MOJOK.CO Meskipun udah nikah, buat sebagian orang beli kondom atau tespek itu tetap petualangan mengerikan. Mereka overthinking si kasir apotek atau minimarketnya bakal mikir yang iya-iya padahal iya. 

Selalu ada “pertama kali” dalam hidup kita. Entah kencan pertama, patah hati pertama, mencuri uang orang tua yang pertama, daftarnya terusin sendiri. Dalam momen “pertama kali” itu, lumrah jika kita merasa gugup, nervous, mulas, dan takut. Apalagi ketika mencoba hal yang lumayan tabu pertama kali.

Tebak apa yang saya maksud dengan hal yang lumayan tabu? Yak betul, mengkritik negara.

Bercanda, maksud saya adalah beli kondom dan tespek. Akui saja, hal-hal berbau seks masih dianggap tabu di negara kita. Orang-orang memang ngucap konto*l dengan gampang, tapi kalau udah ngomongin bab seks, macam kondom, penetrasi kelamin, dan semacamnya langsung bisik-bisik kayak lagi nyontek.

Beli kondom itu bukan hal sepele buat orang yang pertama kali beli, mau dia udah nikah sekalipun. Bayangkan ketika orang yang beli kondom pertama kali menaruh kondom di kasir apotek atau minimarket. Perasaan deg-degan itu pasti ada dan waktu terasa berjalan begitu lambat dan “Ini kenapa sih tokonya tiba-tiba jadi rame!!!11!”

Lho udah menikah kok takut beli kondom ki piye to? Weh, weh, jangan salah. Nggak semua orang yang udah nikah punya pengalaman beli kondom sebelumnya.

Baca juga:  Agar Alexis Tetap Bisa Bertahan di Jakarta untuk Penggemarnya

Buat yang perempuan, beli tespek pun sama chalenging-nya. Sudahlah ini kali pertama, penampilan masih kayak anak kuliahan pula. Tatapan Mbak Kasir terasa seperti tuduhan, “Hayooo!” Harusnya nggak merasa bersalah pun jadi serasa penuh dosa.

Tapi kan itu semua pikiran kita-kita doang ya. Kan tetap ada banyak kemungkinan apa yang sebenarnya kasir-kasir itu pikirkan ketika ada orang beli kondom atau tespek. Demi menjawab pertanyaan ini, Mojok Institute melakukan riset dengan tidak mendatangi apotek dan minimarket terdekat.

Kemungkinan pertama: kepo

Anugerah terindah yang dimiliki manusia adalah rasa ingin tahu. Ketika kasir sedang cetit-cetit kondom, mungkin dalam pikiran mereka penasaran atau pengen tahu. Keponya seperti ini:

“Eh, bergerigi eh, aneh banget kayak jerawat”

Aya-aya wae beli kondom rasa cappuccino.

“Ini orang beli kondom terus buat balon apa ya.”

Kedua, senang karena sadar pentingnya kontrasepsi

Kalau kalian nemu kasir yang senyam-senyum saat kalian beli kondom, itu bukan karena bayangin yang iya-iya, tapi karena mereka seneng konsumennya sadar pentingnya alat kontrasepsi. Kondom kan memang alat paling efektif dalam mencegah penularan penyakit kelamin saat melakukan hubungan seks.

Pengetahuan tentang pentingnya alat kontrasepsi masih rendah, sehingga penyeberan penyakit kelamin masih lumayan tinggi. Berdasarkan data dari WHO, satu dari 25 orang di dunia memiliki setidaknya satu penyakit kelamin yang menular.

Baca juga:  Baskara Harusnya Nggak Usah Klarifikasi, Tabrak Saja Semuanya!

Kalau ke orang yang beli tespek, mereka akan senyum-senyum karena bahagia, akhirnya ini orang memastikan kehamilan dengan ngecek langsung pakai alat, bukannya nanya ke forum bumil-busui, “Saya udah telat 1 minggu, hamil apa nggak ya?” Ya kali anggota lainnya anak indigo.

Ketiga, senang karena cuan, cuan, dan cuan

Selain karena sadar pentingnya kontrasepsi, bisa jadi kasir yang senyum-senyum itu seneng karena ada barang terjual. Jangan lupa, minimarket dan apotek itu cari untung. Lha dipikir kulak barang sama bayar gaji pegawai pake apa? Eksposyur?

Keempat, istigfar dan meminta hidayah

Kalau waktu beli kondom kalian menemukan kasir tiba-tiba mbesengut, ada kemungkinan mereka itu sedih. Di pikiran kasir tersebut, orang beli kondom tapi mukanya muda banget? Pasti mau seks bebas dengan orang yang belum muhrimnya. Zina ini, tidak bisa dibiarkan.

Eh tapi muka awet muda kan bisa jadi skincare-nya yahud to? “Bodo amat,” pikir si kasir, “ini tetap tidak bisa dibiarkan. Pulang kerja saya akan menulis dan mengirim artikel ke Mojok, media yang amat relijius itu.”

Kelima, bodo amat

Saat kalian beli kondom dan diserahkan ke kasir tapi kasirnya ekspresinya biasa saja, kalian jangan sedih. Pertama, mereka nggak kudu bahagia hip-hip hura-hura. Kedua, ya tugasnya mereka kan emang ngitung harga barang. Kalian jangan geer deh, beli kondom terus kita kudu heran uwaw gitu? Karena kamu beli kondom sama tespek, semua orang pasti sedang menebak-nebak kepribadianmu? Nggak lah.

Baca juga:  Minta Diskon Ya Jangan Kebangetan, Situ Mau Nawar Atau Malak Sih?

Plis jangan mikir dunia berputar mengelilingimu, kamu bukan Jerinx.

BACA JUGA Meramal Hubungan Rangga dan Cinta AADC Berdasarkan Zodiak dan artikel Rizky Prasetya lainnya.