Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Media Sosial

3 Adab yang Mungkin Sudah Dilupakan para Pemburu Giveaway

Nuriel Shiami Indiraphasa oleh Nuriel Shiami Indiraphasa
22 November 2020
A A
3 Adab yang Mungkin Sudah Dilupakan para Pemburu Giveaway terminal mojok.co

3 Adab yang Mungkin Sudah Dilupakan para Pemburu Giveaway terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

“Giveaway itu asli atau fake, sih?”

“Hadiahnya beneran nyampek ke orang yang katanya menang?”

“Terus, emang yang menang itu beneran menang?”

Kiranya itulah pertanyaan yang mubeng-mubeng di otak saya selama ini. Saya nggak pernah percaya sama yang namanya giveaway, sampai kantor tempat kerja sendiri ngadain giveaway. Ketidakpercayaan saya ini beralasan dan harusnya sih, jelas. Apalagi kalau bukan gara-gara saya nggak pernah menang.

Meski demikian, kegalauan saya lambat laun kian sirna menyadari bahwa di tempat kerja saya sendiri mengadakan giveaway. Sementara pemenangnya memang diundi sesuai ketentuan yang berlaku. Misalnya, ia telah memenuhi jumlah pembelian, mengikuti akun Instagram, dll.

Selain mempertanyakan keaslian agenda giveaway, saya juga lumayan sering dikeluhkan dengan para pencarinya. Apalagi yang bolak-balik suka nge-tag-in orang. Hadeuh, pengen tak hiiih.

Tiap giveaway, punya beragam syarat dan ketentuan yang berbeda. Namun, pada umumnya, pattern giveaway yang berserakkan di jagat maya itu salah satu syaratnya, “Tag (jumlah) teman kalian”.

Pada mulanya, saya bisa dengan legawa di-tag-in ke akun-akun penyebar giveaway. Mikirnya sih, “Ya, namanya juga usaha. Itung-itung mbantu. Nggak apa-apa, deh.”

Baca Juga:

Kampanye Menjijikkan Partai Gerindra yang Menunggangi Konser BLACKPINK

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Ikut Giveaway

Entah mengapa, lama-kelamaan kok jadi rada nganu, ya. Anu, lumayan mengganggu. Meskipun demikian, sejauh ini saya belum berani negur. Mikirnya masih “itung-itung mbantu”.

“Kok gitu, sih. Kan, temen sendiri.”

Ini yang mungkin nggak kepikiran. Kadang, justru temen biasa alias yang nggak deket-deket bangetlah yang jadi pemburu giveaway dan sering nge-tag akun medsos kita buat ikutan juga. Kalau temen deket, sih, saya bisa fine-fine aja dengan selalu nginget kebaikan yang pernah dilakukannya. Kalau yang nggak deket? Ehm.…

Memang, nge-tag temen bakal syarat giveaway ini umumnya dilakukan spontan dan bahkan hampir tanpa izin yang bersangkutan. Namun, jika kasusnya doi itu bukan orang deket, saya bakal seneng banget kalau di kolom komen yang bakal dia isi dengan nge-tag sejumlah akun (termasuk saya) ada penggalan, “Punten ya, Slur.” Atau, “Mon maap ngebala,” dan sebagainya. Berasa diketok dulu, gitu. Biar nggak kaget, apalagi risih.

Sedikit kiranya yang perlu dipertimbangkan sebelum akhirnya kamu—para pemburu giveaway—memutuskan untuk nge-tag-in banyak akun bakal syarat giveaway yang kamu ikuti.

Pertama, pastikan orang yang di-tag nggak risih. Terlepas orang itu deket atau tidak, intinya pastiin aja dia kira-kira bakal risih nggak kalau di-tag. Kalau kasusnya seperti saya, ya saya bakal risih, sih, di-tag sama orang yang nggak terlalu deket. Namun, nggak menutup kemungkinan bagi sebagian orang untuk bisa oke-oke aja di-tag pada akun antah berantah yang lagi ngadain giveaway.

Kedua, pastikan tidak seperti membombardir. Selain karena bukan teman dekat, kerisihan juga bisa muncul sebab frekuensi penge-tag-annya yang terlalu sering. Ini bisa jadi nggak disadari oleh si pemburu giveaway, sebab terlalu banyak akun yang dia tag ke penyelenggara giveaway. Namun, buat orang yang di-tag, itu kerasa banget. Sehari bisa dua, atau bahkan beberapa jam sekali, kena tag. Kalau udah kadung eneg dan masih terus-terusan dibom begituan, deuh… ampun, dah.

Ketiga, pastikan siapa yang bisa mencicipi hadiahnya jika menang. Jangan kacang lupa kulit lah, ya. Kalau mampu dan eloknya sih pas menang, sebagian hadiah bisa ada yang dihibahkan ke orang yang akunnya pernah dijadikan laiknya sampah di kolom komentar.

“Kan, banyak yang kena tag, Buos.”

Kalau memang bingung karena saking banyaknya orang yang kalian tag, ya cari dulu solusi lainnya. Misal, kalian pos sebagian hadiah di story, terus bilang di situ:

“Sebagai rasa terima kasih saya kepada akun-akun yang sudi dan nggak protes saya tag-in ke ajang giveaway. Ini ada sebagian hadiah untuk kalian. Namun, karena jumlah kalian terlalu banyak, jadi, ini cepet-cepetan aja, ya. Sok, yang mau hadiah ini, bisa repost story ini dan tag 1 orang temen. Kalau bisa, temennya suruh follow saya yhaaa…”

Hah? Mamam.

BACA JUGA Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya dan tulisan Nuriel Shiami Indiraphasa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2021 oleh

Tags: giveawaytag
Nuriel Shiami Indiraphasa

Nuriel Shiami Indiraphasa

Jangan terlalu ngambis, nanti malah nangis.

ArtikelTerkait

Apa Cuma Saya yang Malas Ikutan Giveaway?

Apa Cuma Saya yang Malas Ikutan Giveaway?

16 Desember 2019
4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Ikut Giveaway Terminal Mojok

4 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Ikut Giveaway

3 Maret 2022
Apa Cuma Saya yang Malas Ikutan Giveaway?

Ibu Saya Jadi Fans AHHA PS Pati Gara-gara Giveaway

13 Oktober 2021
alasan selalu kalah giveaway cara menang giveaway pengalaman tips trik mojok.co

3 Alasan yang Membuatmu Selalu Kalah Giveaway

28 Mei 2020
Cara Memilih Medsos buat Olshop yang Pengin Ngadain Giveaway giveaway menang cara tips Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

Pengalaman Menang Giveaway dan Tips untuk Memenangkannya

16 Januari 2020
eksploitasi

Benarkah Kpopers Sering Jadi Objek Eksploitasi?

11 Oktober 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang Mojok.co

4 Usaha Paling Cuan di Desa yang Bisa Dilakukan Semua Orang

31 Januari 2026
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah Indonesia Sedang OTW Menjadi Orang Miskin Baru: Gaji Habis Dipalak Pajak, Bansos Nggak Dapat, Hidup Cuma Jadi Tumbal Defisit Negara.

2 Februari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Harga Nuthuk di Jogja Saat Liburan Bukan Hanya Milik Wisatawan, Warga Lokal pun Kena Getahnya

Saya Memutuskan Pindah dari Jogja Setelah Belasan Tahun Tinggal, karena Kota Ini Mahalnya Makin Nggak Ngotak

3 Februari 2026
Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Lawang Sewu, Destinasi Wisata Semarang yang Nggak Perlu Diulang Dua Kali

1 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.