Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
27 Januari 2026
A A
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi para wisatawan dan siapa pun yang membaca tulisan ini, mari kita luruskan satu hal. Berhentilah menyebut Lembang sebagai bagian dari Kota Bandung. Selain salah alamat secara administratif, menganggap daerah ini bebas banjir hanya karena berada di ketinggian adalah sebuah kenaifan. Mari kita bicara jujur soal realita Lembang yang selama ini kerap tertutup indahnya brosur wisata dan polesan filter Instagram wisatawan.

#1 Salah alamat Lembang sering dikira dari Kota Bandung, padahal aslinya berada di Kabupaten Bandung Barat (KBB)

Banyak wisatawan terutama dari Jabodetabek, yang jika ditanya mau liburan ke mana, jawaban mereka kompak, “Mau ke Bandung, mau ke Lembang.” Bahkan saudara saya dari Tangerang pun masih sering salah kaprah seperti ini.

Ingat, perlu dicatat baik-baik, ya. Secara administratif, Lembang sama sekali bukan bagian Kota Bandung dan tidak ada urusannya dengan Pemerintah Kota Bandung. Daerah ini adalah bagian dari Kabupaten Bandung Barat (KBB), titik. Hanya karena berbatasan langsung melalui Jalan Setiabudi dengan Kota Bandung, bukan berarti Lembang milik Kota Bandung.

Baca juga: Orang Bandung Lebih Senang Berwisata ke Ciater, Subang daripada Lembang.

Jika Anda sedang liburan dan ingin komplain jalanan macet di sini kepada Wali Kota Bandung, itu jelas salah alamat atuh. Mengaku Lembang sebagai Bandung itu ibarat tinggal di Bekasi tapi mengaku orang Jakarta hanya demi terlihat keren saja.

#2 Branding salah menimbulkan kebingungan warlok dan wisatawan

Inilah yang sering membuat wisatawan tersesat dalam persepsi. Begitu kuatnya daya tarik/branding nama Lembang, banyak tempat wisata di daerah tetangga yang meminjam nama besarnya demi kepentingan promosi. Saya sebelumnya pernah menulis 8 Tempat Wisata yang Sering Dikira Berada di Lembang, padahal Bukan.

Mulai dari destinasi di Jalan Setiabudi ke atas (yang sebenarnya masuk ke Kota Bandung), wilayah Cimenyan (yang masuk Kabupaten Bandung), hingga Kecamatan Parongpong dan Cisarua (Kabupaten Bandung Barat), semuanya sering kali di-branding sebagai wisata dari Lembang.

Padahal jika kita buka Google Maps dengan teliti, lokasi yang disebutkan tadi sudah masuk wilayah yang berbeda. Saking kuatnya branding ini, tempat yang berjarak dua jam dari pusat Lembang pun tetap akan dipanggil Lembang demi menarik minat pengunjung para wisatawan.

Baca Juga:

Polban, “Adik Kandung” ITB Tempat Mahasiswa Jenius tapi Kurang Hoki

Jalan Dayeuhkolot Bandung: Jalan Raya Paling Menyebalkan di Bandung. Kalau Hujan Banjir, kalau Kemarau Panas dan Macet

Baca juga: Bandung Terbuat dari Tumpukan Kebohongan, Pikir Ulang kalau Mau Tinggal di Sini.

#3 Mitos berada di dataran tinggi pasti bebas bencana banjir

Dua kata yang terdengar lucu dan sangat ironis, “Lembang Banjir”.

Para wisatawan sering berasumsi bahwa daerah yang berada di ketinggian 1.200 hingga 1.400 mdpl ini mustahil terendam banjir. Padahal di musim penghujan seperti sekarang daerah ini sering dilanda banjir Cileuncang yang parah.

Tersangka utamanya jelas alih fungsi lahan besar-besaran yang tak terkendali. Hutan, kebun, dan sawah kini berubah wujud menjadi deretan vila, hotel, resto, dan tempat wisata. Betonisasi massal telah menghilangkan daya serap tanah, diperparah dengan sistem drainase yang buruk.

