Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Tagar #PrabowoTdkBisaSholat Menjadi Trending Topic, Bukti Sentimen Agama Masih Laris

Redaksi oleh Redaksi
16 Agustus 2018
A A
prabowo sholat
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam durasi yang sebetulnya tidak terlalu lama, tagar #PrabowoTdkBisaSholat sempat menjadi trending topic di lini masa Twitter di Indonesia.

Di Twitter, tagar #PrabowoTdkBisaSholat banyak digunakan (utamanya) oleh para pendukung Jokowi untuk membandingkan Prabowo dan Jokowi dalam perkara salat.

Iklan

Belum dapat diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu munculnya tagar tersebut. Namun, kemungkinan besar memang didasari pada kenyataan bahwa Prabowo sangat jarang terjepret kamera wartawan saat sedang salat. Berbeda dengan Jokowi yang kerap terjepret kamera saat sedang salat jamaah, utamanya sebagai imam, baik dalam kapasitasnya sebagai presiden, maupun sebagai calon presiden yang sedang berkampanye.

Tagar tersebut sangat ramai, bahkan sampai melibatkan banyak tokoh. Beberapa akun resmi partai bahkan ikut di-mention dalam percakapan terkait tagar tersebut.

Gerindra sebagai partai yang paling kena dampak terhadap munculnya tagar #PrabowoTdkBisaSholat pun ikut angkat bicara.

Hal tersebut bermula saat ada seorang pengguna Twitter dengan akun @arienoviandi menuliskan twit serangan terhadap kubu koalisi Prabowo.

“Tagar #PrabowoTdkBisaSholat trending sebenarnya merupakan teguran kepada @PKSejahtera dan PAN sebagai partai berbasiskan Islam, tapi tetap memilih @prabowo,” begitu tulis @arienoviandi.

Akun Twitter resmi Gerindra @gerindra pun langsung menanggapi.

Menurut Gerindra, salat selalayaknya tidak perlu dipamer-pamerkan, sebab ibadah adalah urusan antara manusia dengan Tuhan.

“Ibadah bagi agama apapun adalah bukti nyata perbuatan atau bakti manusia kepada Sang Pencipta,” tulis akun @Gerindra. “Ibadah sebaiknya hanya diketahui Sang Pencipta, tanpa harus dipamerkan ke teman ataupun keluarga, bahkan kepada khalayak. Keikhlasan dalam beribadah merupakan poin penting yang menunjukkan bakti manusia kepada Sang Khalik, bukan kekaguman ataupun apresiasi dari orang lain.”

Munculnya tagar #PrabowoTdkBisaSholat sedikit banyak memang menjadi bukti bahwa sentimen agama masih akan tetap dipakai dalam perhelatan kampanye Pilpres 2019 mendatang. Bedanya, kali ini yang menggunakannya kemungkinan besar justru para pendukung Jokowi, yang memang secara isu punya angin yang lebih unggul.

Maklum saja, di Pilpres mendatang, Jokowi perpasangan dengan KH. Ma’ruf Amin yang memang seorang ulama, sedangkan kubu Prabowo yang selama ini dikenal begitu dekat dengan kelompok ulama (bahkan sampai ikut terlibat dalam acara Ijtima Ulama) justru mengusung Sandiaga, sosok yang jelas-jelas bukan ulama, bahkan santri sekalipun.

Yah, mari kita berdoa, semoga sentimen agama yang dipakai di Pilpres mendatang tidak akan separah dan sekejam seperti pada Pilkada Jakarta beberapa waktu yang lalu, yang sampai membuat seorang muslim tak mau menyalatkan jenazah saudara seimannya hanya karena beda pilihan politik. (A/M)

Terakhir diperbarui pada 16 Agustus 2018 oleh

Tags: pilpresprabowosalat
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Catatan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
lestarikan budaya.MOJOK.CO

Rayakan HUT ke-81 RI, InJourney Tebar Diskon 81 Persen dan Gelar Pesta Budaya di Destinasi Sejarah Nusantara

10 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.