MOJOK.CO – Berdasarkan survei interna TKN, banyak Pegawai negeri dan juga pegawai BUMN yang justru mendukung Prabowo ketimbang Jokowi.


Sidang perdana Pilpres 2019 di MK memang masih sekitar dua minggu lagi, kendati demikian, perang urat syaraf antara dua kubu yang bertarung dalam Pilpres 2019 kali ini masih saja terus memanas.

Yang paling anyar, muncul serangan-serangan dari para pendukung pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menyebut bahwa kubu Jokowi memobilisasi aparatur sipil negara (ASN) atau PNS hingga BUMN secara masif untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2019.

Tuduhan yang menyebut kubu Jokowi memanfaatkan pegawai negeri untuk memenangkan Jokowi tersebut tentu saja adalah tuduhan yang sangat serius, sebab tuduhan tersebut membuat Jokowi menjadi tampak seperti pemerintahan di masa orde baru. Karena itulah, tuduhan tersebut langsung dibantah oleh Ketua Harian TKN Jokowi-Ma’ruf Amin, Moeldoko menggunakan data dari survei internal TKN.

Kata Moeldoko, berdasarkan hasil survei internal TKN, mayoritas pegawai negeri justru jauh lebih banyak yang mendukung Prabowo ketimbang Jokowi.

Tak tanggung-tanggung, Moeldoko mengatakan bahwa pegawai BUMN yang mendukung Prabowo jumlahnya mencapai 78 persen, sedangkan ASN mencapai 72 persen.

“Menggerakkan BUMN? Tahu enggak (pegawai) BUMN yang milih 02? 78 persen. Menggerakkan ASN? ASN 72 persen yang milih (Prabowo-Sandi). Di mana menggerakkan?” ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019 kemarin.

Dengan banyaknya aparat negara yang mendukung Prabowo tersebut, menurut Moeldoko, mustahil kubu Jokowi menggunakan cara mobilisasi para pegawai negeri untuk memenangkannya.

Tak hanya pegawai negeri, para pendukung Prabowo-Sandi juga banyak yang menyebut bahwa kubu Jokowi menggerakkan polisi untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Hal tersebut pun kemudian juga dibantah oleh Moeldoko.

“Menggerakkan polisi? Buktinya di Aceh, NTB, Sumbar kalah telak. Mana yang digerakkan? Kalau digerakkan, 100 persen semua.”

Ah, ya sudah, Pak Moeldoko, Nggak usah terlalu ngegas begitu. Namanya juga Pilpres, selalu penuh dengan tuduhan. Lagian kalau blas nggak ada tuduh-menuduh, jadi kurang ramai nanti. Toh banyak juga kok para pendukung Jokowi yang menuduh Prabowo memobilisasi massa umat Islam untuk memenangkan Prabowo. Yah, walau mungkin itu benar. Hehehe.

prabowo