga, tapi nggak mengganggu. Nggak kayak sekarang yang dikit-dikit di-overthinking-kan. Takut berlebihan. Banyak pertimbangan. Kita banget, kan? Manusia dewasa banget, kan?

Lagu ini vibesnya positif banget. Di awal lagu pakai suara anak-anak yang ramai dan mengingatkan kita waktu di usia 17 tahun. Ramai, asyik,dan bersahaja tentu saja. Musiknya juga kaya dan bikin badan joget dikit-dikit.

“Seberapa pun dewasa mengujimu, takkan lebih dari yang engkau bisa,” pungkas Tulus di akhir lagu “Tujuh Belas”.

Itulah tiga lagu terbaik dalam album Manusia Tulus yang saya rekomendasikan buat kamu dengarkan agar lebih bisa memaknai diri sendiri. Saya yakin setelah mendengarkan salah satu lagunya, kamu mau tak mau penasaran untuk dengarkan lagu lainnya dalam album Manusia.

Penulis: Tazkia Royyan Hikmatiar
Editor: Intan Ekapratiwi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2022 oleh

Tags: album barulagu indonesiaManusiatulus
Tazkia Royyan Hikmatiar

Tazkia Royyan Hikmatiar

Lahir sebagai anak kelima dari enam bersaudara, alhamdulilah lahirnya di bidan bukan sama orang pintar daerah Bandung. Setelah tahu bahwa kata ternyata bisa membuat dia bahagia, akhirnya saya memutuskan untuk mendalami sastra di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Sempat mengikuti banyak komunitas kepenulisan, namun sekarang lebih fokus bekerja untuk keabadian di Pers Mahasiswa Poros UAD. Saya bisa dihubungi lewat WA di 088216427712

ArtikelTerkait

langit abu-abu

Membedah Langit Abu-Abu dan Lagu Lain Milik Tulus: Sosok yang Datang Saat Ada Perlu, Lalu Hilang Entah Kemana

30 September 2019
Menjawab Alasan Mengapa Lagu Tulus Selalu Cocok Jadi Teman Terbaik Kala Insecure Melanda terminal mojok

Menjawab Pertanyaan Mengapa Lagu-lagu Tulus Selalu Cocok Jadi Teman Terbaik Kala Insecure Melanda

21 April 2021
Lagu Ingkar dari Tulus Adalah Gambaran bahwa Mencari Orang Baru Bukanlah Hal Mudah terminal mojok

Lagu Ingkar dari Tulus Adalah Gambaran bahwa Mencari Orang Baru Bukanlah Hal Mudah

21 Agustus 2021
6 Lagu Indonesia yang Bisa Bawa Pikiran Travelling ke 2005 terminal mojok.co

6 Lagu Indonesia yang Bisa Bawa Pikiran Travelling ke 2005

23 Agustus 2021
Ungu Rekaman Album Baru Bikin Gairah Musik Pop Mainstream Indonesia Balik Lagi terminal mojok.co

Ungu Rekaman Album Baru Bikin Gairah Musik Pop Mainstream Indonesia Balik Lagi

9 Maret 2021
manusia makhluk naratif

Manusia Makhluk Naratif

8 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pulang ke Lembata NTT Setelah Lama Merantau di Jawa, Kaget karena Kampung Halaman Banyak Berubah Mojok.co

Momen Pulang ke Lembata NTT Setelah Sekian Lama Merantau di Jawa Diliputi Rasa Kaget, Kampung Halaman Banyak Berubah

25 Februari 2026
Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

Menghadapi Kultur Lawan Arah di Lebak Bulus Raya: kalau Ditegur Galak, tapi kalau Kena Tilang Langsung Pasang Wajah Melas

25 Februari 2026
Bukber Berkedok Reuni Itu Scam- Arena Bunuh Teman (Unsplash)

Bukber Berkedok Reuni Itu Seperti “Scam”: Adu Outfit, Adu Gaji, Adu Kerjaan, Ujung-ujungnya Adu Nasib

1 Maret 2026
Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja (Unsplash)

Mudik ke Jogja Itu Bukan Liburan tapi Kunjungan Kerja karena Semua Menjadi Budak Validasi, Bikin Saya Rindu Mudik ke Lamongan

24 Februari 2026
Sidoarjo Bukan Sekadar "Kota Lumpur", Ia Adalah Tempat Pelarian Paling Masuk Akal bagi Warga Surabaya yang Mulai Nggak Waras

Lupakan Teori Kuliner PNS, di Sidoarjo Kasta Tertinggi Warung Makanan Enak Ditentukan oleh Orang-orang Waktu Bubaran Pabrik

27 Februari 2026
Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

Tan Malaka: Keunikan, Kedaulatan Berpikir, dan Sederet Karya Cemerlang

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.