Coba bayangkan, di suatu sore yang cukup hangat, saat jam kantor usai, Anda  cepat-cepat pulang ke rumah sebab sudah tidak sabar ingin bersantai di rumah, duduk di sofa sambil nonton tivi sembari minum es limun atau orson. Sehingga, ketika sudah sampai di depan rumah, Anda buru-buru membuka pintu dengan setengah mendobrak, lalu langsung melemparkan tas kerja ke kursi, melepas sepatu, dan langsung menuju ke sofa di depan tivi.

Namun, belum sempat Anda duduk manis, tiba-tiba Anda terperanjat bukan main karena di atas sofa ada seekor ular yang sudah duduk manis melingkar.

Maka, yang Anda lakukan sudah pasti satu: berteriak setengah mati sambil meminta tolong kepada siapa pun yang bisa dimintai tolong.

Tentu itu hal yang wajar, hampir dari kita semua pasti merasa takut girap-girap jika rumah kita dimasuki ular, Maklum, kita bukan Panji sang Penakluk atau Rob Bredl yang justru girang betul kalau rumahnya dimasuki ular.

Soal rumah yang kemasukan ular ini, hal tersebut sering kali tak bisa diprediksi, sebab ternyata, si hewan melata ini bisa masuk kapan saja ke dalam rumah, tak peduli rumah itu bagus atau tidak, ber-IMB atau tidak.

Nah, jika suatu saat, rumah Anda kemasukan ular, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengusirnya dari rumah Anda. Saya paham bahwa mungkin Anda adalah penganut slogan “Tamu harus dimuliakan”, namun Anda juga harus paham bahwa “tidak semua yang masuk ke rumah adalah tamu.”

Oke, langsung saja. Pertama, tetaplah tenang. Ini mungkin tips klise dan sangat basi, namun bagaimanapun, tindakan inilah yang sangat penting untuk diperhatikan. Sebab jika Anda tidak tenang, bukannya ularnya yang nanti Anda usir, tapi akal sehat Anda sendiri.

BACA JUGA:  Ular Lareangon, Si Trio Hitam Kuning Putih

Kedua, pikirkan jalur kabur bagi ular. Seperti halnya pemerintah yang harus berani memberikan tempat relokasi sebelum menggusur, kita juga harus bisa memastikan si ular punya jalur yang aman dan nyaman untuk keluar dari rumah Anda.

Ketiga, jangan menaburkan garam untuk mengusir ular. Kenapa? Karena nggak ada pengaruhnya. Garam itu cuma manjur untuk menjauhkan makhluk-makhluk yang berlendir seperti bekicot atau lintah, sedangkan untuk ular, ia tidak akan merasa takut dengan garam. Sehingga kalau Anda nekat menaburkan garam, itu hal yang bodoh dan mubazir namanya. Ingat, Negara kita ini lagi krisis garam, maka gunakan garam dengan hemat, cermat, dan bersahaja.

Keempat, semprotkan parfum ke area sekitar ular agar ia mau menyingkir, sebab ular adalah hewan tidak suka dengan aroma wangi yang terlalu menyengat dan selalu berusaha menjauhi area yang mempunyai aroma wangi.

Kelima alias yang terakhir, giring si ular ke jalur kabur dengan menggunakan sapu ijuk. Kenapa sapu ijuk? Sebab kalau hanya dengan menggunakan tongkat biasa, ular cenderung akan melawan, sedangkan dengan sapu ijuk, ular akan menyingkir, sebab kulit ular sangat sensitif terhadap permukaan benda yang kasar dan pating-crongat seperti sapu ijuk.

Kalau masih nggak mau pergi bagaimana? Ya sudah, kalau begitu biarkan saja, mungkin saja itu ular penjelmaan Nagin yang sedang pengin berdarma-wisata.

INFOGRAFIK ular mojok

Komentar
Add Friend
No more articles