Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

2 Tahun Tragedi Kanjuruhan dalam Dunia Doa dan Harapan Semu

Yamadipati Seno oleh Yamadipati Seno
1 Oktober 2024
A A
2 Tahun Tragedi Kanjuruhan dalam Dunia Doa dan Harapan Semu (ANTARA FOTO:Ari Bowo Sucipto:pras)

2 Tahun Tragedi Kanjuruhan dalam Dunia Doa dan Harapan Semu (ANTARA FOTO:Ari Bowo Sucipto:pras)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjelang 1 Oktober 2024, saya kesulitan menata pikiran. Saya bahkan merasa tidak sanggup untuk menulis soal 2 tahun Tragedi Kanjuruhan. Bagi saya, tragedi tersebut sudah menjadi titik kulminasi bahwa sepak bola Indonesia tidak akan pernah menjadi baik. Setidaknya itulah ranah pesimisme saya terhadap sepak bola Indonesia.

Celakanya, salah satu kegelisahan saya terkait 2 tahun Tragedi Kanjuruhan itu terwujud. Siang ini (Selasa, 1 Oktober 2024), pukul 12:42 ketika saya mulai menulis, topik Tragedi Kanjuruhan tidak menguasai kolom trending di media sosial. Setelah memeriksa Google Trend, saya tidak menemukan topik tersebut.

ADVERTISEMENT

Tema jadwal pertandingan dan artis masih menguasai kolom Google Trend Indonesia. Artinya, jika saya mendapat izin untuk membuat analisis serampangan, topik Kanjuruhan bukan lagi tema yang cukup “penting”. (Mungkin) Setidaknya itu yang muncul di benak banyak orang.

Dunia dalam doa

Sebelum menulis ini, saya memeriksa juga kolom “News” di pencarian Google. Di sana, saya menemukan banyak berita dengan sudut pandang yang sama. Banyak media yang bermain dengan kata kunci “doa bersama”. Ada Hallo Malang, Viva Malang, dan Tugu Malang ID. 

Fenomena di atas tentu bukan hal buruk. Memang begitu kita seharusnya “mengingat sebuah tragedi”. Kita, manusia yang lahir dalam konteks religi, hidup dalam dunia doa. Jadi, di kesempatan ini, saya juga ingin mengirim doa kepada 135 korban Tragedi Kanjuruhan. Saya hanya bisa berdoa karena keadilan di tragedi ini cuma seperti fatamorgana di sebuah negara yang cuacanya sedang panas-panasnya.

Komentar tidak relevan terkait momen 2 tahun Tragedi Kanjuruhan

Doa bersama yang banyak saya temukan, disertai harapan-harapan klise. Misalnya, Yusrinal Fitriandi, General Manager Arema FC mengungkapkan sesuatu yang bagi saya tidak relevan. 

Jadi, Yusrinal mengatakan bahwa momen 2 tahun Tragedi Kanjuruhan bukan sekadar mendiakan dan mengenang. Dia memandang momen ini sebagai “momentum untuk membangkitkan kembali semangat sepak bola Indonesia.”

Pak General Manager Arema bilang gini: 

Baca Juga:

Malang pernah terkenal dengan solidaritas masyarakatnya yang tinggi. sayang, solidaritas itu kini bisa dengan mudah dibeli

Tragedi Kanjuruhan Cuma Jadi Album Foto Berdebu yang Terlupakan dan Tak Akan Pernah Diselesaikan

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, semangat persatuan dan kesolideran di antara seluruh pecinta sepak bola Indonesia semakin kuat. Kita harus terus berjuang bersama-sama untuk mewujudkan sepak bola Indonesia yang lebih baik.” Saya mengutip kalimat beliau dari Viva.

Sejak Minggu (30 September 2024), saya sudah memprediksi omongan seperti ini akan terjadi. Omongan yang tidak perlu dan tidak relevan. Alasan saya adalah, kenapa tidak memanfaatkan momen 2 tahun Tragedi Kanjuruhan sebagai “titik yang lain lagi” untuk menuntut keadilan bagi korban?

Bukankah ajakan untuk bergerak dari Arema FC sendiri pasti memberi dampak yang besar? Ya mohon maaf, usaha Pak Midun gowes Malang-Jakarta untuk mengingatkan kita akan tragedi kemanusiaan ini akan sia-sia saja. Minggu depan, kita sudah akan lupa dengan Tragedi Kanjuruhan. Kita baru akan mengingat dan berdoa lagi di momen 3 tahun Tragedi Kanjuruhan.

