Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Asing dengan Gang-gang Ini

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
1 Oktober 2025
A A
Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Masih Asing dengan 3 Gang Ini Mojok.co

Jangan Ngaku Mahasiswa UNNES Semarang kalau Masih Asing dengan 3 Gang Ini (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap daerah biasanya memiliki titik-titik strategis yang begitu populer. Cukup sebut satu nama, orang-orang yang tinggal atau pernah berada di sekitar area tersebut bisa langsung tahu arah dan suasananya. Fenomena ini juga yang terjadi di sekitar Universitas Negeri Semarang (UNNES). 

Mereka yang pernah kuliah di UNNES Semarang pasti familiar dengan gang-gang sekitar kampus yang selalu dipenuhi mahasiswa. Gang-gang itu punya daya tarik sendiri. Tanpa disadari, mahasiswa akan punya tempat langganan hingga waktu-waktu sepi yang jadi favorit. 

Gang-gang ini bukan sekadar lorong sempit yang dipenuhi kos-kosan. Di dalamnya, kamu bisa menemukan segalanya, mulai dari jajanan murah meriah hingga warung nasi legendaris. Tidak ketinggalan toko kelontong yang buka sampai malam hingga fotokopi tugas yang jadi penyelamat deadline. 

Aktivitas di sana nyaris tidak pernah sepi. Itu sebabnya, beberapa gang di sekitar UNNES sudah punya reputasi tersendiri. Bukan hanya padat, tapi juga lengkap dan jadi bagian penting dari kehidupan mahasiswa sehari-hari. Nah, berikut ini adalah beberapa gang yang sudah dikenal luas di kalangan mahasiswa UNNES dan sayang banget kalau kamu belum tahu.

Gang Setanjung yang punya “pintu Doraemon” ke UNNES Semarang

Gang Setanjung adalah gang paling strategis dan legendaris di sekitar kampus UNNES Semarang. Khususnya bagi mahasiswa FISIP dan FH. Letaknya memang dekat dengan kedua fakultas tersebut. Tak heran, setiap pagi dan sore gang ini selalu ramai dipadati mahasiswa yang hendak masuk kelas maupun pulang ngampus. 

Saya sendiri pernah merasakan tinggal di gang ini sejak jadi maba sampai lulus kuliah. Bukan tanpa alasan. Dahulu,  parkiran kampus belum sebanyak sekarang, jadi punya kos yang jaraknya dekat benar-benar menyelamatkan waktu dan tenaga.

Nah, salah satu hal paling ikonik dari Gang Setanjung adalah keberadaan “Pintu Doraemon”. Sebuah akses jalan tembus yang bisa mengantar mahasiswa ke berbagai fakultas dengan cepat. Lewat jalur ini, kamu bisa dengan mudah menuju FE, FISIP, FH, bahkan menyeberang sedikit ke FIPP. 

Singkatnya, ini jalur andalan kalau mau hemat waktu dan tenaga. Selain itu, gang ini juga punya foodcourt yang cukup lengkap. Berbagai stand makanan di sana dipatok dengan harga ramah di kantong. Pokoknya cocok banget buat mahasiswa yang harus pintar-pintar mengatur uang bulanan. 

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

4 Akronim Universitas Jember Berdasarkan Mood Mahasiswanya

Deretan tempat fotokopi legendaris juga tersedia di sini, seperti Da’i dan Rizky Fotocopy. Dua tempat itu sudah melayani mahasiswa sejak era senior-senior angkatan 2014 ke atas. Bahkan, ada juga burjo yang katanya sudah berdiri sejak dulu dan tetap jadi tempat andalan hingga sekarang.

Gang Cempakasari, surga kuliner dan UMKM

Gang berikutnya yang tak kalah populer di kalangan mahasiswa UNNES Semarang adalah Gang Cempakasari. Jika kamu lewat sini saat jam makan siang atau malam, bersiaplah menyusuri keramaian yang cukup padat. Gang ini memang sudah terkenal sebagai pusatnya kuliner murah dan lezat. 

Mahasiswa dari berbagai fakultas sering berbondong-bondong ke sini, entah untuk makan berat atau sekadar jajan camilan. Pilihannya? Banyak dan menggoda! Dari nasi rames, ayam goreng lengkuas, geprek daun jeruk, hingga burjo. Semua tersedia dengan harga ramah di kantong tentunya.

Akan tetapi, Cempakasari bukan cuma soal makanan. Di sepanjang gang ini, kamu juga bisa menemukan berbagai jajanan kekinian seperti piscok, dimsum, sempolan, matcha, es teh tiga ribuan, hingga roti bakar. Mau cuci motor? Ada. Butuh beli obat di apotek? Tinggal jalan sedikit.

Bisa dibilang, Gang Cempakasari adalah kawasan yang jadi tempat berkumpulnya banyak pelaku UMKM. Setiap lapak yang berdiri di sini punya ciri khasnya masing-masing. Semuanya bersatu membentuk denyut ekonomi kecil yang sehat.

