Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

3 “Dosa” Pedagang Siomay Keliling yang Merugikan Pembeli: Ini Siomay atau Karet Ban?

Karisma Nur Fitria oleh Karisma Nur Fitria
16 Juli 2025
A A
3 Ciri Siomay Enak Dilihat dari Gerobak Penjualnya, Mata Pembeli Harus Jeli

3 Ciri Siomay Enak Dilihat dari Gerobak Penjualnya, Mata Pembeli Harus Jeli (Serenity via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Siomay, jajanan khas Bandung ini adalah penyelamat orang yang diburu rasa lapar dan waktu di saat bersamaan. Sebagai mahasiswa yang harus beradu dengan jeda kuliah yang kelewat singkat, siomay menjadi pilihan yang tepat. Saya bisa berlari menuju kelas sembari menggigit kuliner berlumur bumbu kacang yang aduhai nikmatnya.

Saya punya banyak memori dengan pedagang siomay keliling bersepeda di sekitar kampus. Tentu saja, memori tidak semuanya menyenangkan. Memori baik pasti ada ada, tapi memori buruk juga tidak jarang.

Nah, hal-hal menyenangkan tentang siomay tentu sudah biasa. Rasanya enak, teksturnya yang pas, bumbu yang aduhai, pasti berkutat-kutat di situ. Tapi yang negatif, tentu sulit diterka. Nah, dalam tulisan ini, saya ingin membagikan “dosa” pedagang siomay yang bikin pengalaman makan jajanan ini terasa menyebalkan.

Bumbu kacang yang dibuat terlalu encer

Bumbu kacang dan siomay sudah jadi paket komplit. Tak terpisahkan. Bahkan bumbu kacang bisa dibilang jadi kunci dari nikmatnya seporsi kuliner ini. Hampir tidak mungkin seseorang membuat siomay tanpa bumbu kacang, makanya dalam resepnya disertakan cara membuat bumbu kacangnya. Seperti di resep yang diunggah oleh IDN Times.

Nah, bumbu kacang yang enak, adalah yang kental. Tak kental-kental amat, tapi jelas jangan sampai encer. Tapi sayang, saya harus mengalami menikmati siomay dengan bumbu kacang yang encer. Rasanya seperti air dengan remahan kacang. 

Dosa pertama soal bumbu kacang ini mungkin bagi sebagian orang masih diterima karena pemeran utamanya adalah si siomay. Tapi bagi saya, ini tetap saja merugikan pembeli. Masalahnya bumbu kacang juga jadi aktor penting dalam kenikmatan sebungkus siomay. 

Pedagang memang tetaplah seorang pedagang. Cuan jadi hal paling utama. Mungkin saking tidak mau ruginya, ya, bumbu kacang yang biasanya kental dan pekat dibuat jadi encer.

Siomay ikan atau beraroma ikan?

Dosa yang satu ini sudah biasa terjadi. Kuliner ini selalu berhasil memikat pembeli dengan aroma di balik kepulan uapnya. Bayangkan di tengah huru-hara perpindahan kelas dengan jam istirahat yang sempit, perut lapar dan penciuman menjadi tajam, aromanya memanggil saya dengan cepat. Seperti menemukan sesuatu yang sangat cocok dengan apa yang diinginkan perut saya.

Baca Juga:

Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

3 Ciri Siomay Enak Dilihat dari Gerobak Penjualnya, Mata Pembeli Harus Jeli

Tapi, aroma ternyata memang tidak menjamin rasa. Tidak jarang saya merasa kecewa dengan pedagang siomay keliling karena ini. Aroma ikan yang kuat dari panci tersebut ternyata cuma aroma.

Begini. Siomay biasanya berbahan dasar ikan tenggiri atau ikan laut semacamnya. Tapi, tak jarang yang saya dapatkan adalah gumpalan tepung kanji beraroma ikan. Ya, mau berharap apa dari makanan seharga 5 ribuan?

Dosa ini sangat sering saya temukan di pedagang siomay keliling. Tidak hanya di kampus tapi di tempat-tempat lainnya. Rasanya saya memang tidak boleh berharap dengan aroma. Benar kata Souljah, tak selalu, yang beraroma itu indah. 

Alot banget, kek negosiasi gaji

Harusnya, dua masalah di atas sudah bikin saya memikirkan ulang keputusan beli jajanan ini. tapi namanya manusia, sulit betul untuk kapok. Dan saya masih sering beli siomay, yang berujung ketemu dosa ketiga ini.

