Informasi
ADVERTISEMENT

3 Alasan Mengapa Sekarang Banyak Orang Tegal Nggak Mau Lagi Buka Warteg, Malah Jualan Nasi Padang

3 Alasan Banyak Orang Tegal Malah Jualan Nasi Padang (Unsplash)

#2 Tidak butuh modal besar

Alasan kedua, berkaitan dengan modal. Modal membuka warung nasi padang tidak terlalu besar. Saya iseng bertanya kepada salah seorang penjual yang orang Tegal.  Katanya, modal awal itu malah setengah dari modal awal warteg.

Budget paling besar adalah menyewa tempat. Semakin besar tempat dan lokasinya strategis, semakin besar modalnya. Yah, seperti usaha kuliner pada umumnya.

Nah, enaknya jualan kuliner ini nggak butuh tempat yang terlalu besar. Jualan di depan rumah juga bisa. Selain itu, menu lauk nggak sebanyak warteg. Sudah begitu, biasanya lebih awet.

#3 Tingginya permintaan dan peminat

Alasan ketiga adalah tingginya peminat. Maklum, nasi padang adalah salah satu kuliner yang sangat populer di Indonesia. Semua kalangan menyukai jenis kuliner ini. Banyak orang Tegal yang menyadari potensi dari luasnya pasar yang ada. 

Selain itu, warung ini menyediakan banyak paket. Ada paket nasi ayam 10 ribu, paket 12 ribu, hingga 15 ribu. Jadi, pembeli tidak lagi perlu mikir mau makan apa.

Beda dengan warteg di mana pelanggan harus menyesuaikan dompet dan keinginan. Kalau mau makan sayur dengan lauk ayam, bisa lebih dari 10 ribu. Itulah tiga alasan mengapa banyak orang Tegal kini jualan nasi padang.

Penulis: Malik Ibnu Zaman

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Warteg Semakin Mahal, Wajar jika Kalah Saing dengan Warung Nasi Padang Murah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 September 2024 oleh .

Malik Ibnu Zaman

Penulis partikelir yang lahir di Tegal Jawa Tengah. Menulis cerpen, puisi, esai, dan resensi yang tersebar di beberapa media online.

Exit mobile version