Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

3 Album Band Pop Punk yang Ubah Hidup Saya

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
14 Desember 2021
A A
Share on FacebookShare on Twitter

“Dengerin lagu pop punk kalau orang tua nggak cerai atau nggak broken home itu agak kurang related, ya?” begitu kata kawan saya SMP. Sehabis ia minta lagunya Last Child via Bluetooth. Saya hanya bisa senyum-senyum kecil, apalagi pas dia bilang begini, “Lha kamu enak, keluargamu broken home, dengerin lagu begini pasti menyenangkan.”

Enak, ndasmu! Broken home mosok enak.

Di zaman saya, memang sedang banyak-banyaknya band-band pop punk yang mengangkat tema broken home. Seperti yang sudah dikatakan di awal, Las Child adalah salah satu gerbang saya menyelami lagu-lagu pop punk bersama Pee Wee Gaskins dan Rocket Rockers.

Pokoknya, kalau saya mau galau sama kehidupan, saya dengerinnya Last Child. Kalau saya lagi sambat sama masalah dunia sekolah, saya dengerinnya Pee Wee Gaskins. Dan ketika saya bingung masalah cinta, saya dengerin “Ingin Hilang Ingatan”-nya Rocket Rockers. Ada yang lebih bikin perih dari itu?

Padahal, di umur-umur bau kencur seperti itu, masalah hidup hanyalah seputar mendengar pertikaian orang tua di rumah atau PR yang lupa dikerjakan. Sedang band-band pop punk ini, memberikan perasan jeruk nipis di atas luka tersebut. Sepat, perih, pedih, tapi menyenangkan.

Telat sekali saya eksplor lagu-lagu pop punk di luar Indonesia. Blink-182 saja saya mulai preteli ketika ada di bangku SMA, medio 2013-an. Sedang saya tumbuh bersama era underground revival yang rohnya ditiup untuk hidup kembali pada 2012-an. Katakanlah The Story So far, Neck Deep, Real Friends, dan State Champs sedang naik-naiknya.

Bahkan, bassis The Story So Far, Kelen Capener mengatakan kepada The Independent bahwa pop punk itu seperti zombie. Namun, jika boleh saya setir ke dalam versi saya, pop punk setidaknya membuat saya terus merasa jadi anak muda.

Hidup saya menjadi ada artinya ketika saya mulai eksplorasi 3 album pop punk generasi underground revival ini. Berdasarkan beberapa momen, 3 album ini bakalan saya ingat pernah menyelamatkan saya dari beberapa hal pekok yang barangkali nggak bakalan saya ulangi lagi.

Baca Juga:

Ini yang akan Terjadi kalau Band Sheila On 7 Tidak Pernah Terbentuk

5 Band Indonesia yang Saya Harap Bisa Reuni

Pertama, Under Soil and Dirt album milik The Story So Far. Album ini rilis pada 2011. Di tahun tersebut, saya sedang getol-getolnya mampir di Popeye, toko kaset yang dulu keren sekali. Kalau Anda remaja Jogja yang menghabiskan masa remaja pada 2010-an, tentu Popeye tidak akan asing.

“This quicksand, it pulls me under. It pulls me underneath her,” penggalan lirik menggema terus-terusan di kepala saya. Dulu saya tidak pernah tahu pihak toko memutar lagu apa. Saya hanya bisa menikmati riff gitar, gebuk drum, dan juga pekik teriak sang vokal. Suara yang kata kawan saya waktu itu jelek banget, tapi cocok hinggap di telinga saya.

“Bajingan, ini lagu bagus banget!” kata saya. Hal inilah yang memaksa saya untuk mampir ke warnet, ngeprint lirik-liriknya dalam album, download versi bajakan yang berformat winrar dan bodohnya, ada password yang harus saya pecahkan apa kodenya. Hal yang sama membuat saya menjelajah satu warnet ke warnet, mencari lagu-lagu The Story So Far.

Berkat lagu ini pula membuat saya terkenal satu sekolah karena membawa lagu keren. Dulu, tingkat kekeren seseorang itu ketika menjadi bandar lagu keren dan bakalan ditransfer dari satu ponsel ke ponsel lainnya. Mulai dari Quicksand, Roam, sampai Closure, mengubah saya jadi orang yang lumayan keren di dunia SMP.