Gang Pete yang terasa lebih akrab dan santai

Nama Gang Pete mungkin terdengar sederhana, tapi justru menyimpan banyak cerita. Gang ini dikenal sebagai pusatnya warung burjo. Warung makan yang sudah menjadi seperti rumah kedua bagi banyak mahasiswa UNNES Semarang. Khususnya mereka yang doyan begadang atau lembur tugas hingga larut malam. Bahkan, dahulu ada warung kopi legendaris bernama Nyonya Kyut yang jadi tempat nongkrong orang-orang sampai malam.  Warung itu kini sudah berganti menjadi foodcourt, tapi jejak suasananya masih terasa. 

Yang tetap bertahan di sana adalah deretan burjo yang jaraknya cuma sepelemparan batu. Anehnya, semua burjo itu tidak pernah sepi. Selalu saja ada mahasiswa yang datang, entah sendirian membawa tugas, atau ramai-ramai sekadar cari suasana.

Gang Pete terasa lebih akrab, santai, dan terasa hangat. Harga makanan bersahabat, buka sampai dini hari, dan suasana mahasiswa banget. Itulah kenapa Gang Pete begitu dicintai para pejuang skripsi. Kalau kamu belum pernah duduk di salah satu meja burjo di sini, setelah baca artikel ini silakan agendakan ya.

Itulah beberapa gang yang namanya sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian mahasiswa UNNES Semarang. Gang-gang itu bukan sekadar jalan sempit yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain. Gang itu jadi ruang hidup yang menyimpan begitu banyak cerita. 

Penulis: Dimas Junian Fadillah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2025 oleh

Tags: Kampuskampus negerikampus negeri semarangkampus semarangptnPTN SemarangSemaranguniversitas negeri semarangUNNESUNNES Semarang
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Sarapan Sate di Semarang Memang Aneh, tapi Saya Ketagihan (Unsplash)

Sarapan di Semarang Memang Rada Aneh, tapi Sekarang Saya Bisa Menikmati Bahkan Ketagihan

16 Juni 2025
5 Soto Semarang yang Layak Masuk Bucket List Pelancong Mojok.co

5 Soto Semarang yang Layak Masuk Bucket List Pelancong

13 Oktober 2025
Motor Honda Vario Merah Pemkot Semarang dan Hal-hal yang Perlu Diluruskan biar Nggak Salah Paham

Motor Honda Vario Merah Pemkot Semarang dan Hal-hal yang Perlu Diluruskan biar Nggak Salah Paham

7 Desember 2023
Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

Penderitaan yang Saya Rasakan Saat Pindah dari Jogja ke Semarang: Udah Panas, Makanannya Nggak Seenak di Jogja

6 Maret 2024
Jangan Melintasi Jalan Mranggen-Ungaran pada Malam Hari, Mending Muter Jauh ketimbang Celaka!

Jangan Melintasi Jalan Mranggen-Ungaran pada Malam Hari, Mending Muter Jauh ketimbang Celaka!

26 Juli 2023
Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain Mojok.co

Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain

14 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

7 Kasta Varian FreshCare dari yang Wanginya Estetik sampai yang Baunya Paling Kuno

24 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan Padahal Tarif Mahal, Bukan Bebas Hambatan Malah Jadi Terhambat

Tol Trans Sumatera Kayu Agung–Palembang Bikin Istigfar: Jalan Berlubang, Licin, Minim Penerangan padahal Tarif Mahal~

30 Januari 2026
Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali Mojok.co

Batik Solo Trans Memang Nyaman, tapi Nggak Ramah Mahasiswa, ke Kampus Harus Transit Sampai 3 Kali

29 Januari 2026
Surat Terbuka untuk Para Penimbun Buku di iPusnas, Apa yang Kalian Lakukan Itu Jahat  Mojok.co

iPusnas, Aplikasi Perpustakaan Nasional Gratisan yang Sering Bikin Patah Hati

24 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Album “Pamitan” Megadeth Jadi Eulogi Manis dan Tetap Agresif, Meskipun Agak Cringe
  • Perempuan Surabaya Beramai-ramai Ceraikan Suami, karena Cinta Tak Lagi Cukup Membayar Tagihan Hidup
  • Salah Kaprah Soal Tinggal di Perumahan, Padahal Lebih Slow Living-Frugal Living Tanpa Dibebani Tetangga ketimbang di Desa
  • Sebagai “Alumni” KA Airlangga, Naik KA Taksaka Ibarat “Pengkhianatan Kelas” yang Sesekali Wajib Dicoba Untuk Kesehatan Mental dan Tulang Punggung 
  • Memfitnah Es Gabus Berbahaya adalah Bentuk Kenikmatan Kekuasaan yang Cabul
  • Waste to Energy (WtE): Senjata Baru Danantara Melawan Darurat Sampah di Perkotaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.