• 649
    Shares

MOJOK.CO – Mahfud MD meminta rakyat jangan golput saat Pilpres 2019, agar Indonesia tidak dipimpin oleh orang jahat. Di sisi lain, Gerindra yakin bukan Prabowo-Sandi yang dimaksud.

Meski tidak terpilih sebagai calon wakil presiden (cawapres) bagi calon presiden (capres) Joko Widodo, namun Mahfud MD tetap meminta masyarakat tetap berperan dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Setelah gagalnya nama Mahfud MD jadi cawapres Jokowi, arus golput kembali menguat di media sosial. Bahkan muncul juga kelompok yang menamakan diri sebagai “Golfud” alias “Golongan Mahfud” sebagai bentuk protes tidak dipilihnya Mahfud MD. Meski begitu Mahfud MD yakin bahwa kelompok ini bukan kelompok golput.

“Sekarang ini saya baca di medsos ada gerakan ‘Golfud’, Golfud itu bukan golput, Saudara. Nggak boleh golput karena alasan ‘saya golput karena nggak ada calon yang bagus, baik Presiden dan DPR’, jangan,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Oleh karena itu, Mahfud tetap meminta masyarakat untuk tetap memakai hak pilihnya dalam Pilpres 2019 nanti. Bukan karena memilih yang terbaik, melainkan untuk menghindarkan pihak-pihak yang jahat jadi pemimpin negara.

“Kita memilih ini bukan untuk memilih yang bagus betul, tapi menghindari orang jahat untuk pimpin negara,” jelasnya lagi.

Jika arus golput membesar, Mahfud MD mengaku hal itu justru merugikan rakyat sendiri. “Kalau tak dia gunakan haknya, pasti akan terpilih orang yang lebih jelek lagi yang dia bayangkan, tak bisa dipercaya,” sebutnya tanpa menyasar siapa pihak yang dimaksud.

Baca juga:  Datang ke Mahfud MD, Said Didu dan Sudirman Said Ajak Pindah Dukungan

Menanggapi komentar Mahfud MD soal anjuran jangan golput agar “yang jahat tidak jadi pemimpin”, pihak Gerindra menilai pemimpin jahat adalah yang sudah lebih dulu ingkar janji kepada rakyat.

“Pemimpin jahat itu adalah definisi pemimpin yang berjanji kepada rakyat tapi tidak menepati janjinya,” ujar Andre Rosiade, dari Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra seperti diberitakan detik.com.

Menurut Andre, meski saat ini Mahfud MD sudah “menyeberang” ke kubu Jokowi, pihak Gerindra tak merasa sosok yang disebut oleh pernyataan itu adalah pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Justru pasangan Prabowo-Sandi sangat jauh dari predikat itu karena selalu punya niat yang tulus untuk bangsa.

“Yang pasti kalau Prabowo dan Sandi tidaklah termasuk pemimpin jahat karena Prabowo dan Sandi tidak punya niat menipu rakyat,” jelas Andre.

Jadi kepada rakyat yang akan menggunakan hak pilihnya pada tahun depan, dipersilakan untuk menilai sendiri siapa pihak yang dinilai “jahat” oleh Mahfud MD. Apakah pihak petahana, pihak oposisi, atau jangan-jangan malah Rangga AADC2? (K/A)