Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Rame Moknyus

Mahfud MD Imbau Jangan Golput Agar Yang Jahat Tak Menang, Gerindra: Itu Bukan Prabowo

Redaksi oleh Redaksi
20 Agustus 2018
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Mahfud MD meminta rakyat jangan golput saat Pilpres 2019, agar Indonesia tidak dipimpin oleh orang jahat. Di sisi lain, Gerindra yakin bukan Prabowo-Sandi yang dimaksud.

Meski tidak terpilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) bagi calon presiden (capres) Joko Widodo, namun Mahfud MD tetap meminta masyarakat tetap berperan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Iklan

Setelah gagalnya nama Mahfud MD jadi cawapres Jokowi, arus golput kembali menguat di media sosial. Bahkan muncul juga kelompok yang menamakan diri sebagai “Golfud” alias “Golongan Mahfud” sebagai bentuk protes tidak dipilihnya Mahfud MD. Meski begitu Mahfud MD yakin bahwa kelompok ini bukan kelompok golput.

“Sekarang ini saya baca di medsos ada gerakan ‘Golfud’, Golfud itu bukan golput, Saudara. Nggak boleh golput karena alasan ‘saya golput karena nggak ada calon yang bagus, baik Presiden dan DPR’, jangan,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Oleh karena itu, Mahfud tetap meminta masyarakat untuk tetap memakai hak pilihnya dalam Pilpres 2019 nanti. Bukan karena memilih yang terbaik, melainkan untuk menghindarkan pihak-pihak yang jahat jadi pemimpin negara.

“Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara,” jelasnya lagi.

Jika arus golput membesar, Mahfud MD mengaku hal itu justru merugikan rakyat sendiri. “Kalau tak dia gunakan haknya, pasti akan terpilih orang yang lebih jelek lagi yang dia bayangkan, tak bisa dipercaya,” sebutnya tanpa menyasar siapa pihak yang dimaksud.

Menanggapi komentar Mahfud MD soal anjuran jangan golput agar “yang jahat tidak jadi pemimpin”, pihak Gerindra menilai pemimpin jahat adalah yang sudah lebih dulu ingkar janji kepada rakyat.

“Pemimpin jahat itu adalah definisi pemimpin yang berjanji kepada rakyat tapi tidak menepati janjinya,” ujar Andre Rosiade, dari Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra seperti diberitakan detik.com.

Menurut Andre, meski saat ini Mahfud MD sudah “menyeberang” ke kubu Jokowi, pihak Gerindra tak merasa sosok yang disebut oleh pernyataan itu adalah pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Justru pasangan Prabowo-Sandi sangat jauh dari predikat itu karena selalu punya niat yang tulus untuk bangsa.

“Yang pasti kalau Prabowo dan Sandi tidaklah termasuk pemimpin jahat karena Prabowo dan Sandi tidak punya niat menipu rakyat,” jelas Andre.

Jadi kepada rakyat yang akan menggunakan hak pilihnya pada tahun depan, dipersilakan untuk menilai sendiri siapa pihak yang dinilai “jahat” oleh Mahfud MD. Apakah pihak petahana, pihak oposisi, atau jangan-jangan malah Rangga AADC2? (K/A)

Terakhir diperbarui pada 20 Agustus 2018 oleh

Tags: AADCgerindragolfudgolputJoko Widodojokowimahfud mdpetahanaPrabowo SubiantoRanggaSandiaga Uno
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Nasib Yamaha Byson Baru yang Dicintai Setelah Tak Bisa Dimiliki MOJOK.CO

Nasib Yamaha Byson dan Paradoks Benda yang Baru Dicintai Setelah Berhenti Diproduksi dan Tak Bisa Dimiliki Lagi

2 Juli 2026
Busuknya Romantisasi ala Jogja Ancam Damainya Salatiga (Unsplash)

Sisi Gelap Salatiga, Kota Terbaik untuk Dihuni yang Katanya Siap Menggantikan Jogja sebagai Kota Slow Living dan Frugal Living

5 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Prabowo-Gibran.MOJOK.CO

7 Alasan Mengapa Satu Tahun Masa Kepemimpinan Prabowo-Gibran Layak Diberi Nilai 3/10

20 Oktober 2025
makan bergizi gratis MBG.MOJOK.CO

Omon-Omon MBG 99 Persen Berhasil, Padahal Amburadul dari Hulu ke Hilir 

19 Oktober 2025
Kereta Cepat Whoosh DOSA Jokowi Paling Besar Tak Termaafkan MOJOK.CO

Whoosh Adalah Proyek Kereta Cepat yang Sudah Busuk Sebelum Mulai, Jadi Dosa Besar Jokowi yang Tidak Bisa Saya Maafkan

17 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fenomena sarjana jadi pengangguran karena ijazah kuliah memang bulan modal ekonomi dan persoalan ketimpangan kapital MOJOK.CO

Bedah Penyebab Sarjana Pengangguran: Ijazah Kuliah Tak Bisa Jadi Modal Ekonomi, Dapat Kerja Ditentukan Privilege Keluarga

15 Agustus 2026
Tinggal di Belanda 21 tahun, akhirnya menyerah jadi WNI dengan jalur naturalisasi kewarganegaraan. MOJOK.CO

Menyesal Jadi WNI Setelah 21 Tahun Tinggal di Belanda, Ternyata Pindah Kewarganegaraan Itu Mudah

14 Agustus 2026
Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun MOJOK.CO

Telat 3 Hari Perpanjang SIM, Pak Guru Ahmad Melawan Aturan yang Tak Kenal Ampun

14 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Slow living boleh kalau tabunganmu nambah 1 miliar tiap bulan (Unsplash)

Slow living itu sekarang jatuhnya kemewahan tapi gaya hidup, yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang tabungannya nambah 1 miliar tiap bulan

13 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.