MOJOK.CONggak ada hujan, nggak ada angin, tiba-tiba Kaesang Pangarep bertanya kepada netizen tentang pesugihan online. Ada nggak sih sebenernya?

Kaesang Pangarep sepertinya mulai terkena efek kelamaan #DiRumahAja. Dia kemarin tiba-tiba membuat kicauan tentang pesugihan online. Kalau anak presiden “yang itu” yang tanya jatuhnya biasa, tapi kalau Kaesang rasa-rasanya kok rada aneh.

Pertanyaan Kaesang ini sebenarnya tipe-tipe pertanyaan ra mashook yang sayangnya sering ngancing di kepala. Seperti pertanyaan kenapa ada staf khusus milenial kalau ujungnya mereka nggak kerja. Nggak nyambung? Nggak apa-apa deh.

Gara-gara saya ngeliat pertanyaan Kaesang Pangarep, saya jadi ikut-ikutan bertanya-tanya. Saya jadi mengubek-ubek tentang pesugihan di internet.

Ya maklum, pengetahuan tentang perdukunan saya paling banter cuma buka primbon di internet terus nyocok-nyocokin weton gebetan waktu SMA. Eh buka situs primbon termasuk pengalaman perdukunan nggak sih?

Setelah mencari di internet, TERNYATA ADA, BRO KAESANG. Sumpah, ada artikel yang yang memuat tentang jasa pesugihan online. Pokoknya kita suruh kirim data diri, nama ibu kandung, terus dikasih daftar sesajen dan beserta uborampe.

Kita nanti dapet ((uang gaib)) dari pesugihan tersebut, katanya. Bentar, kok mirip kek data yang diperlukan buat buka rekening di bank, sih?

Baca juga:  Pidato Jokowi Soal Diajak Berantem Juga Berani, Gerindra Nilai Itu Anjuran Kekerasan

Katakanlah kita mau uang Rp1 miliar, kita harus bayar mahar Rp1 juta. Prosesnya cuma 1 jam, 100 persen dijamin cair. Wah mirip pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah, uwaw!

Pesugihan yang model begitu, katanya cuma bisa sekali kita pakai. Maksudnya begini, kita cuma bisa pakai jasa “dukun” tersebut cuma sekali. Minta yang besar sekalian, biar duit yang didapat gede sekalian. Dan uangnya cuma bisa bertahan 1 hari. Ya mirip-mirip uang kaget gitu lah, bedanya nggak pakai nyenggol orang sampe masuk selokan aja.

Pantangannya adalah, kita nggak boleh pegang atau pakai uang itu buat melayat. Pantangannya sih gampang banget, kukira harus makan sate sama tusuknya, misalnya.

Yang paling uwaw dari pesugihan ini adalah nggak pakai tumbal! Nggak ada syarat nyolong tali pocong yang meninggal di hari tertentu, nggak pakai mengorbankan anak, nggak pakai nyediain kepala kerbau mata merah moncong putih.

Selain yang di atas, masih banyak jasa pesugihan online yang lain. Jasa kayak gini sering banget muncul di Facebook. Kadang juga muncul di SMS spam yang muncul di hape kita. Keren juga ternyata dukun milenial melek pencurian data.

Tapi yang paling mind blowing adalah jasa pesugihan yang saya temukan di Shopee. Saya merasa bangga terhadap para dukun yang melek tentang cashless society. Saya yakin, slogan mereka adalah “dari cashless untuk cashless”.

Cara kerja pesugihan online di Shopee itu adalah dengan kita mengunjungi situs yang tertera di deskripsi produk. Nanti kita dikirimi tuyul sebagai pesugihannya. Syaratnya nggak susah kok, tuyul cuma minum air putih sama jeroan ayam sebulan sekali. Tuyulnya kayaknya ikut program #StayHydrated sih ini.

Baca juga:  Hasil Pengundian Nomor Urut Capres: Jokowi Nomor 1, Prabowo Nomor 2

Itu tadi adalah pesugihan online yang saya temukan. Nek ra gara-gara mas Kaesang Pangarep, nggak mungkin saya nyari hal kayak gini. Kok ya kepikiran lho nanya ginian, mendingan joget dinding badinding.

BACA JUGA Nikita Mirzani dan Lintah-lintah yang Tak Kita Sadari dan tulisan menarik lainnya dari Rizky Prasetya.