Jangan kaget jika saat Anda sedang asyik menikmati hawa dingin, tiba-tiba kaki Anda terendam air cokelat yang numpang lewat

Itulah kebohongan tentang Lembang yang perlu diluruskan. Branding wisata tentang daerah ini boleh kuat, tapi fakta administratif dan realita lingkungan jangan sampai dilupakan.

Menghargai Lembang berarti mengenalinya seluk beluknya dengan benar, bukan sekadar menjadikannya bahan pamer untuk tren di media sosial saja. Sekali lagi, Lembang adalah Kabupaten Bandung Barat, bukan Kota Bandung dan daerah ini tidak bebas bencana banjir.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Orang Bandung Menghindari Plesir ke Lembang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2026 oleh

Tags: Bandungbandung baratKabupaten Bandung Baratkota bandunglembangtempat wisata bandungwisata lembang
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Seorang warga sipil Bandung yang ngojol membelah kemacetan kota di atas motor setiap pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini Mojok.co

Jalan Bypass Soekarno Hatta Minim Jembatan Penyeberangan, Bukti Pejalan Kaki Benar-benar Nggak Diperhatikan di Negara Ini

25 Juni 2024
Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain Mojok.co

Buahbatu Bandung, Kecamatan Paling Membingungkan karena Namanya Banyak Dicatut di Daerah Lain

25 Juni 2024
Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren Mojok.co

Coblong Kecamatan Pinggiran Kota Bandung yang Sering Diejek, padahal Aslinya Keren

25 Juni 2024
Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk "Gedung Paru-paru" yang Bikin Warga Resah

Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk “Gedung Paru-paru” yang Bikin Warga Resah

26 Juni 2024
Bandung (Katanya) Kota Wisata, tapi Wisatawan Mau Parkir Saja Susah

Bandung (Katanya) Kota Wisata, tapi Wisatawan Mau Parkir Saja Susah

6 Juni 2025
3 Perlintasan Kereta di Bandung yang Sebaiknya Dihindari terminal mojok.co

3 Perlintasan Kereta di Bandung yang Sebaiknya Dihindari

5 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut sebagai Jurusan Paling Green Flag Mojok.co

8 Alasan Jurusan Psikologi Pantas Disebut Jurusan Paling Green Flag

27 Januari 2026
5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan Mojok.co

5 Rekomendasi Bakmi Jawa Enak di Jogja yang Cocok di Lidah Wisatawan

26 Januari 2026
5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan Mojok.co

5 Kebohongan Malang yang Perlu Sedikit Diluruskan

25 Januari 2026
3 Hal yang Juga Harus Diperhatikan jika Alun-alun Bangkalan Madura Benar-benar Diperbaiki

3 Hal yang Juga Harus Diperhatikan jika Alun-alun Bangkalan Madura Benar-benar Diperbaiki

23 Januari 2026
Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) itu Ajaib. Sama-sama Punya Waktu 24 Jam Sehari, tapi Tetap Bisa Kuliah di Sela-sela Hidup

Mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Itu Ajaib. Sama-sama Punya Waktu 24 Jam Sehari, tapi Tetap Bisa Kuliah di Sela-sela Hidup

23 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • DAYS OF LAW CAREER 2026 dari BEM FH UI: Jelajahi Peluang dalam Dunia Kerja dengan Satu Langkah Pasti
  • Users Sri Tanjung Kaget saat Pertama Kali Naik KA Jaka Tingkir: Kereta Api Ekonomi Nggak Kayak Ekonomi, Malu karena Jadi Kampungan
  • Pertama Kali Jalan-jalan ke “Negeri Tiongkok Kecil” Lasem, Banyak Situs Sejarah Mangkrak Tak Terawat
  • Honda Scoopy Adalah Bukti Bahwa Perempuan Memilih Motor Berdasarkan Kode Warna Lipstik, Bukan Berdasarkan Kemampuan Mesin
  • Kesialan Bertubi yang Bikin Saya Merenung dan Nyaris Menyesal Pindah ke Jogja yang Penuh dengan Kebohongan
  • The Authentic Alwi Farhan: Gen Z Muda dan Berbahaya, Mental Baja tapi Suka Belajar dari Kritik

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.