Kita sama-sama tahu, mengharapkan keadilan untuk korban Tragedi Kanjuruhan sama seperti berharap sepak bola jadi lebih baik. Rakyat biasa seperti kita tidak berdaya di dunia dalam doa seperti ini. Ya mohon maaf sebelumnya. Ini pendapat saya pribadi.

Semoga 135 nyawa korban masuk surga dan tidak sia-sia

Saya tidak ingin menulis terlalu panjang untuk sebuah harapan, yang saya tahu akan sia-sia. Saya ingin langsung mengakhiri tulisan ini dengan harapan lain.

Bagi saya, saat ini, hanya bisa mendoakan 135 korban Kanjuruhan masuk surga. Semoga keluarga yang menanggung kesedihan yang teramat sangat selalu tegar. Terutama, saya tahu, setiap tahun mereka memegang harapan akan sebuah keadilan. Padahal, semakin hari berjalan, saya khawatir ini semua akan jadi seremonial belaka.

Semoga 135 korban ketidakadilan masuk surga dan menjalani hidup penuh kebahagiaan. Kita, yang masih berjalan di atas bumi pertiwi ini akan terus mendoakan. Karena hanya itu yang bisa kami lakukan. Karena semua hal semakin tidak relevan dan lip service belaka.

Semoga kita semua dihindarkan dari busuknya sepak bola Indonesia. Terutama dari orang-orang nir empati yang nyatanya tak pernah peduli dengan nyawa sesama. Sampai jumpa di peringatan 3 tahun Tragedi Kanjuruhan. 

Sekali lagi mohon maaf jika kalimat-kalimat di atas terdengar nir empati kepada korban. Padahal sebenarnya tidak. Saya hanya menulisnya perasaan saya. Sebuah perasaan yang mungkin tidak bisa dan tidak berani kamu ungkapkan.

Penulis: Yamadipati Seno

Editor: Yamadipati Seno 

BACA JUGA Tragedi Kanjuruhan 1 Tahun: Ketika Pemerintah dan Aparat Ingin Masyarakat Indonesia Melupakan Tragedi yang Merenggut 135 Nyawa!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 Oktober 2024 oleh

Tags: 135 nyawa2 tahun Tragedi Kanjuruhanarema fcperingatan 2 tahun Tragedi Kanjuruhantragedi kanjuruhan
Yamadipati Seno

Yamadipati Seno

ArtikelTerkait

Jumlah Korban Tragedi Kanjuruhan Muncul di Jersey Arema FC (Unsplash)

Mencantumkan Angka Korban Tragedi Kanjuruhan di Jersey Arema FC tapi Nggak Bantu Keadilannya Itu Buat Apa?

3 Juli 2023
Surat Terbuka untuk Yuli Sumpil dari Fans Persis Solo yang Pernah Mengagumi Arema (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Yuli Sumpil dari Fans Persis Solo yang Pernah Mengagumi Arema

3 Februari 2023
Bom Waktu Arema FC dan Momentum Suporter Generasi Baru (Unsplash)

Bom Waktu Arema FC dan Momentum Perubahan bagi Suporter Generasi Baru yang Menolak Tunduk

30 Januari 2023
Menyatukan Air Mata untuk Tragedi Kanjuruhan, Memeluk Rival Menyudahi Pertikaian (Foto ini milik: @Dicki66)

Menyatukan Air Mata untuk Tragedi Kanjuruhan, Memeluk Rival Menyudahi Pertikaian

5 Oktober 2022
Suporter Arema FC Menyusup di Kediri Adalah Buah Busuk yang Harus Kita Nikmati

Suporter Arema FC Menyusup di Kediri Adalah Buah Busuk yang Harus Kita Nikmati

16 Juli 2023
Pak Midun dan Tragedi Kanjuruhan: Misi Membawa "Kue Busuk" sebagai Kado di Ulang Tahun Indonesia

Pak Midun dan Tragedi Kanjuruhan: Misi Membawa “Kue Busuk” sebagai Kado di Ulang Tahun Indonesia

6 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Iuran wajib Hari Kemerdekaan Indonesia itu penjajahan gaya baru (Unsplash)

Tradisi iuran wajib untuk perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia di kampung itu nggak masuk akal karena nggak semua warga punya uang sisa cuma buat panggung hiburan yang bikin berisik

9 Agustus 2026
Sadar nggak, hampir tiap stasiun punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya Mojok.co

Sadar nggak, hampir tiap stasiun kereta punya outlet Roti O, ternyata ini alasannya

5 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.