Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus

Noor Annisa Falachul Firdausi oleh Noor Annisa Falachul Firdausi
9 Agustus 2025
A A
3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus Mojok.co

3 Dosa yang Dilakukan Mahasiswa Baru Saat Ospek Kampus (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bulan Agustus bukan hanya identik dengan perayaan Hari Kemerdekaan. Di berbagai kampus, orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek) juga dilakukan di bulan ini. Ospek dengan berbagai namanya masing-masing ini menjadi masa transisi untuk mempersiapkan mahasiswa baru (maba) dari yang sebelumnya lulus SMA sederajat ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dulu, ospek dianggap menyeramkan karena ada perpeloncoan yang dilakukan oleh senior kepada maba. Di masa-masa jahiliyah itu, yang bahkan masih ada praktiknya di beberapa kampus hingga saat ini, maba dijadikan samsak untuk menerima semua bentakan dan keusilan seniornya.

Untungnya sekarang ospek lebih mirip seperti selebrasi bagi para maba yang sudah diterima di kampus impian masing-masing. Ospek berubah menjadi wadah yang mempersiapkan mahasiswa, baik secara akademik maupun sosial sebelum resmi duduk di bangku kuliah.

Akan tetapi, karena ospek sekarang jadi lebih “soft”, ada beberapa dosa yang secara luput dan mungkin nggak sadar dilakukan oleh maba. Berikut ini beberapa dosa yang dilakukan oleh mahasiswa baru saat menjalani ospek kampus.

#1 Pakai joki untuk mengerjakan tugas ospek

Salah satu tradisi ospek yang belum terlalu berubah antara yang dulu dan sekarang adalah maba diminta untuk membawa barang-barang yang agak unik. Barang-barang ini nantinya akan dipakai di sesi tertentu di ospek.

Misalnya, di Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSBM) Palapa, ospek Universitas Gadjah Mada (UGM) di masa ketika saya masih maba. Kami diminta membuat dan membawa pom-pom dari rafia dan caping berwarna. Keduanya dipakai di acara penutupan PPSMB Palapa.

Tugas-tugas ospek semacam ini memang butuh energi dan waktu ekstra. Pom-pom saya saja baru lolos setelah revisi dua kali. Ditambah di masa itu, rafia untuk membuat pom-pom sempat langka di pasaran sampai saya harus mencari hingga ke pasar-pasar kecil.

Dosa yang dilakukan oleh maba adalah menggunakan joki untuk mengerjakan tugas ospek. Bukan hanya tugas seperti membuat pom-pom dan caping, melainkan juga latihan membuat paper dan esai akademik. Kalau dari awal ospek saja sudah menggantungkan diri ke orang lain, nggak kebayang deh nanti waktu sudah mulai kuliah gimana.

Baca Juga:

Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?

Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional

Sejatinya, pakai joki itu memang mudah, tapi bisa bikin kecanduan. Susah dikit, langsung cari joki. Malas dikit, langsung minta tolong ke joki. Lalu kapan mau mandirinya? Sudah gitu, tugas yang dikerjakan oleh joki pun belum tentu lolos dan memenuhi standar. Mending kerjakan sendiri. Jika ada yang salah, jadikan itu sebagai koreksi agar di masa depan kita nggak mengulangi kesalahan yang sama.

#2 Nggak kenalan dengan teman baru saat ospek

Di sebagian kampus, ospek dilakukan serentak dan bahkan menggabungkan mahasiswa antarfakultas dan jurusan. Jadi, di grup tempat kita ospek, bisa saja nggak ada teman yang satu jurusan kita.

Cara ini bagus banget untuk memperluas jejaring sosial kita. Kita nggak hanya menjadi katak dalam tempurung yang cuma kenal teman satu jurusan. Apalagi ospek dilakukan ketika kita hampir belum kenal siapapun di kampus baru.

Dosa yang dilakukan oleh maba adalah nggak kenalan dengan teman baru alias diam saja saat ospek. Cobalah untuk proaktif kenalan dengan semua orang. Teman-teman baru dari jurusan lain tentu saja punya latar belakang yang beragam. Dari situ kita bisa mengenal perspektif yang berbeda. Bahkan, teman-teman baru ini bisa lho kita ajak kolaborasi di masa depan.

#3 Mahasiswa baru pasif saat ospek

Pasif yang ini bukan hanya pasif karena nggak mau berkenalan dengan teman baru. Pasif juga bisa diartikan menggampangkan ospek. Memang sih ospek saat ini nggak semenakutkan dulu. Nggak ikut ospek pun kadang nggak ngaruh ke IPK. Bahkan, di beberapa kampus, ada skema tersendiri untuk maba yang belum lulus ospek.

Menggampangkan ospek ini bisa berupa nggak mengerjakan tugas, telat datang ke ospek, maupun nggak mematuhi aturan berpakaian. Selain itu, biasanya tugas ospek berkaitan dengan perkuliahan seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Pasti ada momen ketika kita diminta latihan membuat paper, esai akademik, mind map, hingga melakukan diskusi dengan teman-teman satu tim.

