Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

3 Hal yang Membuat Saya Bersyukur Jadi Anak Preman

Muhammad Ridho oleh Muhammad Ridho
21 Januari 2023
A A
3 Hal yang Membuat Saya Bersyukur Jadi Anak Preman Terminal Mojok

3 Hal yang Membuat Saya Bersyukur Jadi Anak Preman (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di mata orang, barangkali jadi anak preman itu agak merugikan. Lho iya, jadi anak seorang penjahat apa enaknya? Tapi tunggu dulu. Itu mungkin pendapat kalian yang betulan jadi anak preman. Sebagai anak preman, saya justru merasa sebaliknya. Saya bersyukur lahir sebagai anak preman.

Penasaran kenaya saya malah bersyukur? Tiga hal ini penyebabnya:

#1 Jadi berani menghadapi orang yang mengganggu

Sebagai seorang preman, tentu ayah saya punya mental yang nggak takut sama siapa pun. Walau musuhnya lebih kuat dan lebih banyak, ayah saya tetap mau melawan mereka karena begitulah mental seorang preman. Ibaratnya, jajal dulu kalau mau tahu lawannya.

Nah, warisan mental preman ini ternyata benar-benar turun ke saya dan adik perempuan saya. Misalnya, saya sering punya pengalaman berkelahi dengan orang yang jauh lebih besar daripada saya. Namun entah kenapa, saya nggak pernah mundur walau akhirnya kalah juga. Wqwqwq.

Adik saya lebih hebat lagi. Dia nggak pernah punya rasa takut saat ditantang orang untuk berkelahi, padahal dia perempuan. Adik saya pernah diganggu seorang cowok yang kebetulan teman sekelasnya. Ketika adik saya membalas, si cowok ini menantang adik saya untuk berkelahi. Salah betul menantang anak preman, jelas adik saya nggak takut dan beneran memukul temannya itu.

Saya bersyukur dengan kejadian ini. Sebab, mental preman turunan ayah saya membuat saya dan adik berani melawan orang yang ingin menindas kami meski mungkin mereka lebih kuat.

#2 Keamanan terjamin

Saat keluarga saya bepergian, rumah yang kami tinggalkan nggak pernah dikunci. Tahu alasannya? Ya karena nama ayah saya. Lagi pula siapa sih yang mau maling di rumah seorang preman? Kalau ada yang berani sih jelas dia cari masalah.

Nggak cuma rumah yang aman, saya pun aman dari aksi pembegalan. Ada sebuah sudut jalan menuju Pasar Induk Jakabaring Palembang, daerah itu terkenal sebagai daerah rawan pembegalan. Di sana, saya hampir dibegal ketika sedang menuju ke Pasar Induk.

Baca Juga:

Wonosobo Memang Kota Preman, tapi Ada Sisi Positifnya

4 Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang

Namun, bukannya segera menodongkan senjatanya ke arah saya, si pembegal terkejut melihat wajah saya. Cepat-cepat dia putar balik gara-gara mengenal wajah saya sebagai anak preman. Maklum saja, di daerah sana banyak yang kenal ayah saya, termasuk preman dan penjahat-penjahatnya.

Setelah kejadian itu saya laporan ke ayah saya kalau hampir dibegal orang. Blio cuma merespons, “Ada orang yang menemui ayah tadi, dia bilang anak buahnya minta maaf.”

#3 Jauh dari gangguan orang jahat

Di Palembang, sudah bukan rahasia lagi kalau banyak lorong yang isinya penjahat. Kalau masuk lorong itu ada beberapa kemungkinan yang bakal kita hadapi: kendaraan dicuri orang, dipalak remaja sekitar sana, atau dilukai orang-orang mabuk di lorong itu yang sukanya mengganggu pendatang.

Suatu hari saya pernah melewati sebuah lorong yang agak jauh dari rumah saya. Saat masuk ke dalamnya, suasana memang agak mencekam. Apalagi di sebuah warung yang isinya orang-orang sedang mengonsumsi miras. Kebetulan waktu itu saya nggak pakai helm, wajah saya otomatis kelihatan jelas.

Ketika hampir mendekati warung tersebut—karena jalan pulang ke rumah saya memang harus lewat situ—tiba-tiba saya dihampiri dua orang pria dengan mata merah. Mereka bilang, “Kamu anak Topa, kan? Ngapain kamu ke sini? Pulanglah. Di sini rawan gangguan. Kalau tadi saya nggak kasih tahu mereka kalau kamu anak preman, kamu pasti udah dipalak!”

Begitulah tiga hal yang bikin saya kadang bersyukur menjadi seorang anak preman. Terlepas dari penghakiman orang-orang, bagaimanapun saya adalah anak ayah dan saya bersyukur.

Penulis: Muhammad Ridho
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Cara Membedakan Preman Asli dengan yang Mengaku Preman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Januari 2023 oleh

Tags: anak premanOrang Tua dan Anakpreman
Muhammad Ridho

Muhammad Ridho

Penyuka anime.

ArtikelTerkait

Pelabuhan Ujung Muncar, Tempat Nyore yang Paling Tidak Kondusif di Banyuwangi

Pelabuhan Ujung Muncar, Tempat Nyore yang Paling Tidak Kondusif di Banyuwangi

20 Oktober 2023
Menilai Kehebatan Preman dari Tato di Tubuhnya

Menilai Kehebatan Preman dari Tato di Tubuhnya

23 Oktober 2023
outfit gentho MOJOK

Mengenal Outfit Khas Gentho, Badboy Putra Bangsa Tahun 70-80an

2 Juli 2020
7 Film Indonesia di Amazon Prime Video. Sudah Nonton Semua? (Unsplash)

7 Film Indonesia di Amazon Prime Video. Sudah Nonton Semua?

14 Mei 2023
tato

Menggelar Acara Makan Gratis Memupuskan Stigma Negatif Saya pada Preman Pasar

6 Januari 2021
4 Keresahan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang tukang parkir

4 Keresahan yang Saya Rasakan Selama Tinggal di Kelurahan Silaberanti Palembang

27 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Membayangkan Semua Gerai Indomaret Tutup: Ibu-Ibu Merana Kehilangan Promo Minyak Goreng, Orang Dewasa Stres Makin Depresi Kehilangan Kursi Besi Andalan

1 Juni 2026
Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

Perayaan Waisak di Borobudur: Momen Sakral yang Bawa Berkah bagi Warga Magelang

31 Mei 2026
Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

29 Mei 2026
Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir Mojok.co

Pantai Depok Batang, Destinasi Indah yang Berdampingan dengan Krisis Lingkungan Pesisir

30 Mei 2026
Soto, Kuliner Solo Bukan Makanan, tapi Jimat Bertahan Hidup (unsplash)

Soto, Warisan Budaya di Khazanah Kuliner Solo yang Tidak Lagi Dianggap Makanan, tapi Cara Bertahan Hidup

31 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.