Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Nafkah

Cak Met, Pemain Kendang yang Honornya Lebih Besar dari Gaji Presiden

Redaksi oleh Redaksi
8 Desember 2017
A A
cak met new pallapa
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dangdut koplo dan kendang adalah bagaikan satu kesatuan, keduanya seakan wajib diucapkan dalam satu tarikan napas. Kendang dalam koplo memang menjadi instrumen yang sangat penting. Sebab tanpa kendang, koplo tak pernah jadi koplo.

Banyak orang boleh bilang, bahwa semua lagu bisa dikoplokan. Hal ini sangat beralasan, toh kenyataannya memang begitu. Dari lagu Surat Cinta untuk Starla-nya Virgoun sampai lagu cadas Welcome to The Jungle-nya Guns and Roses, asal sudah digarap oleh para personel Sera, Monata, New Pallapa atau OM-OM lainnya, maka langsung koplolah dia.

Iklan

Salah satu parameter koplo atau tidaknya sebuah lagu adalah dari faktor kendangnya. Ia yang memegang kendali. Lagu Surat Cinta untuk Starla tanpa iringan kendang hanyalah akan jadi lagu pop semata, begitupun dengan Welcome to The Jungle yang tanpa iringan kendang maka tetap akan jadi rock, bukan rockdut, apalagi koplorockdut.

Nah, bicara soal perkendangan dangdut koplo sekarang ini rasanya sangat lancang jika tidak menyingung sosok yang satu ini: Cak Met.

Jika selama ini Sodiq dikenal sebagai raja dangdut koplo, maka Cak Met adalah panglima dangdut koplo.

Ini tentu tak berlebihan, sebab selama ini, Cak Met memang dikenal sebagai salah satu pemain kendang koplo paling brilian. Ia menjadi role model para pemain kendang pemula yang sedang merintis karir.

Kepiawaiannya bermain kendang sampai membuat lelaki bernama asli Slamet Rudi Hartono ini punya julukan tersendiri di kalangan penggemarnya: Ky Ageng Slamet.

Pergumulan panjangnya dengan kendang sudah terjalin sejak lama. Cak Met sudah akrab bermain kendang sejak kecil. Ia bahkan sudah naik panggung saat masih kelas 5 SD. Boleh dibilang, ia besar oleh air susu ibu dan alunan bunyi kendang.

Di tingkat profesional, ia juga legenda. Cak Met sudah bergabung dengan New Pallapa (dulu Pallapa) sejak tahun 1998. Itu artinya, ia sudah hampir 20 tahun berkarir di panggung profesional perkendangkoploan.

Perjalanan panjang itu toh pada akhirnya memang menghasilkan buah yang manis. Pemain kendang sekaligus ikon New Pallapa ini membuktikan bahwa ia mampu mendapatkan kemapanan finansial dari bermain kendang.

Sebagai pemain kendang di New Pallapa, Cak Met boleh jadi mendapatkan honor yang jauh lebih besar dari pegawai kantoran mana pun.

Menurut sumber yang layak ditempeleng, dalam satu kali tampil, Cak Met dibayar sebesar 2,5-4 juta. Itu tentu saja jumlah yang luar biasa.

Padahal, dalam satu bulan, seperti lazimnya OM papan atas, New Pallapa bisa manggung sampai 30 kali. Sehingga jika diambil angka tengah honor Cak Met sebesar 3 juta rupiah, itu berarti, dalam satu bulan, Cak Met bisa mengantongi uang sebesar 90 juta rupiah.

Itu belum termasuk hasil pembagian saweran yang dalam satu bulan bisa mencapai angka 5 juta rupiah.

Selain itu, Cak Met juga sering mendapatkan cipratan uang hasil monetisasi konten video youtube dari konten kreator yang sering merekamnya saat tampil. Ia mengungkapkan bahwa kiriman dari konten kreator ini jumlahnya antara 2-3 juta per bulan.

Itu artinya, dari bermain kendang, Cak Met bisa memperoleh penghasilan sebesar 98 juta per bulan. Jumlah yang bahkan jauh lebih besar dari gaji resmi Jokowi sebagai presiden yang hanya 62 juta.

Sungguh, di tangan Cak Met, kendang adalah sebenar-benarnya sumber kemapanan.

Iklan

cak met new pallapa

Terakhir diperbarui pada 8 Agustus 2019 oleh

Tags: cak metkendangkoplonew pallapa
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Alasan Kami Muter Musik Kencang-kencang Sampai Bikin Dinding Tetangga Bergetar. MOJOK.CO

Alasan Kami Mutar Musik Keras-keras Sampai Bikin Dinding Tetangga Bergetar

12 Mei 2023
Synchronize vs Pestapora, tentang Invisible Curator di Antara Indie Kopi Senja dan Dangdut Koplo MOJOK.CO

Synchronize vs Pestapora: Invisible Curator di Antara Indie Kopi Senja dan Dangdut Koplo

13 Oktober 2022
kericuhan di lippo mall mojok.co

Acara Musik Band Koplo di Lippo Mall Jogja Ricuh, Sebelas Orang Luka-luka

13 Juni 2022
djakarta warehouse project dwp hebih demo ormas penonton lineup mojok.co

Nggak Ada yang Spesial dari DWP, Ngapain Dibikin Heboh

15 Desember 2019

Bunuhlah Aku Sepuas Hatimu…

24 Januari 2019

Keberanian Via Vallen dan Ajakan untuk Membelanya

7 Juni 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026
Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi. MOJOK.CO

Warga Yogyakarta Bisa Perbarui Desil yang Tak Sesuai Data secara Mandiri Lewat Aplikasi

21 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

Garuda Pertiwi Menantang Thailand di Final Srikandi Merdeka Cup 2026, Pertarungan 2 Raksasa Tanpa Cela

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.