Tugas ospek semacam ini akan menjadi pondasi bagi maba yang akan menjalani perkuliahan. Soalnya di bangku kuliah nanti, tugas-tugas ini akan jadi makanan sehari-hari. Maba yang sejak awal sudah menggampangkan ospek pasti akan terseok-seok saat perkuliahan.

Maka dari itu saya sarankan untuk mempersiapkan sebaik mungkin ospek kalian. Kalau dapat tugas, carilah informasi dan riset betul-betul biar tugas kalian bukan cuma selesai, melainkan juga sempurna. Jangan pasif dengan hanya membuat tugas seadanya. Biasanya informasi yang tersedia di panduan ospek memang terbatas. Oleh karena itu kita harus mencari sendiri informasi yang lain.

Itulah tiga dosa yang umumnya dilakukan oleh mahasiswa baru saat menjalani ospek kampus. Buat kalian yang baru menjadi maba, jangan dicontoh ya kesalahan-kesalahan tadi. Ospek bukan hanya soal bersenang-senang, tapi juga menimpa kalian menjadi mahasiswa yang berkualitas.

Penulis : Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor : Kenia Intan

BACA JUGA 5 Tempat Nostalgia di UGM yang Bikin Alumni seperti Saya Pengin Balik Jadi Mahasiswa.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2025 oleh

Tags: Kampusmabamahasiswa barumahasiswa kampusospekospek kampusPerguruan Tinggiuniversitas
Noor Annisa Falachul Firdausi

Noor Annisa Falachul Firdausi

Alumnus UGM asal Yogyakarta yang lagi belajar S2 Sosiologi di Turki

ArtikelTerkait

Salah Kaprah Masyarakat Terkait Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang Bikin Mahasiswa Menderita

Salah Kaprah Masyarakat Terkait Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang Bikin Mahasiswa Menderita

16 Februari 2024
Mahasiswa yang Kuliah Lama adalah Donatur Kampus Paling Dermawan Mojok.co

Mahasiswa yang Kuliah Lama adalah Donatur Kampus Paling Dermawan

9 Desember 2023
Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker Mojok.co

Kerja Sambil Kuliah S2 demi Menutupi Hidup yang Terlanjur Medioker

8 Oktober 2025
Cerita di Balik Alun-Alun Merdeka dan Alun-Alun Tugu, Dua Tempat Ikonik Kota Malang yang Melenceng dari Pakem Jawa Mojok.co

Wahai para Maba, Jangan Terlena dengan Dinginnya Malang, Itu Semua Cuma Pencitraan!

19 Juli 2024
pengumuman sbmptn

Buat yang Sedang Menunggu Pengumuman SBMPTN: Selamat Bergalau Ria

9 Juli 2019
Mahasiswa Magang ke Luar Negeri Hanya Mengutamakan Gengsi, Bukan Pengalaman Kerja Mojok.co

Mahasiswa Magang ke Luar Negeri Hanya Mengutamakan Gengsi, Bukan Pengalaman Kerja

17 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

Menjadi Perawat di Indonesia Adalah Kursus Sabar Tingkat Dewa: Gaji Tak Sebanding dengan Beban Kerja yang Tak Manusiawi

5 Januari 2026
Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

Pengendara Motor yang Juga Pengguna Kacamata Adalah Orang Paling Sial ketika Hujan

8 Januari 2026
Alun-Alun Pekalongan: Tempat Terbaik untuk Belanja Baju Lebaran, tapi Syarat dan Ketentuan Berlaku

Orang Pekalongan yang Pulang dari Merantau Sering Bikin Komentar yang Nyebelin, kayak Nggak Kenal Kotanya Sama Sekali!

9 Januari 2026
3 Hal yang Sebaiknya Jangan Diunggah di LinkedIn kalau Tidak Ingin Menyesal Mojok.co

Bukannya Upgrade Diri, Malah Nyalahin dan Bilang LinkedIn Aplikasi Toksik, Aneh!

5 Januari 2026
Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

Peh, Cucut, dan Larak: Menu Pecak Andalan di Warteg yang Enak tapi Bikin Pembeli Merasa Bersalah

8 Januari 2026
Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA Mojok.co

Bus Efisiensi Penyelamat Warga Purwokerto yang Ingin “Terbang” dari Bandara YIA

9 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Super Flu yang Muncul di Jogja Memang Lebih Berat dari Flu Biasa, tapi Beda dengan Covid-19
  • Derita Anak Bungsu Saat Kakak Gagal Penuhi Harapan Orang tua dan Tak Lagi Peduli dengan Kondisi Rumah
  • Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja
  • Mengajari Siswa Down Syndrome Cara Marah, karena Dunia Tidak Selalu Ramah
  • Dari Coffee Shop “Horor”, Nira, hingga Jam Tangan Limbah Kayu: Pasar Wiguna Menjaga Napas UMKM Lokal
  • Curhatan Guru BK Hari Ini: Profesi Dipandang “Sepele”, Padahal Harus Hadapi Gen Z yang Masalahnya Makin Kompleks

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.