• 20
    Shares

MOJOK.CO Demi mempersiapkan diri sebelum pendaftaran resmi ke KPU, koalisi Jokowi membentuk Tim 27 bersama parpol lainnya. Hmm, apa, sih, maksudnya?

Memasuki masa-masa pendaftaran capres dan cawapres untuk keperluan Pilpres 2019, koalisi partai politik pengusung Jokowi mulai bergerak lebih intens. Dari sembilan sekjen yang tergabung dalam koalisi, sebuah tim khusus dibentuk dengan nama Tim 27 sebagai tindak lanjut dari pertemuan sembilan sekjen pendukung Jokowi di Gedung Joang, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/8) malam.

Kenapa diberi nama Tim 27?

Ternyata koalisi Jokowi tak sembarang saja meletakkan angka. Dari sembilan sekjen tadi, masing-masing bakal mengajukan tiga nama kader andalan sehingga mereka berjumlah 27 (dari 9 dikali 3). Nantinya, para ketua umum dipastikan masuk ke jajaran dewan pengarah.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menekankan, Tim 27 Jokowi ini menjadi agen untuk menyelesaikan struktur dan agenda bersama, serta merumuskan hubungan Nawacita pertama, Nawacita Jilid II, hingga visi dan misi. Untuk itu, jumlah tiga orang yang akan diusulkan oleh sekjen tadi berfungsi untuk ditempatkan di war room, pendalaman visi dan misi Presiden, serta perumusan agenda strategis ke depan.

Ditambahkan oleh Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, Tim 27 Jokowi adalah supertim dari koalisi mereka. Pada tim 27-lah kekuatan semua parpol dan relawan bakal terpusat, tanpa ada perbedaan perlakuan.

Baca juga:  Rogue Nation Ratna Sarumpaet: Agen IMF yang Bekerja, Gagal, dan Disangkal

Disebutkan oleh pihak koalisi, pusat tim akan bermarkas di tempat center yang sama dengan masa kampanye Jokowi-JK sebelumnya, yaitu Posko Cemara, Jakarta Pusat.

Lalu, apakah Tim 27 ini hanya akan beranggotakan 27 orang saja?

Angka 27 ternyata tidak mutlak menyimbolkan jumlah anggota di dalamnya, karena tim pemenangan Jokowi berencana memberi tempat pula pada tokoh dan perwakilan relawan pada salah satu posisi direktoratnya. Hal ini ditujukan agar kampanye berjalan efektif.

“Dalam struktur tim kampanye semua harus solid dan koordinasi berjalan lebih efektif. Karena itulah, (perlu) ada direktorat khusus untuk menangani para relawan,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan bahwa Pilpres 2019 tidaklah berjalan bersamaan dengan Pileg, sebagaimana pada periode sebelumnya. Untuk itu, pihaknya meyakini bahwa tim yang kuat dan andal tentu diperlukan dalam masa kampanye, demi menghasilkan satu komando yang jelas.

“Nanti di bagian direktorat pemenangan, akan banyak lagi (posisinya). Ada 10 bagian pemenangan. 27 (orang) ini baru mengisi posisi wakil ketua, LO (liaison officer), dan konten,” terang Rofiq, mengamini pernyataan ini.

Memasuki masa pendaftaran KPU, Tim 27 disebutkan bergerak cepat dan intens agar persiapan lebih terorganisir. Kabarnya, malam nanti, Senin (6/8), sekjen koalisi Jokowi bakal kembali melakukan pertemuan untuk membahas nama-nama kader yang akan masuk ke dalam Tim 27.

Baca juga:  Antara AHY, Anies, dan Sandi, Siapa yang Lebih Menguntungkan Bagi Prabowo?

Selain itu, pertemuan anggota tim juga ditujukan untuk merancang visi-misi, Nawacita II, tim sukses, dan persiapan pendaftaran capres-cawapres.

Ngomong-ngomong, unik juga melihat angka 27 dijadikan sebagai nama tim. Sekadar informasi, entah disengaja atau tidak, angka 27 pun ternyata memiliki makna yang bagus menurut feng shui, yaitu mudah (dari angka 2) dan hoki (dari angka 7).

Tapi, akankah mereka hoki beneran? Yaaah, kalau itu mah, kita lihat saja nanti~ (A/K)