Kedua, Life’s Not out to Get You album milik Neck Deep. Untuk pertama kali, saya lebih suka dengan gitaris ketimbang vokalis. Lloyd Roberts, dulu selalu memaksa saya untuk melihat aksinya dan tangannya yang memetik gitar. Mulai dari Warped Tour sampai koser akustik tertutup, saya selalu melihat aksi Lloyd. Ben Barlow? Tentu saja keren, tapi di mata saya waktu itu, Lloyd segalanya di Neck Deep.

Ketika Lloyd tersandung kasus, saya tak takin bahwa band ini bakalan bisa menghasilkan lagu-lagu yang bagus. Perlahan-lahan saya mendengarkan “December”, “Kali Ma”, lantas ke “Gold Steps”. Saya baru menyadari satu hal, nama Neck Deep lebih besar dari nama personal. Bagaimanapun, pada titik itu, saya yakin bahwa band ini akan menjadi besar dan terus besar. Baik dengan Lloyd, maupun tidak.

Kontribusi Life’s Not out to Get You amat banyak. Apalagi jika bukan “December” yang selalu membuat saya menangis tiap akhir tahun mulai dari 2015 sampai 2020. Anehnya, setelah menangis-nangis di bulan Desember, pada Januari tahun baru, saya seakan disuruh mengeluarkan yang terbaik di tahun tersebut berkat lagu “Gold Steps”.

Ketiga, Copacetic album milik Knuckle Puck. “Untitled” menemani saya dari Vietnam sampai ke Thailand. Di kereta yang bergoyang-goyang, jalur timur yang berhimpitan dengan Laut Cina Selatan, memaksa saya menangis dengan lagu tersebut. Perihal hidup, Knuckle Puck mengatakan bahwa, “Everything is copacetic.”

Hampir delapan menit lagu “Untitled”, membawa beberapa fase. Tiga menit awal untuk marah-marah. Apalagi menit ke 2:25, Knuckle Puck dengan lirik “you tore me down” seakan mbisiki, “Nek meh muntab, muntab o!” Pada fase berikutnya, menit ketiga sampai tujuh, kita diberikan waktu untuk leren dan menangis sejadi-jadinya. Memang, lagu yang brengsek!

Evergreen dan Pretense juga layak disorot. Yang unggul dalam album ini dan juga lagu-lagu yang ditulis oleh Knuckle Puck adalah gaya kepenulisan band ini. Sangat pas untuk menggambarkan beragam fase kehidupan. Salah satunya tentu saja kecocokan untuk menutup tulisan kali ini, saya ambil satu penggalan lirik, lirik yang selalu saya pegang untuk melangkah ke depan, “You grew from a seed. Forever strong as a pine tree. Always an evergreen.”

Sumber Gambar: Unsplash

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Desember 2021 oleh

Tags: bandpop punk
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Kerja Full Time sebagai Musisi Kafe Ternyata Masuk Akal dan Menguntungkan Juga

Kerja Full Time sebagai Musisi Kafe Ternyata Masuk Akal dan Menguntungkan Juga

29 Oktober 2023
8 Lagu yang Kerap Dibawakan untuk Latihan Anak Band di Studio Rental terminal mojok.co

8 Lagu yang Kerap Dibawakan untuk Latihan Anak Band di Studio Rental

19 Oktober 2020
Mengenang Band Indonesia One Hit Wonder di Era 2000-an

Mengenang Band Indonesia One Hit Wonder di Era 2000-an

9 Mei 2022
Ini yang akan Terjadi kalau Band Sheila On 7 Tidak Pernah Terbentuk Mojok.co

Ini yang akan Terjadi kalau Band Sheila On 7 Tidak Pernah Terbentuk

8 Februari 2025
royalti lagu moshpit rock pop punk mojok

8 Lagu Pop Punk yang Cocok untuk Mengenang Mantan

5 September 2020
Selain Pak Duta, Ini Alasan Sheila On 7 Digandrungi dan Bikin Meleyot Kaum Hawa Mojok.co

Selain Pak Duta, Ini Alasan Sheila On 7 Digandrungi dan Bikin Meleyot Kaum Hawa

28 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Butuh Kreativitas (Wikimedia Commons)

Alfamart Itu Terlalu Membosankan dan Sumpek, Kalau Punya Uang Tak Terbatas dan Boleh Saya Akan Ubah Alfamart Jadi “Ruang Singgah Urban”

20 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta Mojok.co

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

22 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.