Suatu hari, saya melintasi jalanan kampus dan melihat kepulan uap dari panci siomay yang menggoda mata. Saya memutuskan, akan “menyerang” siomay itu nanti sepulangnya dari kuliah.

Setelah selesai kelas, saya semangat menarik seorang teman untuk membeli siomay tadi. Singkat cerita, sebungkus siomay seharga 10 ribu sudah di tangan. Tapi sayangnya saya lupa. Bukan cuma perut yang harus dikenyangkan. Mulut dan lidah juga perlu dimanjakan dengan sesuatu yang nikmat.

Siomay yang mengganggu pikiran saya itu ternyata beneran mengganggu. Saya kira, rasanya akan nikmat, tapi yang saya dapatkan nggak sekadar tepung kanji beraroma ikan, tapi karet bundar beraroma ikan, alias alot!

Masalahnya, adonan kuliner ini adalah pemeran utama yang harus dinikmati semua pembelinya. Saya nggak tau kenapa adonannya dibikin sealot ini. kalau menekan biaya produksi, kok kebangetan. Tapi kok ya saya nemu ini nggak hanya sekali. Jadilah siomay yang menari indah di kepala, berujung penyesalan yang bikin kecewa.

Lagi-lagi, Souljah benar. Tak selalu, yang berkilau itu indah.

Itulah 3 dosa besar pedagang siomay keliling yang merugikan pembeli. Bagi pedagang sudah pasti yang dicari adalah cuan. Tapi tolong, para pedagang keliling di luar sana juga harus ingat ini. Pembeli cuma pengen beli siomay ikan dengan bumbu kacang kental, rasa ikan, dan yang pasti tidak alot. Nggak sulit kan?

Iya kan?

Penulis: Karisma Nur Fitria
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 4 Cara Mudah Mengenali Siomay Kaki Lima yang Enak, Dijamin Nggak Zonk!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2025 oleh

Tags: adonan siomaybumbu kacangsiomaysiomay ikan
Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria

Karisma Nur Fitria, dari menulis dia jadi suka jalan-jalan.

ArtikelTerkait

4 Cara Mudah Mengenali Siomay Kaki Lima yang Enak, Dijamin Nggak Zonk!

4 Cara Mudah Mengenali Siomay Kaki Lima yang Enak, Dijamin Nggak Zonk!

11 Agustus 2024
3 Ciri Siomay Enak Dilihat dari Gerobak Penjualnya, Mata Pembeli Harus Jeli

3 Ciri Siomay Enak Dilihat dari Gerobak Penjualnya, Mata Pembeli Harus Jeli

1 Mei 2025
lotek jogja kuliner inovasi kebablasan mojok

Lotek Jogja, Kuliner yang Terlampau Inovatif

5 Agustus 2021
Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis Mojok.co

Kupat Tahu Magelang Nggak Cocok di Lidah Orang Jombang, Rasanya Terlalu Manis

21 Februari 2024
Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

Siomay dan Batagor di Jogja Nggak Ada yang Enak bagi Lidah Orang Bandung

27 Mei 2025
3 Warung Sate Ayam yang Membahayakan Konsumen. Hati-hati Terjebak Makan di Sini!

3 Warung Sate Ayam yang Membahayakan Konsumen. Hati-hati Terjebak Makan di Sini!

29 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan Mojok.co

5 Barang Indomaret yang Sebenarnya Mubazir, tapi Terus Dibeli Pelanggan

31 Januari 2026
Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal MOJOK.CO

Bagi Orang Bengkel, Honda Beat Adalah Motor Paling Masuk Akal yang Pernah Mengaspal

28 Januari 2026
5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata (Gil Ribeiro via Unsplash)

5 Cacat Pikir yang Orang Percayai tentang Cleaning Service, Pekerjaan yang Kerap Dipandang Sebelah Mata

30 Januari 2026
Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

Kawali, Kecamatan Istimewa di Kabupaten Ciamis yang Jarang Dilirik. Hanya Dilewati Wisatawan yang Fokus ke Pangandaran

26 Januari 2026
Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

Pronosutan Kulon Progo, Tujuan Baru para Pelari dan Pencari Ketenangan

26 Januari 2026
4 Sisi Terang Mahasiswa Kupu-Kupu yang Selama Ini Dipandang Sebelah Mata Mojok.co

Mahasiswa Kupu-Kupu Jangan Minder, Kalian Justru Lebih Realistis daripada Aktivis Kampus yang Sibuk Rapat Sampai Lupa Skripsi dan Lulus Jadi Pengangguran Terselubung

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.