Informasi
ADVERTISEMENT

3 Hal Tidak Menyenangkan yang Saya Jumpai di Perlintasan Kereta Pasar Nongko Solo

3 Hal Tidak Menyenangkan yang Saya Jumpai di Perlintasan Kereta Pasar Nongko Solo

#2 Palang kereta menutup dengan durasi yang cukup lama

Pengendara yang melintas di kawasan Pasar Nongko Solo kadang waswas karena ada palang kereta yang selalu siap menutup akses jalan kapan saja. Saya tahu bagaimana perasaan ketika terdengar suara yang menandakan kereta akan lewat. Setiap bunyi tersebut terdengar, semua pengendara jadi melaju lebih cepat. Mereka tidak mau dihadang palang kereta.

Jangan dikira menunggu kereta melintas cuma butuh waktu sebentar. Lama banget, Bro, apalagi jika menunggu di siang hari. Rasanya kayak digoreng.

Saking lamanya menunggu kereta di kawasan Pasar Nongko Solo ini, saya bisa scrolling Instagram terlebih dahulu. Oh ya, terkadang yang melintas ada dua kereta api, kalau begini semakin lama menunggu.

#3 Masih ada yang nekat menyeberang padahal palang kereta sudah menutup jalan

Baru-baru ini saya melihat video di Reels Instagram yang memperlihatkan seseorang membawa sepedanya nekat menyeberang rel, padahal palang sudah menutup. Hanya dia seorang yang nekat dengan wajah tidak peduli. Sementara pengendara lain mematuhi aturan dengan menunggu palang kereta untuk membuka jalan.

Di dalam video tersebut, seseorang memaki-maki si pesepeda dengan sebutan “asu” dan “lonte”. Saya tidak tahu yang meneriaki pesepeda tersebut adalah penjaga pintu palang kereta atau bukan. Yang jelas, walaupun dimaki-maki, si pesepeda hanya terdiam dan lanjut bersepeda.

Kelakuan si pesepeda tersebut memang membahayakan. Tidak heran jika ada yang geram melihat kelakuannya. Bayangkan jika si pesepeda itu beneran tertabrak kereta. Hal itu akan merepotkan banyak orang. Mulai dari masinis, penumpang KRL, petugas palang kereta, dan pengendara yang melintas.

Momen tertahan palang untuk menunggu kereta melintas di Pasar Nongko Solo memang menyebalkan. Sebagai manusia yang ingin selamat, seyogyanya mengikuti aturan yang ada. Jangan sampai karena kegoblogan menyebabkan adanya korban dan merugikan orang lain.

Penulis: Nafiuddin Fadly
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Hal Tidak Menyenangkan di Solo yang Sering Bikin Wisatawan Kapok

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 29 Oktober 2025 oleh .

Nafiuddin Fadly

Seorang pria asal Solo. Menaruh perhatian atas isu-isu sosial dan teknologi. Suka kopi espresso dan baca buku.