Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

3 Hal Sepele yang Sebaiknya Diperhatikan Orang Sunda Saat Berkunjung ke Jogja

Yaser Fahrizal Damar Utama oleh Yaser Fahrizal Damar Utama
3 September 2022
A A
3 Hal Sepele yang Sebaiknya Diperhatikan Orang Sunda saat Berkunjung ke Jogja Terminal Mojok

3 Hal Sepele yang Sebaiknya Diperhatikan Orang Sunda saat Berkunjung ke Jogja (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Sunda yang baru pertama kali datang ke Jogja, tentu yang ada di bayangan adalah keindahan kota Jogja seperti yang sering diromantisisasi banyak pujangga dan karya sastra. Yah, meskipun romantis atau nggaknya Jogja tergantung dari orang yang datang, sih. Maksudnya gini, kalau datang dalam keadaan jomblo dan pulang dari Jogja masih tetap jomblo, kayaknya sih nggak ada romantis-romantisnya.

Nah, sebagai orang yang pernah datang ke Jogja, rasa-rasanya kok saya harus memberitahukan 3 hal sepele yang saya alami sendiri kepada kawan-kawan USA alias urang Sunda asli. Tujuannya apalagi kalau bukan agar teman-teman saya yang orang Sunda ini nggak syok saat main-main ke Jogja. Berikut 3 hal sepele yang perlu diperhatikan.

#1 Es teh

Di Jawa Barat, ketika kita memesan es teh di rumah makan, pasti yang datang adalah segelas es tawar yang diberi es. Kecuali jika kita menambahkan kalimat, “Pakai gula ya, A,” atau sejak awal kita bilang, “Pesan es teh manis, A.” Nah, di Jogja, setting-an default-nya teh itu pakai gula alias pasti kita dikasih teh manis walau nggak bilang.

Perbedaan lainnya perkara es teh ini adalah harga teh tawar dan teh manis di Jawa Barat umumnya berbeda Bahkan jika kita beruntung, di beberapa tempat makan kita bisa mendapat teh tawar secara gratis. Namun sebagai orang Sunda yang sedang berkunjung ke Jogja, alangkah terkejutnya saya lantaran di beberapa tempat makan yang saya kunjungi, pesan es teh tawar atau es teh manis harganya tetap sama, berkisar 3 ribu hingga 5 ribu rupiah per gelas.

Jadi, kalau dibilang harga makanan di Jogja murah, sebenarnya masih bisa diperdebatkan. Sebab, di Kota Pelajar pesan es teh tawar saja harus bayar. Lalu, kalau kamu nggak mau rugi dan nggak punya riwayat diabetes, mending pesan es teh manis sekalian deh lantaran harganya sama. Atau kalau memang pengin hemat nggak keluar uang sama sekali, pesan air putih saja lah.

#2 Mi ayam

Jika saya ingatkan teman-teman saya yang orang Sunda soal rasa gudeg yang manis tentu sudah nggak aneh. Lantaran rasa gudeg ya memang manis. Namun, ada satu lagi makanan yang juga disajikan manis di sini dan itu agak bikin lidah USA (urang Sunda asli) saya syok, yakni mi ayam. Sumpah, mi ayam di Jogja manis banget!

Ketika memesan makanan dan kita menginginkan rasa pedas atau nggak pedas tentu nggak susah. Tinggal pesan pada penjual agar cabainya nggak terlalu banyak atau dibanyakin. Ha, kalau kasus mi ayam manis ini beda, Gaes, lantaran rasa manisnya yang pol-polan ada di bumbu dan topping ayamnya. Kalau minta manisnya dikurangi, artinya mengurangi porsi mi ayam itu sendiri, dong? Makanya saya nggak merekomendasikan kawan-kawan Sunda saya makan mi ayam di Jogja, kecuali dibeliin orang lain. Nggak apa-apa lah kemanisan dikit yang penting gratis saling menghargai.

#3 Rokok

Hal terakhir yang sebaiknya diperhatikan orang Sunda saat berkunjung ke Jogja ini khusus buat sobat Sunda saya yang suka ngudud. Pastikan merek rokok favorit kalian dijual di Jogja, Gaes. Coba tanya teman atau kenalan yang ada di Jogja sebelum berangkat ke Kota Gudeg, takutnya rokok favorit kalian nggak ada yang jual.

Baca Juga:

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

Beberapa waktu lalu saya pergi ke Jogja dan cuma membawa 1 bungkus rokok Djarum Coklat Ekstra. Begitu rokok yang saya bawa habis, saya pun mencari ke warung-warung di sekitaran tempat menginap. Eh, ternyata, rokok Djarum Coklat baik yang varian kretek, ekstra maupun filter nggak ada, dong. Di minimarket seperti Alfamart dan Indomaret pun nggak saya jumpai. Akhirnya mau nggak mau saya mengganti rokok sementara ke Djarum 76.

Tiga hal di atas memang kelihatannya sepele, namun sebenarnya berdampak besar pada kenyamanan kita saat berada di Jogja, lho. Jadi, buat kawan-kawan saya yang orang Sunda, mending perhatikan deh hal-hal di atas. Jangan sampai agenda wisata ke Jogja kalian jadi berantakan hanya karena hal sepele di atas.

Penulis: Yaser Fahrizal Damar Utama
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Reaksi Saya Sebagai Orang Sunda Saat Dipanggil Mas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 September 2022 oleh

Tags: culture shockgegar budayaJogjaorang sunda
Yaser Fahrizal Damar Utama

Yaser Fahrizal Damar Utama

Bercita-cita memonetisasi celoteh-celotehnya

ArtikelTerkait

Lampu Merah Pasar Demangan Jogja, Lampu Merah yang Bikin Kalian Kehilangan Kewarasan lampu lalu lintas, lampu sein

Lampu Merah Pasar Demangan Jogja, Lampu Merah yang Bikin Kalian Kehilangan Kewarasan

1 Agustus 2024
Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri Mojok.co

Membayangkan Betapa Nelangsa Jogja kalau UGM Tidak Pernah Berdiri

3 April 2025
Kisah Kasihan Bantul: Legenda Skincare Jawa dan Trik Licik demi Kekuasaan

Kasihan Bantul, Saksi Bisu Tipu Daya Licik Panembahan Senopati untuk Menghabisi Ki Ageng Mangir

22 Februari 2024
Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Barabai Kalimantan Selatan: Nggak Ada Indomaret di Barabai

Culture Shock Orang Jawa yang Merantau ke Barabai Kalimantan Selatan: Nggak Ada Indomaret di Barabai

9 Desember 2023
Anak Madura Mudah Dapat Jodoh di Jogja ketimbang Jakarta

Alasan Mengapa Anak Madura yang Kuliah di Jakarta Lebih Sulit Menemukan Pasangan ketimbang yang Kuliah di Jogja

3 Agustus 2025
4 Alasan Kota Pelajar Lebih Romantis ketimbang Kota Kelahiran

4 Alasan Kota Pelajar Lebih Romantis ketimbang Kota Kelahiran

12 Juli 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-Mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

5 Hal yang Bikin Perantau Mikir-mikir untuk Tinggal Lama dan Menetap di Kota Palu, meski Indahnya Bukan Main

17 Maret 2026
7 Rekomendasi Drama China yang Bisa Ditonton Tanpa Perlu Mikir (Pexels) tiktok

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

12 Maret 2026
Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal Mojok.co

Toyota Etios Valco, Mobil Incaran Orang Paham Otomotif yang Nggak Gampang Termakan Isu Produk Gagal

14 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman
  • Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.